Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2011

Selamat Hari Peduli Sampah

Semenjak kejadian yang telah menewaskan sedikitnya 200 jiwa yang tertimbun sampah di TPA leuwi Gajah, Cimahi, Jawa Barat  pada tanggal 21 februari 2005 yang lalu. Maka setiap tanggal ini sejak 2008 pemerintah telah menetapkan Undang-undang tentang sampah dan tanggal 21 februari ini sebagai hari peduli sampah. Siapa sih yang tidak menghasilkan sampah setiap harinya??? Dari bapak presiden sampai yang tinggal di kolong jembatan PASTI memproduksi sampah setiap hari. Tapi kemudian berapa banyak yang bertanggung jawab atas apa yang kita produksi ini??? Paling sederhananya adalah membuang sampah pada tempatnya, atau memilah-milah mana sampah organic, an organic dan  limbah berbahaya. Jika sampah organic masih bisa diurai oleh microorganisme perurai, tapi bagaimana dengan sampah an organic yang bahkan sampai ratusan tahun tidak dapat diurai??? Ngomongin tanggung jawab terhadap sampah saya pun bersama beberapa orang ibu-ibu tetangga saya bersama anak-anak mereka pula mulai iseng-iseng berkreasi…

Tiger Lily

Mengapa lily yang harus kuliah di bandung, mengapa bukan leny saja??mengapa semua hal yang Lily sukai lalu kemudian harus menyukai Leny juga?? Dan Lily selalu hanya begini, sendiri,..... Aku menangisi keputusan papa yang memutuskanku untuk kuliah di Bandung saja. Beberapa hal yang kurang menyenangkan terjadi antara aku dan Leny adikku yang terpaut 1 tahun dariku. Ini semua untuk kebaikan hubunganku dengan Leny, hanya itu kalimat yang belum mampu kufahami saat itu. Oh, bukan salahmu Leny adikku yang cantik rupawan, jika laki-laki yang menaruh hati padaku kemudian justru jatuh cinta padamu. Sama sekali bukan salahmu adikku. Hanya mata lelaki itu lebih tertarik pada kecantikan fisikmu yang melenakan mereka. Setidaknya aku menyukuri mengenali tabiat lelaki yang mendekatiku. Aku tak pernah kalah setia dengan Tiger Lily yang setia menanti sang mentari menghampiri. Selalu berdiri menunjukkan diriku bahwa aku menunggu sang mentari. Foto Leny dalam balutan kebaya putih begitu terlihat sangat canti…

Cerita "Pak Tua"

Ritme gerakan golok pak tua begitu rapi, hingga ukuran daging yang dipotongpun sesuai permintaan pelanggannya. Pak tua itu penjual ayam langganan saya di pasar mini. Tak pernah saya menyangka bahwa dulunya beliau seorang yang sangat kaya raya, hingga hari ini dia berbagi cerita dengan wajah yang penuh senyuman. Saya dulu tajir mba, tapi jujur saja semua uang saya selain gaji saya sebagai karyawan adalah uang hasil suap menyuap alias uang Haram. Mungkin Tuhan masih sayang saya, DIA menegur saya lewat anak-anak saya yang mulai remaja dan terjerumus dalam kenakalan remaja. Saya sangat antusias mendengarkan cerita pak tua ini, hingga akhirnya ada pernyataannya yang membuat saya menilainya adalah seorang laki-laki yang berani, ya berani mengambil resiko, berani untuk percaya bahwa pertolongan Tuhan begitu dekat. Saya berdoa di depan ka’bah. Saya mohon pada Allah, agar semua harta kekayaan saya yang diperoleh dengan cara yang haram agar dimusnahkan dengan cara Allah semata. Bena sajar, setelah…

