Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Inisiasi Rencana Masa Depan

Saya dan Anak saya Nazira ( 4 tahun)


         Saya orang yang percaya bahwa dalam hidup ini sebagian besar adalah campur tangan Tuhan, termasuk perubahan nasib sekali pun akan mendapat kalimat pengaminan dari Tuhan ketika kita sudah berusaha dan berdoa maksimal. Namun sayangnya semua garis kehidupan itu adalah sebuah rahasia, mutlak milik Tuhan saja. Ada senang, bahagia, sedih, tawa bahkan sakit pun menjadi sebuah keniscayaan hidup.
            Ada sebuah kalimat yang sering saya dengar, bahwa kita hanya bisa berencana sementara Tuhan yang menentukan. Saya tertarik dengan rencana yang dibuat manusia dalam kesejahteraan hidupnya. Sering kali saya dapati seseorang menyalahkan rencana Tuhan semata atas ketaknyamanan yang ia alami. Misalnya, ketika seorang anak harus hidup sebatang kara, tanpa biaya dan harus mulai mencari uang sedini mungkin karena orang tuanya tidak meninggalkan simpanan tabungan sama sekali untuk kebutuhan hidup apalagi pendidikan si anak.
            Ketika garis hidup a…

Pojok Inspirasi

Akhir-akhir ini setiap kali menonton telivisi atau dvd fokus saya selalu ke satu hal. Mata saya betah berlama-lama menatap ke satu arah saja, lalu diam-diam di hati saya menyusun doa, semoga suatu saat nanti saya akan punya yang seperti itu, dengan jumlah yang lebih banyak dan ruangan yang lebih besar.
            Saya menyebutnya dengan nama “Pojok Inspirasi” atau ruang pustaka dan membaca. Berada dalam ruangan yang dipenuhi buku dan suasana tenang, saya pikir inspirasi akan betah berlama-lama dalam pikiran saya sampai saya menuangkannya kembali dalam bentuk tulisan.
Pojok Inspirasi idaman saya :)
            Saat melihat ruang baca di beberapa film, atau melihat ruang pustaka di beberapa rumah dalam acara Griya unik, sempat membuat saya benar-benar iri setengah mati. Memiliki ruangan pustaka di rumah seperti memiliki harta karun yang tak habisnya di mata saya. Setiap kali ditanya apa hal yang paling saya inginkan saat ini, jawaban saya tak pernah berubah semenjak dua tahun lal…

Anak Nakal atau Banyak Akal?

Bicara tentang dunia anak mungkin tak akan pernah selesai untuk dibahas, saya pun mengakui hal yang sama, dunia anak itu dunia super unik, bahkan banyak hal-hal baru yang justru saya pelajari dari anak saya sendiri, mulai dari mencampur sayur bayam dengan toping yogurt heheheh, hingga belajar memotong model rambut sendiri dengan menggunakan cermin, untuk satu ini jangan coba-coba serahkan saja pada ahlinya ya..heuheu..

cover di atas ini kumpulan kisah anak-anak cerdas alias banyak akal, saya turut berkontributor dalam buku tersebut, tentu saja saya menceritakan bagaimana banyak akalnya anak saya Nazira yang menggelikan.

Bun-bun, Aku kan Sudah Besar...itu judul tulisan saya tentang Nazira dalam buku ini, mengambil salah satu kreatifitasnya di antara bejibun akal-akalannya yang lain. cerita ini menggemaskan, mengesankan membuat saya ingin berulang kali membacanya lagi setiap kali saya sedikit kelelahan dan emosi yang tidak stabil, setelah membaca tulisan ini lagi, saya akan lebih tenan…

When I Broke Up

Cover yang ada di bagian depan ini adalah salah satu antologi saya yang baru saja terbit beberapa minggu lalu di Leutikaprio, berisikan 30 naskah dari penulis kontibutor yang kesemuanya adalah pemenang lomba true story When I broke up.

Awalnya saya sedikit ragu ikut event ini, rasanya kok aneh putus cinta juga dijadikan sebuah tulisan, namun ternyata bukan itu inti dari event satu ini, putus cinta lalu menangis-nangis itu sudah biasa, namun bagaimana bangkit dan tak berlama-lama dalam keadaan patah hati lalu mengenyampingkan hal yang lain itu sekiranya menjadi isi utama dari 30 kisah patah hati dalam buku ini.

Tulisan saya yang terpilih di sini adalah PECUNDANG CINTA, entah mengapa judulnya terkesan mengerikan ya, tapi kenyataannya pernah suatu waktu merasa benar-benar cinta namun tak pernah berniat mempertahankannya, mungkin seperti itulah kira-kira seorang pecundang cinta.

Buku ini sudah dapat dipesan di leutikaprio atau hubungi saya langsung dengan harga Rp. 47.000, bisa dipesan d…

Ping Bukan PING

Judul Buku                : Ping, A Message From Borneo Penulis                        : Riawani Elyta dan Shabrina WS Genre                         : Novel Fiksi Remaja Tebal Halaman          : 139 halaman Penerbit                      : Bentang Belia (PT. Bentang Pustaka) ISBN                           : 978-602-9397-17-8
Pernah dengar istilah PING lalu disertai dengan getaran di ujungnya pada program panggilan di sebuah merk SmartPhone terkenal?. Rasanya semua orang mengenali istilah PING ini, namun istilah PING dalam Novel “Ping, a message From Borneo” ini bukan sama sekali membicarakan tentang smartphone, walaupun setelah kata PING dilanjutkan dengan kalimat a message (sebuah pesan).  Istilah Ping yang dimaksudkan di sini adalah nama anak orangutan yang menjadi salah satu tokoh fabel dalam Novel remaja hasil kolaborasi unik Riawani Elyta dan Shabrina WS yang dinobatkan sebagai juara pertama event Novel Bentang Belia awal tahun ini.
            Unik, mungkin itu kesan pertama kali yang a…
REVIEW BUKU BERBAGI HATI OLEH MIRANDA SEFTIANA


Berbagi hati.

Hmmm... Pernah terbersit dalam benak kita untuk berbagi hati? Mengikhlaskan orang yang kita cintai mendua? Rasanya sebuah polemik yang amat berat. Lalu bagaimana ketika berbagi hati benar terjadi dalam hidup kita? Tentulah sulit untuk menerimanya ya. 

Kisah berbagi hati inilah yang kemudian diangkat dan disajikan menarik oleh tiga penulis hebat yang kiprahnya sudah banyak melahirkan buku-buku yang tak kalah hebat pula. Para penulis ini meracik dengan amat istimewa, menjalin kata hingga menjadi alur cerita yang kadang di akhirnya bisa membuat kita tersenyum bahagia, atau justru bisa membuat kita menitikkan air mata haru atas ketegaran insan-insan yang merelakan orang yang dicintainya berbagi hati. Tak hanya itu, penulis juga menyajikan solusi di setiap akhir ceritanya dengan ending yang amat "manis". 

Cemburu, dilema, terluka, dan air mata ibarat bumbu pelengkap di setiap jalinan ceritanya. Namun pada akhirnya, cinta se…

Wanita Bintangku

Terik sore mengibaskan rindu, semenit setelah burung besi memekik membawaku jauh dari tanah Sultan Iskandar Muda. Senyuman sendu wanita bintangku mengalun menyanyikan sajak rindu entah berapa detik kala kupandangi mata coklatnya yang berkaca bening. Ku pergi bersama mentari tuk hunuskan cinta yang kian tajam di bumi rencong. Ku pergi bersama angin membawa Sebaris galau menghadangku untuk segera kembali, tuk menjemput wanita bintang yang bersinar kian dalam di galaksi hatiku. Tunggulah aku, bersama nyanyian burung gereja di puncak menara Baiturrahman, Tunggulah aku kan ku ukir namaku diujung namamu agar kita menjadi satu selamanya.
Jakarta, 26 february 2011 Aida M Affandi

Bagaimana Syurgamu Hari ini?

Bukan salah saya jika hari ini hanya tersisa sepeda di rumah. Sebenarnya saya tak keberatan sama sekali jk harus kemana-mana bawa sepeda, tapi hari ini hujan, saya sedikit kurang semangat keluar rumah dengan sepeda lalu memboncengi anak saya di belakang dengan jas hujan dan payung yg sedikit oleng saat ia pegang, percuma saja pikir saya  hasilnya ia tetap akan kebasahan.

"Ngajinya besok aja ya syg, kan masih bisa ngaji ama bun-bun di rumah" bujuk saya, dia langsung cemberut, saya tahu dia ga setuju, karena sedang semangat-semangatnya mengaji dengan teman baru.

Terpaksa saya harus menggendong dia yg beratnya 20kg  dari rumah ke tempat ngaji yang jaraknya ga dekat loh :D...lumayan pulangnya saya bisa jadi atlet angkat besi :D

Mungkin saya terlalu percaya diri jika mengatakan bahwa syurga dan neraka di dunia itu bisa kita ciptakan atau dihilangkan oleh diri kita sendiri.

Namun saya rasa itu benar adanya, ketika saya setengah hati melakukannya maka semua terasa berat dan ada saj…