Senin, 30 Juli 2012

Memenangkan Kisah


Bersama Nulisbuku Jakarta, Malam Pengumuman Pemenang Utama
                                     

             Belitong, sebelum daerah ini booming lewat Novel Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata mungkin tak ada yang begitu tahu, mengenal dengan baik bahkan kemudian penasaran ingin ke Belitong.  Sama halnya dengan saya, setelah kena hypnotis kisah Laskar Pelangi, lalu melihat betapa indahnya wisata bahari di bumi Belitong dalam film Laskar Pelangi, diam-diam saya berharap suatu hari nanti bisa mengunjungi daerah dimana hasil dari sebuah Novel mampu membuat dunia pendidikan Indonesia menjadi sorotan.

            Sepertinya doa saya segera didengar yang Maha Mendengar, siapa sangka karena tergiur oleh hadiah jalan-jalan ke Belitong, saya memaksakan diri untuk ikut lomba menulis “Inspiring Teacher” yang diadakan oleh Biovision dan Nulisbuku.com. Sebuah tulisan berjudul “Lelaki Kampung itu Guruku” mengantarkan saya ke tanah yang dulunya sangat kaya dengan Timah ini. Entahlah, mungkin ada hubungannya dengan kalimatnya Bang Ikal “Teruntuk Ayahku, Ayah nomer satu di dunia”,  karena cerita “Inspiring Teacher” yang saya ceritakan dalam “Lelaki Kampung Itu Guruku” adalah kisah Ayah saya sendiri, sebagai bentuk cinta saya kepada Ayahanda di Aceh.

Dinyatakan sebagai Pemenang Utama
                                          

            Setelah melalui beberapa tahapan penjurian dari 200 lebih naskah yang ikut bertarung, akhirnya nama saya masuk dalam jajaran 60 finalis terbaik. Setelah pengumuman 60 finalis, ternyata butuh waktu cukup lama juga untuk menunggu pengumuman 3 pemenang utama yang akan jalan-jalan ke Belitong. Akhirnya pengumuman pemenang utama itu pun berlangsung di kafe Pisa Mahakam di Minggu sore yang cerah, tanggal 23 June 2012 sekitar pukul 5 sore,  nama saya disebut di antara 10 finalis terbaik, debaran di dada saya kian terasa kencang sampai hasil akhir nama 3 pemenang utama disebut dengan suara riuh, dan diabadikan dalam kilatan flash kamera yang memenuhi aula Pisa Mahakam.

            Terimakasih ya Allah…Tentu saja itu kalimat pertama yang keluar dari mulut saya. Bersyukur masih punya kesempatan untuk menunjukkan cinta saya pada Ayahanda tercinta lewat sebuah tulisan yang Insya Allah akan abadi sampai kapan pun, dan bonus ke Belitong bagian Indah lainnya yang membuat senyuman saya mengembang cerah di sore itu. Terimakasih Biovision dan Nulisbuku.com



*****
Jakarta, 28 Juli 2012
Sebuah cerita yang agak terlambat.
Aida MA         

0 komentar:

Posting Komentar