Rayuan Kreatif di Minggu Siang

Hari ini saya dan suami ga berniat kemana-mana berhubung kondisi badan lagi drop. Istirahat ngabisin waktu sambil tidur-tiduran di rumah mungkin jadi pilihan yang tepat. Tapi itu baru sekedar niat, soalnya Nazira anak saya yang terbiasa jalan-jalan tiap weekend protes ga mau weekend hanya di rumah. Biar Nazira ga ngomel melulu ke saya, akhirnya saya rayulah dia untuk berkreasi bersama barang-barang bekas di rumah. Alhasil terciptalah 1 tempat pensil dari botol plastic bekas minum, dan satu kartu ucapan dari kardus bekas, berhubung si pai2 mau ultah, jadi kartu ucapannya disiapin lebih duluan :D. Tempat pensil dari botol plastik bekas. Bahan : 2 botol plastic bekas, cutter, benang dan jarum, resleting ukuran 20cm Caranya gampang banget kok.... Pertama, Botol pertama di potong menjadi dua buang bagian yang ada tutupnya, botol kedua dipotong bagian dasarnya kira-kira sepanjang 7cm, buang juga bagian yang ada tutupnya. Kedua, kemudian botol kedua yang berukuran lebih kecil diletakkan dengan po…

Aku Hanya,....

Segerombolan camar menghalau redup mentari. Bergegas pulang menikmati indahnya sebuah kediaman. Ah, camar saja merindukan pulang menepi bersama gelapnya malam. Senja kini mengapa begitu meragu. Dibandingkan siluet senja yang menjuntai jingga, aku lebih merindui kilau emas diantara celah jemariku yang mengitari ufuk timur yang merona semarak keemasan. Segarit lakumu tlah menerjang rasaku. Begitu berat menjadi tungku yang menggelegakkan air. Begitu berat menjadi kipas yang menyejukkanmu dan begitu berat menjadi sumur yang melepaskan dahagamu. Aku ternyata tak pernah begitu dalam halusnya harapmu. Aku hanya langit tanpa gumpalan awan,... Aku hanya sumur,... tanpa air.
Jakarta, 12 February 2011 Aida M Affandi

Antara Dirimu dan Malam

Aku telah memesan kelam pada sang malam. Bersama kerlipan gemintang dan semburat sinar sabit sang rembulan yang bersinergi melukiskan wajah langit. Suara katak hendak kawin terasa begitu nyaring diantara riuh rendah birama Flamenco mengikuti hentakan Zapateado dan liukan Filigrano dari energiknya sang penari gypsi. Tak sedikitpun mataku berhenti menatapi kerlipan gemintang. Seperti deretan senyumanmu terukir pada tiap gugusnya. Ribuan malam kuhitung bersama angin musim hujan yang memelukku. Tak pernah penat membebani inginku meski ku tahu musim semi tak pernah hadir di tanah pijakanku. Antara dirimu dan malam. Ada aku yang tak pernah mampu melukis wajahmu yang tersenyum nyata di depanku. Seperti rindu yang hanya mampu kusimpan di hati untuk kuisipi dalam gundahku. Dalam pekatnya cinta yang menembus malam, tlah kularungkan pinta lewat sampan bamboo yang kukirim untukmu di hilir sungai. Menyanyikan pinta hatiku di sepanjang alur beningnya air menuju muara hatimu. Masih,..antara dirimu dan mal…

Pleaseee,..Tolong Ganti Namaku!!!

Pokoknya, aku mau namaku diganti!!!!! Aku ga mau pake nama ini!!!! Mama masih sibuk menyiapkan makanan untuk makan malam kami saat aku mendadak marah minta namaku segera diganti saja setelah teman-teman di sekolah mengejek namaku yang kampungan dan terkesan aneh. Emang ada apa???kok tiba-tiba minta diganti namanya... Aku masih cemberut saat mama menanyakan alasan aku meminta mengganti nama. Pokoknya, aku ga mau pakai nama ini lagi, ganti yang keren kayak temen-temenku aja!!! Ngototku lagi. Oh,..nunggu ayah pulang dari Haji aja ya sayang,..insya Allah minggu depan sudah pulang dari makkah. Mama menjawab dengan tenang protesku kali ini, dan aku juga harus bersabar hingga minggu depan menunggu ayah pulang dari tanah suci. Ah, aku harus kembali ke sekolah dan menenangkan diri mendengar ejekan teman-temanku tentang namaku. Ini sungguh hal yang menyebalkan. ******** Ayah,...aku mau namaku diganti, aku ga mau pakai nama ini lagi. Belum sehari penuh ayah tiba di rumah aku langsung menyampaikan demoku.…

