Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Wingman

Waktuku serasa berhenti berdetak saat kau hadir perlahan. Menyesap ke-tiada-anku ke dalam ada-anmu. Bersama desau angin yang memerih rindu meradang. Ku lihat kau sekilas dengan sayap terkembang menyapaku dengan senyuman.             Arakan awan mengiringi setiap kepakan sayapmu, merindu, mengeram, meronta akan cinta yang terpasung oleh kabut ketakdayaan kita. bukankah cinta bukan hanya urusan mata, namun cinta mengaitkan hati dalam jarak tak berjarak. Merangkai kasih dalam kisah walaupun nyatanya nista.             Walaupun berselimut penantian, kita tetap harus mengunyahnya bersama. Dunia kita ada waktunya ucapmu. Kita semakin terluka, saat harus memendam kata, mengeram rasa. Menjadi setia menanti hujan melemparkan kita dalam setiap abdjad terakhir yang menjadi titah  dari yang kuasa.             Langkahku selalu menuju arahmu. Mengapa rindu ini selalu membutuhkan jarak. Jarak mataku memandang ketulusanmu, jarak tubuhku yang ingin membekapmu dalam rangkaian rindu. Jarak ken…

Esok,..Kecuali Aku

Adikku,.... Di sini, kubaca Malam yang dingin dengan wajah termangu Mungkin pertanda esok hari akan Cerah. Secerah Harapan yang disandingkan dalam Doa untukmu Baju pengantin putih telah menanti sebagai baju kebesaranmu esok Ketika bumi menyaksikan kau temui gerbang itu.
Adikku,.... Puluhan mata menatapmu esok, berucap amiennn mempersembahkan Ijabah. Menyemai Harapan, mengembangkan senyuman mengiringi tiap kata sakral yang tercipta. Kalimat bahagia tak cukup disandingkan dengan senyuman Bahkan airmata pun tak cukup menyatakan bahagia. Itu semua untukmu adikku.
Adikku,.... Lelaki paruh baya yang selalu kita panuti, menahan genangan di sudut matanya. Menabuhkan bangga, menyematkan semangat untuk menit-menit bahagiamu. Berbahagialah adikku,.. Karena wanita yang menghabiskan waktu dan hatinya untuk kita Kini berurai airmata, bukan pertanda tak rela ,namun akibat sayang yang mendalam.
Adikku,... Esok, Kurasakan ratusan malaikat berbaris di langit sana Menyaksikan sebuah masjid yang dibangun atas ikatan suci Kec…

Shelter

Malam merangkak menjemput gulita. Tubuh-tubuh bersatu bersama jiwa meraih ketenangan.  Pesona Malam hanya dipandangi oleh mata yang terjaga dari gulita. Desau angin melewati tiap apa yang dilaluinya, menyampaikan sentuhan tanpa ku memintanya.             Sebongkah sesak bercokol di dadaku kini. Buyar melebur bersama badai airmata. Rembulan menatapku dari duduknya. Tak perduli sekalipun ditatap tangisku tak jua mereda. Kini Bintang yang genit mengerdipiku, namun gundahku tak jua berujung malu olehnya.             “Menangislah, namun jangan terlalu lama....kau harus selalu terlihat anggun, karena kau wanita yang kuat dan pantas untuk bahagia”             Sebuah nada berat di ujung sana membungkam riuh kalutku. Seolah berhenti badai yang menerjang bidukku. Senyap,...sesenyap harapku menghapus laju sesak pada dinding kalbu rapuhku.             Mata yang tajam bersinar tepat menghujam dadaku. Hatiku kini Seperti dinding kaca yang mampu kau baca dari jarak tertentu, mampu kau amati hingga kau t…

LELAKI MALAM

Mungkin hanya beberapa saja, kerlipan bintang yang mengedipiku di pekat gulitanya malam. Kurasa langit kian menjelaga, membiarkanmu datang di antara bayang-bayang malam para hati yang setia mengucapkan selamat tidur  pada kekasih hatinya.             Dalam gelombang alpha, kau hadir perlahan. Seperti simpul-simpul saraf penyampai pesan rindu, kau menggiring desahku pada tabir peristirahatan. Membuang setiap sekat yang menjulang antara kita untuk menghadirkan sebuah kebahagiaan tanpa kenyataan.             Lelaki malam yang bertandang bersama desahan angin, membekapku erat dalam selimut sayap hitam. Kecupannya kurasakan begitu basah diantara lelapnya penghuni alam. Meninggalkan rinai kasih yang menyiramiku hingga sejenak kurasakan sejuk membekas indah untuk hadir kembali dalam gelapnya kabut dosa.             Lelaki malam yang menyapaku dalam sandiwara nista, menyematkan kisah tanpa aksara, membiarkanku gegap dalam kalut, walaupun esok malam kan kau bacakan lagi naskah cerita …

AMNESIA

“sudah sampai,....gumam hatiku menatap kemilau emas matahari yang menyambut kedatanganku siang ini. Ah, udara khas nanggroe yang membelai lembut dipadu dengan sengatan ultraviolet yang memapar kulitku.             Mataku tak berhenti mencari setiap sudut arrival room Iskandar Muda. Mencari sesosok tubuh yang aromanya perlahan memekat menusuk hidungku sejak kakiku melangkah di ruang  kedatangan yang sederhana ini.             “tidak ada,....bathinku             “sungguh dia tidak ada” kuyakinkan hatiku lagi.             Kendaraan roda empat yang kutumpangi melaju dengan cepat. “tolong pelan-pelan saja pak” pintaku pada pak supir.         Persis seperti pintaku, kendaraan itu berjalan perlahan, memberikanku waktu untuk menatap sejenak tarian rumpun padi yang bergoyang ditiupi angin di sekitar bandara. Serasa ku ikut merasakan alunan musik alam yang membiarkanku sejenak dalam gelombang alpha.             “kita ke simpang tujuh ulhee kareng ya pak”             Mobil berbelok ke kiri menyusuri …

Garden

GARDEN,... By Aida M Ahmad

            Jiwaku terjaga mendengarkan nada yang kau bisikkan lewat bunga tidurku. Seperti desahan hujan menjamahi rumput liar di halaman rumahku. Apakah kau ingat bagaimana dulu taman kita berbunga lalu berbuah???. Hanya kecupan mesra yang kau hadirkan, padahal tlah seminggu hujan tak menyambanginya.             Kini musim hujan mendahuluimu meranggas taman kita. Beberapa bunga lily api berjatuhan setelah seminggu merekah. Tampiasan hujan membuat mataku terpejam sejenak menikmati sensasi sejuknya. Bukankah dulu kita selalu menunggu saat-saat di bawah dahan akasia, merasakan tiap tetes hujan yang mencuri jatuh di sela-sela daun, membuat tubuh kita saling berpelukan.             Tanganku mengitari tiap helai daun di taman kita, melangkah pelan menyapa tiap bunga yang sering kita sapa bersama. Kulihat hujan masih mengembun di balik jendela kamar, berharap kau berdiri di sana, memandangku memapahku untuk masuk, mengeringkan tubuhku yang kebasahan oleh rindu.        …