Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2011

I LOVE U,..Bu Aisha!!!

Rais,..bu Aisha uda datang belom???? Agus menegur Rais di gang menuju kantin sekolah. Nama bu Aisha tiga bulan terakhir ini begitu nge-top di kelas santri putra. Mungkin wanita yang dipanggil bu Aisha itu berwajah manis dan selalu terlihat sumringah. Aku mau dong di hypnotis ama bu Aisha,..ucap Agus asal saja. Hushhh,..kan kata bu Aisha hypnotis itu sama aja kayak ilmu komunikasi, bagaimana kita bisa mempengaruhi oranglain dengan hal-hal yang positif dan bagaimana cara kita mengubah pola pikir negatif kita. Rais menjelaskannya panjang lebar, kemudian menyomot gorengan mbo sarti di kantin belakang. Kenapa seh lu, akhir-akhir ini selalu omongin bu Aisha,..jangan-jangan lu naksir lagi ama bu Aisha,… Agus merasa sedang ditembak tepat pada sasarannya yaitu hatinya. Hati remajanya tak mampu menampik jika bu Aisha memang memiliki pesona yang tak terelakkan mata kaum adam. Tapi, mengapa justru Agus remaja 14 tahunan itu yang mulai berbunga-bunga tanpa terencana. ***** Aisha terlihat asik dengan lap…

LosT

Suara Sarah Mclachlan “angel” mengalir mengalun lembut memusat pada saraf hampaku. Titik hujan menguap di kaca arrival room, Iskandar Muda airport. Ku tatap langit, beberapa ekor burung terbang terburu-buru terjebak hujan. Sama denganku yang terjebak di sini, di kotamu kota Nanggroe. “peu haba, hatee??” (apa kabar, hati??) kurasakan aromamu memenuhi kepalaku saat lamban-lamban kendaraan roda empat ini membawaku perlahan, mencoba mengulang tiap jalan yang kulalui seolah tak pernah lekang sebuah kesatuan kenangan. Kampus Syiah Kuala university di sisi kiriku dan Ar-raniry Institute di sisi kananku, beberapa orang mahasiswa yang hilir mudik dengan payung di tangan, tergopoh-gopoh menghindari titik hujan yang terus mengguyur bumi. Kurasakan kau bercerita di sisiku tentang dua kampus ternama di kotamu ini. Di depan ku lihat tanjakan jembatan lamnyong menyapaku dengan keruhnya air krueng aceh yang sedang mengalir memuara ke laut lepas. Bantaran sungai yang menghijau ditanami sayur para petani…

Sampai di Sini

Kakiku menapaki bekas rumput yang bermandikan hujan semalam. Buliran titik hujan melindapkan rindu yang teramat panjang di kota ini. Ternyata ku tlah sampai di sini ,…. Menara putih berdiri tegak di hadapanku, menatapku menantangku, seolah dia bertanya “mau apa aku kemari lagi???” Aku telah sampai di sini, di sudut kotamu membawa aliran rinduku yang panjang sepanjang nakdong-gang yang mengalir tenang. Angka delapan, sebuah angka yang besar untuk sebuah perpisahan. Di sungnyemun ku dapati dirimu sedingin salju menatapku tanpa rasa. Pergilah katamu,….rindumu padaku seperti someiyoshino di tanganku yang cepat me-layu secepat keinginannya untuk merekah,….. Seketika ku ingin rindumu padaku seperti Tiger Lily, yang selalu dengan senang hati menunggu sang mentari datang, senantiasa menghadap kea rah mentari dan mekar meskipun tak seorangpun sedang menyaksikannya. Ribuan gemintang di langit gelap tak pernah mampu mewakili rasa rinduku padamu, kini satu persatu rindu itu berjatuhan menghujam bumi h…

Kandas

Genangan hujan semalam masih menanti di depanku. Rumput-rumput meneteskan sisa embun pada ujung daunnya. Ku sangka mentari mengajakku tersenyum, hangat sehangatnya memapar kulitku. Namun di ufuk sana sebentuk awan hitam masih setia menggantungkan titik – titik airnya. 1000 burung dara kertas kulipat semalam, kini kubiarkan mereka terbang menuju hatimu. Setidaknya mereka akan jujur padamu tentang hatiku yang diranggas hujan semalaman. Kini kaku dan kerontang. Sama halnya dengan bahagia, luka jauh terasa perih. Ketika ku sadari kain kasa tak mampu mengurangi kucuran luka yang menganga, kini semakin ngilu dan bernanah. Bisakah sejenak kau duduk pada kotak terkecil dari hatiku??? Tak mengapa jika kau tak mampu. Tapi setidaknya jangan mengajarkan aku manisnya sebuah senyuman, dan sesaknya sebuah tangisan. Haruskah aku bertanya????,..yang ku tau kini tangis itu begitu sesak hingga ujung hatiku.
Jakarta, 23 january 2011 Aida M Affandi


Cantik

Saat memilih-milih beberapa barang belanjaan di alfa midi dekat rumah saya, saya bertemu dengan seorang wanita muda yang menggunakan kaos hitam dengan tulisan yang sangat menarik perhatian saya. “sumpah,… dulu gua pernah kurus” Yah, demikian kalimat yang tertera di bagian depan kaos wanita tersebut. Sambil berjalan ke kasir saya senyum-senyum sendiri, menyadari kalimat itu sangat mengena di diri saya, saat berat badan saya tak kunjung kembali normal pasca melahirkan *:D ketahuan deh kelebihan lemak,… Ada yang berpendapat bahwa wanita cantik itu ya brains, beauty, behavior seperti penilaian untuk kontes ratu sejagad. Ada juga yang berpendapat bahwa wanita cantik itu ya yang memiliki inner beauty. Tapi kita juga menemukan persepsi yang sudah terbentuk bagaimana fisiknya seorang wanita cantik. Saya juga yakin seluruh dunia hampir memiliki kesepakatan yang sama akan hal ini. “Wanita cantik itu yang berkulit putih bersih, pinggangnya kecil bak biola spanyol (katanya J)berhidung mancung, bibir …