Selasa, 24 Juli 2012

Mereka di Mata Saya #Belitong1


           Mudah-mudahan saya tak berlebihan bercerita kali ini. Karena alasan terpenting mengapa tulisan ini muncul karena saya memang sedang merindukan mereka, sahabat-sahabat yang tiba-tiba menjadi dekat dengan saya dalam tempo waktu tiga hari saat jalan-jalan bersama Biovision di Belitong awal Juli lalu.

                                   Otw Hopping Island, Jalan-jalan ke Belitong Bersama Biovision
                                 Steve, Bu Ermi, Mas Rahmat, Wuri, Mba Ollie dan saya (lihat; dari belakang) 
                                

            Adalah saya, mungkin yang paling cemen di antara orang-orang hebat yang berada di sekitar saya selama tiga hari di Belitong kemaren.

Kita mulai saja dengan Mba Ollie, yang banyak dikenal orang sebagai seorang penulis, blogger dan foundernya Nulisbuku.com. Saya sempat ngomong ke diri sendiri, ini orang kok ya ngeborong semuanya ya (heheheh) karena saking kerennya dia di mata saya.

Jujur saja, tak banyak yang saya tahu tentang kepribadian Mba Ollie, selain kiprahnya yang wara wiri di dunia penulisan. Selama tiga hari bersamanya ditambah setengah hari berada satu stage di Ultah Indofarma akhirnya saya mengenali sebagian sosoknya. Saya mengagumi persistennya dia dalam menulis, itu juga yang menyemangati saya untuk kembali menulis di blog. “Kita perlu membangun Brand diri sendiri, dan itu melalui blog” begitu ucapannya yang tiba-tiba nyantel di kepala saya, terutama ia bercerita tentang jalan-jalan gratisnya ke luar negeri dimulai dari menulis di blog.  Saya sempat ileran kalau dengar kalimat jalan-jalan gratis hanya dengan menulis di blog (Widiihhh…).

Tentu saja banyak hal lain yang terekam di kepala saya tentang sosok Mba Ollie yang selalu berbalut pakaian yang modis, terkadang cuek, senang tidur dan ternyata juga senang makan, nah bagian terakhir ini sumpah bikin saya envy banget, walaupun selera makannya bagus, tapi badannya tetap langsing booo..(merem liat badan sendiri heuheuheu…) untuk satu hal terakhir yang saya sukai dari Mba Ollie ketika sebuah obrolan di sela-sela Ultah Indofarma membuat saya terdiam sejenak, yang pasti semakin membuat saya menyadari bahwa hidup selalu ada berbagai cerita, dan kalimat terakhirnya “Jangan mau jadi orang yang rugi untuk semua ketaknyamanan hidup” ….Nice Quote J.

Wuri Nugraeni, saya akan cerita tentang wanita satu ini. Sahabat sekamar saya selama di Belitong ini, juga tak kalah kerennya. Menurut saya Wuri diam-diam menghanyutkan, dengan pengalaman Jurnalis-nya sumpah membuat saya cemburu, dulu sekali jaman-jaman saya masih single ting-ting (hehehe) menurut saya bekerja sebagai seorang reporter itu asik, keren dan yang penting bisa jalan-jalan. Apalagi kemudian Wuri juga pernah menulis naskah scenario dan terakhir menjadi pemenang I lomba blog yang diadakan oleh XL (wuiihhh…asikk bener kan J. Lalu kekaguman saya bertambah saat saya membaca tulisannya yang menjadi pemenang lomba blog tersebut, dan ternyata memang ajibbb dan bergaya reportase. Keluar dari itu semua, Wuri bagi saya seorang sahabat yang asik J, sosok istri idaman (sepertinya..) dan cara bicaranya yang lembut, membuat saya berpikir betapa “Sumatera-nya” cara saya bertutur (hehehhe).

Di antara yang lainnya, dari Mba Ollie, Wuri dan nanti ada Ibu Ermi dan Mas Rahmat, mungkin Bapak dengan seorang anak ini yang paling sering berkomunikasi dengan saya. Namanya Steve, seorang guru sejati. Mengapa saya mengatakannya Steve seorang guru sejati, karena sejak umur 19 tahun dia sudah menjadi guru, takjub saya dibuatnya, benar-benar niat banget jadi guru celetuk saya padanya sesaat sebelum keberangkatan kami ke Belitong.

Steve mungkin salah satu contoh memanage hal yang tak menyenangkan (baca; dendam) menjadi sesuatu yang positif. Saat ia bercerita tekadnya untuk menulis, menelurkan buku bahkan mengubah image guru olah raga yang disebut-sebut bisa mengajar tanpa harus pakai otak, saya terpukau dibuatnya. Jadi galau itu bisa menjadi positif kalau bener arahannya. Buktinya Steve galau ketika diabaikan kemampuannya, namun ia buktikan lewat bukunya yang berjudul 35 Ronde dan juga menjadi salah satu pemenang utama ke Belitong. Benar-benar patut menjadi inspirasi bagi murid-muridnya dan tentu juga menjadi inspirasi buat saya. Selebihnya Steve sahabat yang rame, juga pintar mengambil angle saat sesi photo-photo narsis kami di Belitong, saya kira perlu saya tulis bagian ini karena beberapa hasil bidikannya cihuy banget hehehe..(Thanks Steve..).

Bu Ermi dan Mas Rahmat, duo ini perwakilan dari Biovision, Bu Ermi, Brand Managernya Biovision sementara Mas Rahmat, Brand/Product Executive OTC (Mudah-mudahan saya ga salah menyebutkan posisi mereka :D).

Ini untuk kali keduanya saya bertemu dengan Ibu Ermi, pertama saat di malam pengumuman pemenang ke Belitong dan kedua ya di Belitong sendiri. Kesan pertama yang menawan saya dan membuat saya menyukai Bu Ermi saat presentasi produk Biovision di Pisa Mahakam, asli…Ibu satu ini pinter banget menawarkan produknya saat ia presentasi di depan, tiba-tiba saja di akhir sesi presentasinya saya mulai berpikir pentingnya suplemen makanan untuk mata bagi seorang penulis (hehehhe).

Mas Rahmat sendiri bisa saya gambarkan sosok yang easy going, sama dengan Ibu Ermi kedua-duanya sangat ramah. Saat ke Belitong kemaren, mas Rahmat-lah yang terlihat paling sibuk di antara kami, terutama saat CSR di replika Sekolah Laskar Pelangi, Gantong.

Saya pikir saya harus mengucapkan  terimakasih yang sebesar-besarnya untuk Ibu Ermi dan Mas Rahmat untuk tiga hari  yang begitu WOW di Belitong, dan untuk Mba Ollie, Wuri dan Steve..Terimakasih sudah banyak memberikan saya inspirasi….keren ah semuanya J.

@Berage, lunch Gangan, makanan khas Belitong :)

           
                             

Jakarta, 24 Juli 2012
Pukul 23.05 Wib
Aida MA



           
            

6 komentar:

  1. Duh, semakin iri aku padamu wahai soulmateku... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba fit....nulis solo atau duet yukkkk...

      Hapus
  2. Hihihihi...mba fit juga keren banget...aku belajar darimu loh mba:)

    BalasHapus
  3. Hihihihi...mba fit juga keren banget...aku belajar darimu loh mba:)

    BalasHapus
  4. ah... justru Mbak Aida yang memberi contoh kepadaku untuk menulis terus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku mah contoh kurang baik....kepepet mulu kalo nulis hihihi

      Hapus