Jumat, 22 April 2011

Esok,..Kecuali Aku



Adikku,....
Di sini, kubaca Malam yang dingin dengan wajah termangu
Mungkin pertanda esok hari akan Cerah.
Secerah Harapan yang disandingkan dalam Doa untukmu
Baju pengantin putih telah menanti sebagai baju kebesaranmu esok
Ketika bumi menyaksikan kau temui gerbang itu.

Adikku,....
Puluhan mata menatapmu esok, berucap amiennn mempersembahkan Ijabah.
Menyemai Harapan, mengembangkan senyuman mengiringi tiap kata sakral yang tercipta.
Kalimat bahagia tak cukup disandingkan dengan senyuman
Bahkan airmata pun tak cukup menyatakan bahagia.
Itu semua untukmu adikku.

Adikku,....
Lelaki paruh baya yang selalu kita panuti, menahan genangan di sudut matanya.
Menabuhkan bangga, menyematkan semangat untuk menit-menit bahagiamu.
Berbahagialah adikku,..
Karena wanita yang menghabiskan waktu dan hatinya untuk kita
Kini berurai airmata, bukan pertanda tak rela ,namun akibat sayang yang mendalam.

Adikku,...
Esok, Kurasakan ratusan malaikat berbaris di langit sana
Menyaksikan sebuah masjid yang dibangun atas ikatan suci
Kecuali aku,..ya kecuali aku yang hanya mampu menatapmu dari jauh
Menyeka airmataku, menengadahkan tanganku dengan tulus
Menyusun ribuan maaf tak kala tubuhku tak berada diantaramu

Adikku,...
Melangkahlah mendekat pada gerbang itu dengan senyuman
Bahteramu kini siap untuk berlayar,....
Menghalau ombak, menantang angin
Tapi kuyakin kau sangat mampu,..
Karena ku tahu kau selalu bijak menjadi nakhoda.

*****







1 komentar: