Rabu, 02 Februari 2011

Tanpamu



Dimanakah kau cintaku,…aku bersama gelisah menantimu untuk menatap mata coklatmu yang teduh
Dimanakah kau pujaanku,..aku bersama gundah mengharapkan uluran jemari hangatmu….
Dimanakah kau belahan jiwaku,..apa kau tak melihat siang dan malam aku terpekur dalam bayangan kasihmu,…menggantungkan rinduku dalam derit cabang pohon yang ditiup angin malam,..
Dimanakah kau pahlawanku,…dalam robohan tonggak kujelajahi resahku, dalam bisunya puing-puing tsunami kurapatkan tiap jengkal kekuatanku,..
Dimanakah engkau separuh jiwaku yang lain,…aku akan tetap menantimu dalam setiap saat ketika mimpi indah menghampiriku,..

NB.
Saya belajar menuliskan puisi ini di sebuah sore yang kelabu, di sebuah pengungsian Tsunami Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu, ketika saya melihat seorang   wanita muda dalam keadaan hamil besar, duduk terpekur diantara jejeran mayat. Ketika saya sadar bahwa wanita itu hanya tinggal seorang diri.

0 komentar:

Posting Komentar