Langsung ke konten utama

Cerita "Pak Tua"



Ritme gerakan golok pak tua begitu rapi, hingga ukuran daging yang dipotongpun sesuai permintaan pelanggannya. Pak tua itu penjual ayam langganan saya di pasar mini. Tak pernah saya menyangka bahwa dulunya beliau seorang yang sangat kaya raya, hingga hari ini dia berbagi cerita dengan wajah yang penuh senyuman.
Saya dulu tajir mba, tapi jujur saja semua uang saya selain gaji saya sebagai karyawan adalah uang hasil suap menyuap alias uang Haram. Mungkin Tuhan masih sayang saya, DIA menegur saya lewat anak-anak saya yang mulai remaja dan terjerumus dalam kenakalan remaja.
Saya sangat antusias mendengarkan cerita pak tua ini, hingga akhirnya ada pernyataannya yang membuat saya menilainya adalah seorang laki-laki yang berani, ya berani mengambil resiko, berani untuk percaya bahwa pertolongan Tuhan begitu dekat.
Saya berdoa di depan ka’bah. Saya mohon pada Allah, agar semua harta kekayaan saya yang diperoleh dengan cara yang haram agar dimusnahkan dengan cara Allah semata. Bena sajar, setelah doa itu saya sampaikan dengan sungguh-sungguh, satu demi satu harta saya lenyap dengan berbagai cara. Hingga tersisa hanya uang yang diperoleh dengan cara yang halal. Dan uang itu tak cukup memenuhi kebutuhan sekolah 7 orang anak saya.
Saya diam mungkin juga terkesima dengan jalan yang ditempuhnya untuk membersihkan diri dan keluarganya dari kekayaan yang haram tadi.
Tapi mba, ini justru awal sebuah ujian iman dimulai. Ketika semua harta saya habis. Saya dan istri benar-benar memulainya dari nol. Bahkan istri saya hampir tidak kuat, karena terbiasa semua kebutuhan terpenuhi. Namun Ada perkataan Nabi Ayyub as pada istrinya yang selalu menyemangati saya menjalani proses ujian iman ini,...
“Ingatlah istriku 80 tahun kita hidup dalam kemewahan, sementara ujian ini baru berjalan 7 tahun. Aku malu memohon pada Allah agar segera menghilangkan ujian ini. Sebab cobaan ini masih belum seberapa jika dibandingkan dengan kemewahan hidup yang pernah kita rasakan sebelumnya”
Setelah kalimat terakhir dari Pak Tua selesai, seorang dokter di klinik ummat dekat masjid di pasar menghampiri kami.  
Kenalin mba,..ini anak saya.....pak Tua dengan bangga memperkenalkan anaknya.
Saya benar-benar terdiam sejenak. Begitu dalam pelajaran hidup yang saya dapat hari ini. Cerita pak tua telah mengajarkan saya tentang buruknya pengaruh uang haram walaupun 1 sen pun akan membuat hati keras menerima kebaikan *berfikir sejenak tentang para pencuri uang rakyat di negri kita ini, bagaimana hati mereka sekarang????.
Ah, pak Tua kau mengajariku untuk mensyukuri rahmat yang Tuhan berikan tepat ketika kesulitan menerpa. Namun bagian ini manusia kerap lupa. Ibarat satu gigi yang sakit, mengapa kemudian seluruh badan terasa sakit???? Karena manusia terlalu focus pada kesulitan itu mungkin, sehingga yang lebih sehat lainnya tidak terlihat jelas lagi. Duh,...malu rasanya disentil kadar iman saya kali ini......

Jakarta, 16 february 2011
Aida M Affandi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GA-KETIKA CINTA HARUS PERGI

Ketika Cinta Harus Pergi, Aida,MA dan Elita Duatnofa              Selamat datang kembali di Give Away buku saya, kali ini KETIKA CINTA HARUS PERGI akan sampai ke tangan sahabat-sahabat semua dan insya Allah siap untuk menginspirasi pembacanya.             KETIKA CINTA HARUS PERGI ini merupakan buku nonfiksi motivasi islami yang saya tulis bersama sahabat saya Elita Duatnofa, buku ini juga sudah cetak ulang kedua setelah dua bulan terbit. Sesuai dengan genre bukunya yaitu motivasi, maka give away kali ini mengajak sahabat semua mengeluarkan semua jurus dengan tema tulisan MERHARGAI DIRI SENDIRI .             Biar adil saya akan membagi TIGA buah buku KETIKA CINTA HARUS PERGI untuk tiga pemenang dengan 3 akun lini massa yang berbeda . 1.      Twitter , sahabat yang menggunakan twitter, silahkan follow akun twitter saya @aida_aie dan @elexmedia, lalu membuat tweet minimal lima kali dengan hastag #HargaiDiri, GA #KCHP . Jangan lupa mention saya @aida_aie da

GA-AIDA.MA

Saya sengaja tidak memberi judul give away kali ini. Ini hanya sedikit berhubungan dengan sebuah pencapaian ketika umur saya sudah melewati angka 30 tahun.             Mungkin setiap kali ulang tahun, kita terbiasa membuat sebuah keinginan, mungkin juga agak mirip dengan membuat sebuah resolusi di awal tahun. Ada yang memang tercapai sesuai target ada juga tanpa hasil sama sekali.             Saya sendiri bukan orang yang penuh perencanaan, tapi beberapa hasil dan pencapaian yang saya dapat hari ini karena berkah Allah dan usaha yakin serta doa yang terpanjatkan. Apa pencapaian saya sampai dengan saat ini bisa baca di sini.             Nah, give away kali ini hanya ingin berbagi pengalaman dengan sahabat semuanya. Pilihannya menjadi dua versi. 1.     Bagi yang sudah berusia 30 tahun, yuk bagi pencapaian yang sudah kamu dapatkan ketika umurmu sudah 30 tahun. 2.     Bagi yang belum berumur 30 tahun, sharing juga apa-apa saja yang ingin kamu capai sebelum u

Give away Buku #YaAllahBeriAkuKekuatan

Bismilllahirrahmanirrahim… Setelah dengan pede selangit mengirim postingan di wall FB saya mengenai polling Give Away buku   Ya Allah Beri Aku Kekuatan. Akhirnya saya memutuskan untuk bagi-bagi hadiah untuk pemenang Give Away kali ini. Yukk intip hadiahnya dulu   biar nulisnya tambah semangat (hehehe..) a.   Untuk Tiga pemenang utama akan mendapat masing-masing 1 paket buku saya #YaAllahBeriAkuKekuatan, #BerbagiHati dan #Kereta Terakhir. Tiga buku di sini, selain Novel Looking for Mr.Kim :D b.     Untuk Dua orang pemenang favorit, akan mendapatkan    secara GRATIS hadiah pulsa masing-masing @25 ribu rupiah. Menarikkk? Ya dong…Okee... Sekarang saya mengajak teman-teman kembali ke aturan mainnya. Berhubung banyak request yang minta bikin tema yang engga susah-susah, akhirnya saya memilih tema ini “Wanita dan Ujian ”. Tema ini masih berkaitan dengan buku motivasi Islami Ya Allah Beri Aku Kekuatan, yang sebagian besar kisahnya