Sabtu, 14 Mei 2011

Surat Untuk Istri dari Lelaki Yang Kurindui


Kepada Istri
Yang Lelakinya Kurindui

Maaf, .....
Mungkin ini kata pertama yang harusnya kugoreskan dalam setiap tatapku padamu. Setiap kali kumelihatmu dengan pakaian sederhanamu, dengan senyuman keibuanmu dan dengan kasih sayangmu pada anak-anak dari lelakimu. Aku hanya ingin mengucapkan satu kata “MAAF” karena aku merindui lelakimu, suamimu.
Bolehkah aku hanya sekedar merinduinya???
Oh, sepertinya ini pertanyaan yang konyol.  Mungkin dengan segera aku akan mendengar kalimat penolakan darimu. Penolakan dari hatimu memintaku jangan mencoba untuk merindui lelakimu, suamimu.
Ah, maafkan aku lagi,...
Jujur,..Aku sungguh terlanjur merinduinya. Terkadang logikaku tak mampu bekerja baik jika berhubungan dengan rasa, bahkan kini logikaku kalah telak karena ku tak perduli bahwa lelaki yang kurindui telah membangun masjid bersama dirimu dalam ikatan pernikahan.
Maaf,....
Apa kau tahu, pesona lelakimu menggodaku. Menggoda inginku untuk mengharapkannya lebih dari sekedar merindu. Jadi, kini aku bertanya padamu....Bolehkah kita berbagi tempat di hatinya?? Tak mengapa jika hanya secuil untukku, dan diletakkan di sebuah sudut yang kelam. Itu semua sungguh tak mengapa, asal kau ijinkan aku masuk ke dalam hati lelakimu.
Ah,...Maafkan aku lagi,...
Ternyata aku terlalu lancang kali ini.  Percayalah, aku tak akan berani meminta jika tak ada kalimat memberi. Tatapan mata lelakimu padaku mengisyaratkanku harus meminta sesuatu. Sesuatu yang lebih dari sekedar rindu. Ya itu Hatinya.
Sekali lagi aku bertanya, bolehkah kita berbagi tempat di hatinya???
Tak mengapa jika saat ini kau belum mampu. Atau menghujaniku dengan tangis kesedihanmu. Aku akan tetap menunggu, atau aku akan memilih pergi hingga ku tak temui lagi isyarat dari mata lelakimu.
Salam
Aku yang merindui lelakimu




0 komentar:

Posting Komentar