Untuk Lelaki Dulu

Jakarta, 07 january 2010
Kepada:Lelaki dulu Yang menghantuiku
Kemaren kau mengirimiku lagi pesan singkat. “abang lagi liatin foto ade yang berkerudung putih di notebook” Seharian aku menata hatiku, bukan karena hatiku masih merinduimu tapi sikapmu benar-benar telah menjadi hantu dalam biduk nikahku yang pernah hampir pecah berkeping-keping karena kekhilafanku yang membiarkanmu kembali hadir ke dalam sudut kecil hatiku. Ada yang belum selesai antara kita dulu katamu, dan ku mohon ijinkan aku kembali benahi lagi kesalahanku dulu rayumu. Sejujurnya hatiku sempat gamang dengan pernyataanmu itu. Kita memang pernah satu suatu waktu di masalalu, ada hal yang tak pernah berhasil kita lampaui dulu karena keposesifanmu yang menghalau cita-cita besarku. Kau berniat membenahinya di saat yang sangat salah dalam hubungan yang berbau dosa. Komunikasi yang tak berjalan dalam hubungan ijab qabulku menjadi celah keberuntungan untuk kau obrak abrik kalimat sakral itu. Kau masuk perlahan mencoba merusak setiap s…
Jakarta, 22 Desember 2010 Kepada Wanita yang di bawah telapak kakinya Ditempatkan Syurga
Setelah 32 tahun lamanya, kali ini hatiku tiba-tiba merindukanmu. Sosokmu tiba-tiba hadir dalam pikiran dan hari-hariku. Apa yang harus kuceritakan tentang dirimu, yang kutau kau memang wanita yang cantik. Bahkan sebagian besar yang ada di diriku adalah warisan nyata darimu. Ku coba mengingat beberapa hal cerita tentangku dari bibirmu. Aku hanya bayi kecil yang cengeng dan rewel,mungkin juga sangat menyusahkanmu saat itu yang mengurusiku seorang diri. Aku hanya ingat itu sebaris kisah tentang masa bayiku terekam nyata di benakku. Siang ini, aku duduk di taman seorang diri. Pandangan di sekitarku diwarnai suasana bahagia keluarga kecil yang saling bercengkrama. Seorang ibu yang berkejaran dengan gadis kecilnya, tertawa sambil berlarian. Wajah mereka tersenyum merekah, seolah tanpa beban saat bermain bersama. Begitu cemburunya hatiku kali ini. Miris membayangiku, aku tak pernah punya moment paling indah b…

26 Desember, Aku Tiada

Aku berlari sekuat tenaga menghalau resahku, berpacu waktu dengan ratusan hati yang menyimpan galau di dada mereka. Sesekali ku terjatuh terinjak dan terluka, namun secepat itu pula aku bangkit berlari lagi menuju satu titik menuju satu tempat dimana semua galau bertumpu di situ. Aku hanya punya tekad namun tenagaku tak seberapa, guncangan bumi rencong di tanggal 26 desember kali ini membuatku terhuyung-huyung jatuh. Suara gemuruh air menyadarkanku diantara ratusan orang yang kurasakan hanya seumpama semut yang kucar kacir di dinding rumahku saat disiram seember air. Hati manusiaku meringis, mengingat koleksi dosa yang telah kukumpulkan bertahun-tahun tanpa sempat benar-benar kubenahi. Bagaimana jika hari ini janjiku dengan Nya benar-benar akan berakhir di pagi minggu, 26 desember 2004. Lamunan penyesalanku buyar dengan hempasan gulungan ombak yang samasekali tak kurasa indah kali ini. Semua begitu mengerikan, semua begitu hitam, semua begitu bau. Entah pada apa aku berpegang saat ini, h…

