Langsung ke konten utama


Jakarta, 22 Desember 2010
Kepada
Wanita yang di bawah telapak kakinya
Ditempatkan Syurga

Setelah 32 tahun lamanya, kali ini hatiku tiba-tiba merindukanmu. Sosokmu tiba-tiba hadir dalam pikiran dan hari-hariku. Apa yang harus kuceritakan tentang dirimu, yang kutau kau memang wanita yang cantik. Bahkan sebagian besar yang ada di diriku adalah warisan nyata darimu.
Ku coba mengingat beberapa hal cerita tentangku dari bibirmu. Aku hanya bayi kecil yang cengeng dan rewel,mungkin juga sangat menyusahkanmu saat itu yang mengurusiku seorang diri. Aku hanya ingat itu sebaris kisah tentang masa bayiku terekam nyata di benakku.
Siang ini, aku duduk di taman seorang diri. Pandangan di sekitarku diwarnai suasana bahagia keluarga kecil yang saling bercengkrama. Seorang ibu yang berkejaran dengan gadis kecilnya, tertawa sambil berlarian. Wajah mereka tersenyum merekah, seolah tanpa beban saat bermain bersama.
Begitu cemburunya hatiku kali ini. Miris membayangiku, aku tak pernah punya moment paling indah bersama wanita yang melahirkanku. Setidaknya ibu belum pernah punya waktu untuk menggandengku berlari, setidaknya ibu belum pernah punya waktu untuk tersenyum bermain tanpa beban bersamaku.
Mungkin kau tidak sengaja melepaskan amarahmu karena kejamnya kehidupan padaku anakmu. Mungkin kau tak pernah bermaksud menyakiti dasar hatiku dengan kata-kata yang melabeliku. Mungkin kau tak berniat membentukku menjadi wanita seperti sekarang ini, wanita yang telah kau labeli dulu, membentukku menjadi wanita yang keras penuh amarah dan dendam. Mungkin kau tak pernah benar-benar sengaja melakukannya. MUNGKIN…..
Ibu,….
Baru setahun ini aku benar-benar memaknai kata ini “ibu” walaupun teramat sering kuucapkan padamu.  Dua minggu yang lalu diam-diam aku menatap bola matamu yang kian dalam. Banyak kerutan di sekitar dahi dan pipimu. Rambutmu yang dulu hitam tergerai panjang, kini berwarna pucat. Namun seraut wajah yang cantik masih sangat nyata di mataku.
Aku merasakan hangat saat tanganku dalam genggamanmu. Sungguh berbeda dengan puluhan tahun yang lalu hanya dingin yang merayapiku. Tatapan matamu kurasakan berbeda. Kali ini tepat menghujam hatiku. Sorot penyesalan tersirat di sana, sorot kesedihan terlintas di sana.
Haruskah aku jujur, bahwa baru genap dua belas bulan ini aku menemukan tatapan seorang ibu dari mu???? Tatapan yang seharusnya hadir semenjak kelahiranku dulu, tatapan yang sesungguhnya menyayangi anaknya.

Ibu,….
Aku sadar, jauhnya rentangan kasih antara kita karena keegoisanku. Setan nafsu menguasaiku untuk tak memaafkan bagian terburuk dalam hubungan kita. Kesakitan hatiku berani menafikan maafmu,sehingga hubungan ambigupun tercipta antara kita. Aku dengan fikiranku dan kau dengan fikiranmu.
Aliran darahmu dalam tubuhku meluluhkan hatiku. Menyadarkanku bahwa aku bukan Tuhan, yang berhak menghukum tanpa ampun. Bahkan Tuhan Maha mengampuni ketika hati seorang hamba luluh dalam penyesalan. Lalu siapa aku??? Telah berani menghukummu saat kau rela membuangku dari hatimu demi kesenangan nafsu mudamu???
Ibu,….
Tepat dua minggu yang lalu, Bisakah kau rasakan yang berbeda saat ku memanggilmu “ibu”. Ku telah mengucapkan kata itu dari dalam hatiku. Ku telah sematkan walaupun sedikit terlambat bahwa kau pantas mendapatkan doa syurga dari anakmu.
Sama halnya denganmu, aku bergerak menemukan titik kedewasaanku untuk berfikiran lapang dan mengharapkan berkah dari indahnya memaafkan. Penyesalan selalu akan datang belakangan jika ku tak melangkah sekarang. Maafkan aku sedikit terlambat memberikan curahan kasih sayang ini.
Ibu,…
Sehatlah selalu, aku akan segera kembali. Kita isi hilangnya waktu yang pernah kita miliki bersama dulu. Di sudut kota cinta,ku lihat seekor merpati terbang kemudian bertengger lalu terbang jauh tak terlihat mataku lagi. moga dia mendengar hatiku, menyampaikan salam rinduku pada ibuku selalu.

