Minggu, 23 Januari 2011

Sampai di Sini


Kakiku menapaki bekas rumput yang bermandikan hujan semalam. Buliran titik hujan melindapkan rindu yang teramat panjang di kota ini. Ternyata ku tlah sampai di sini ,….
Menara putih berdiri tegak di hadapanku, menatapku menantangku, seolah dia bertanya “mau apa aku kemari lagi???”
Aku telah sampai di sini, di sudut kotamu membawa aliran rinduku yang panjang sepanjang nakdong-gang yang mengalir tenang.
Angka delapan, sebuah angka yang besar untuk sebuah perpisahan. Di sungnyemun ku dapati dirimu sedingin salju menatapku tanpa rasa.
Pergilah katamu,….rindumu padaku seperti someiyoshino di tanganku yang cepat me-layu secepat keinginannya untuk merekah,…..
Seketika ku ingin rindumu padaku seperti Tiger Lily, yang selalu dengan senang hati menunggu sang mentari datang, senantiasa menghadap kea rah mentari dan mekar meskipun tak seorangpun sedang menyaksikannya.
Ribuan gemintang di langit gelap tak pernah mampu mewakili rasa rinduku padamu, kini satu persatu rindu itu berjatuhan menghujam bumi hatiku yang menanah rindu.
Kini ku diam sediam tugu yang dibasahi rinai hujan,….masih aku di sini, mendengarkan hatimu telah sampai di sini


Nakdong-gang                   = sungai terpanjang di korea selatan
Sungnyemun                     = pintu gerbang bersejarah di jantung kota seoul
Someiyoshino                  = jenis sakura yang bunganya lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya                                mulai keluar   hanya bertahan hingga 7 hari.

Jakarta, 17 January 2011
Aida M Affandi
*****



0 komentar:

Posting Komentar