Tanpamu

Dimanakah kau cintaku,…aku bersama gelisah menantimu untuk menatap mata coklatmu yang teduh Dimanakah kau pujaanku,..aku bersama gundah mengharapkan uluran jemari hangatmu…. Dimanakah kau belahan jiwaku,..apa kau tak melihat siang dan malam aku terpekur dalam bayangan kasihmu,…menggantungkan rinduku dalam derit cabang pohon yang ditiup angin malam,.. Dimanakah kau pahlawanku,…dalam robohan tonggak kujelajahi resahku, dalam bisunya puing-puing tsunami kurapatkan tiap jengkal kekuatanku,.. Dimanakah engkau separuh jiwaku yang lain,…aku akan tetap menantimu dalam setiap saat ketika mimpi indah menghampiriku,..
NB. Saya belajar menuliskan puisi ini di sebuah sore yang kelabu, di sebuah pengungsian Tsunami Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu, ketika saya melihat seorangwanita muda dalam keadaan hamil besar, duduk terpekur diantara jejeran mayat. Ketika saya sadar bahwa wanita itu hanya tinggal seorang diri.

Lelaki Dulu

Lelaki dulu,… Apakah kau ingin di sini bersamaku?? Hari ini juga??detik ini pula?? Bukankah kau telah tahu Tak akan kubiarkan kau lewati lorong itu lagi Lorong waktu yang pernah kita lalui dulu
Lelaki dulu,.. Apa kau tak iba pada beningnya mata malaikat kecilmu?? Apakah kau begitu “terlalu” pada bidadari hidupmu?? Apa kau begitu “berani” pada malumu?? Ah,..percuma aku mengingatkanmu
Ku beritahu kau,.. Aku tak akan bergeming,.. Hingga kau tertibkan liarnya nafsumu Hingga kau temukan kembali “iman” mu
Ku beritahu kau,.. Aku sungguh tak akan bergeming,..
Jakarta, 29 september 2010 Aida M affandi

Dimanakah dirimu

Dimanakah dirimu,… Aku di sini bersama angin Yang menggantungkan harapku Pada sebatang dahan yang kaku
Dimanakah dirimu,.. Aku di sini bersama malam mematuti kelam Menyimpan hasrat gundahku Pada lidah yang kelu
Ku cari dirimu,..dalam kabut berdebu Diantara puing-puing prasasti Dan pada batu yang sebisu tugu
Dimanakah dirimu,.. Haruskah aku berhenti mencarimu,..
Jakarta, 26 september 2010 Aida m affandi

Aku Menunggumu

Aku menunggumu,… Dalam rentang waktu tanpa bilangan Seperti silihnya musim tanpa kepastian Kucoba Meraba pikiranmu yang tak kasat mata Kau harus menungguku katamu Maka Aku masih tetap menunggumu
Aku menunggumu,.. Walau kutahu bosan menyergap energiku Memenjarakanku pada kata setia Kau masih harus menungguku katamu lagi padaku Seketika anggukanku begitu cepat Ku takut kau labeli aku “wanita kesepian” Maka ku terus menunggu,…
Aku menunggumu,..,… Banyak waktu yang bercerita padaku Berharap kau sapa gundahku Menunggu kau jamahi rinduku
Kau tahu,… Waktuku tlah menghujung Mungkinkah aku tetap menunggumu???
Jakarta, 26 september 2010 Aida m affandi







Peri Berkerudung Biru

Koridor 017 Hatiku tertinggal di sini, telah lama kuraba mencoba menemukan tiap sudutnya Koridor 017 warna temaram menghiasi sepanjangnya,… Begitu redup cahaya di sana,..seredup keinginanmu untukku,… Peri berkerudung biru dalam senyumannya yang sendu,…
Koridor 017,..ketika kuletakkan harapanku Mata coklatmu berbicara,..”aku baik-baik saja” Wahai Peri berkerudung biru,.. Kurasakan cumulonimbus menggelantung pekat di atas kepalaku Diam,…Mataku panas menahan genangan sumur airmata di hatiku Lepaskan,..kan ku coba lepaskan Walaupun lebih berat daripada menahannya,..

Koridor 017 barisan file teratas dari kisahku Tanpa perlu kubuka isinya,.. Hatiku telah sangat kenal judulnya Peri berkerudung biru,….aku tak kan memohon Namun Ijinkan aku tetap membukanya di file hatiku…
----------------
Pertengahan February
Bagaimana mungkin mata coklat itu kini redup Lebih redup dari cahaya lampu di koridor 017,… Peri berkerudung biru,.. Ku akui,..aku tlah menjadi pendosa Ketika dekapanku begitu erat menyanjung malaikat Namun hat…