Sabtu, 22 Januari 2011

Kandas


Genangan hujan semalam masih menanti di depanku. Rumput-rumput meneteskan sisa embun pada ujung daunnya. Ku sangka mentari mengajakku tersenyum, hangat sehangatnya memapar kulitku. Namun di ufuk sana sebentuk awan hitam masih setia menggantungkan titik – titik airnya.
1000 burung dara kertas kulipat semalam, kini kubiarkan mereka terbang menuju hatimu. Setidaknya mereka akan jujur padamu tentang hatiku yang diranggas hujan semalaman. Kini kaku dan kerontang.
Sama halnya dengan bahagia, luka jauh terasa perih. Ketika ku sadari kain kasa tak mampu mengurangi kucuran luka yang menganga, kini semakin ngilu dan bernanah.
Bisakah sejenak kau duduk pada kotak terkecil dari hatiku??? Tak mengapa jika kau tak mampu. Tapi setidaknya jangan mengajarkan aku manisnya sebuah senyuman, dan sesaknya sebuah tangisan.
Haruskah aku bertanya????,..yang ku tau kini tangis itu begitu sesak hingga ujung hatiku.

Jakarta, 23 january 2011
Aida M Affandi



0 komentar:

Posting Komentar