Sepenuh cinta
anakmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GA-KETIKA CINTA HARUS PERGI

Ketika Cinta Harus Pergi, Aida,MA dan Elita Duatnofa              Selamat datang kembali di Give Away buku saya, kali ini KETIKA CINTA HARUS PERGI akan sampai ke tangan sahabat-sahabat semua dan insya Allah siap untuk menginspirasi pembacanya.             KETIKA CINTA HARUS PERGI ini merupakan buku nonfiksi motivasi islami yang saya tulis bersama sahabat saya Elita Duatnofa, buku ini juga sudah cetak ulang kedua setelah dua bulan terbit. Sesuai dengan genre bukunya yaitu motivasi, maka give away kali ini mengajak sahabat semua mengeluarkan semua jurus dengan tema tulisan MERHARGAI DIRI SENDIRI .             Biar adil saya akan membagi TIGA buah buku KETIKA CINTA HARUS PERGI untuk tiga pemenang dengan 3 akun lini massa yang berbeda . 1.      Twitter , sahabat yang menggunakan twitter, silahkan follow akun twitter saya @aida_aie dan @elexmedia, lalu membuat tweet minimal lima kali dengan hastag #HargaiDiri, GA #KCHP . Jangan lupa mention saya @aida_aie da

Give away Buku #YaAllahBeriAkuKekuatan

Bismilllahirrahmanirrahim… Setelah dengan pede selangit mengirim postingan di wall FB saya mengenai polling Give Away buku   Ya Allah Beri Aku Kekuatan. Akhirnya saya memutuskan untuk bagi-bagi hadiah untuk pemenang Give Away kali ini. Yukk intip hadiahnya dulu   biar nulisnya tambah semangat (hehehe..) a.   Untuk Tiga pemenang utama akan mendapat masing-masing 1 paket buku saya #YaAllahBeriAkuKekuatan, #BerbagiHati dan #Kereta Terakhir. Tiga buku di sini, selain Novel Looking for Mr.Kim :D b.     Untuk Dua orang pemenang favorit, akan mendapatkan    secara GRATIS hadiah pulsa masing-masing @25 ribu rupiah. Menarikkk? Ya dong…Okee... Sekarang saya mengajak teman-teman kembali ke aturan mainnya. Berhubung banyak request yang minta bikin tema yang engga susah-susah, akhirnya saya memilih tema ini “Wanita dan Ujian ”. Tema ini masih berkaitan dengan buku motivasi Islami Ya Allah Beri Aku Kekuatan, yang sebagian besar kisahnya

GA-AIDA.MA

Saya sengaja tidak memberi judul give away kali ini. Ini hanya sedikit berhubungan dengan sebuah pencapaian ketika umur saya sudah melewati angka 30 tahun.             Mungkin setiap kali ulang tahun, kita terbiasa membuat sebuah keinginan, mungkin juga agak mirip dengan membuat sebuah resolusi di awal tahun. Ada yang memang tercapai sesuai target ada juga tanpa hasil sama sekali.             Saya sendiri bukan orang yang penuh perencanaan, tapi beberapa hasil dan pencapaian yang saya dapat hari ini karena berkah Allah dan usaha yakin serta doa yang terpanjatkan. Apa pencapaian saya sampai dengan saat ini bisa baca di sini.             Nah, give away kali ini hanya ingin berbagi pengalaman dengan sahabat semuanya. Pilihannya menjadi dua versi. 1.     Bagi yang sudah berusia 30 tahun, yuk bagi pencapaian yang sudah kamu dapatkan ketika umurmu sudah 30 tahun. 2.     Bagi yang belum berumur 30 tahun, sharing juga apa-apa saja yang ingin kamu capai sebelum u