Senin, 18 April 2011

LELAKI MALAM


            Mungkin hanya beberapa saja, kerlipan bintang yang mengedipiku di pekat gulitanya malam. Kurasa langit kian menjelaga, membiarkanmu datang di antara bayang-bayang malam para hati yang setia mengucapkan selamat tidur  pada kekasih hatinya.
            Dalam gelombang alpha, kau hadir perlahan. Seperti simpul-simpul saraf penyampai pesan rindu, kau menggiring desahku pada tabir peristirahatan. Membuang setiap sekat yang menjulang antara kita untuk menghadirkan sebuah kebahagiaan tanpa kenyataan.
            Lelaki malam yang bertandang bersama desahan angin, membekapku erat dalam selimut sayap hitam. Kecupannya kurasakan begitu basah diantara lelapnya penghuni alam. Meninggalkan rinai kasih yang menyiramiku hingga sejenak kurasakan sejuk membekas indah untuk hadir kembali dalam gelapnya kabut dosa.
            Lelaki malam yang menyapaku dalam sandiwara nista, menyematkan kisah tanpa aksara, membiarkanku gegap dalam kalut, walaupun esok malam kan kau bacakan lagi naskah cerita yang tanpa ku minta. Selamat malam lelaki malam, karena kau hanya ada di antara bayang malam.


Jakarta, 7 Maret 2011
Aida M Affandi

0 komentar:

Posting Komentar