Kamis, 30 Agustus 2012

Memaknai Kekalahan


            
Gambar dari sini


           Pernah kalah dalam beberapa lomba? Saya sering, bahkan sangat sering, mungkin saking seringnya saya tak bisa menghitung berapa banyak kekalahan-kekalahan dalam hidup saya. Seperti sekarang dunia yang saya geluti, dunia menulis selalu membutuhkan latihan dan latihan untuk menjadi seorang yang professional. Jadi sebuah kekalahan bukan berarti kalah dalam artian sebenarnya bukan?, mungkin bisa jadi ada hal yang bisa dipelajari dari sebuah kekalahan.

            Mungkin tulisan ini bisa dinyatakan sebagai obat penghibur diri sendiri ataupun sebagai sketsa refleksi diri dalam sebuah kekalahan. Karena sampai detik ini saya belum pernah menemukan seseorang yang sukses besar tanpa pernah mengalami kekalahan.

            Oke, mari kita sebut saja seorang tokoh yang terkenal saat ini, lalu telusuri apa yang terjadi dalam hidupnya di masa lalu sebelum namanya bisa kita kenal seperti saat ini. Sepertinya alurnya hampir sama, from zero to hero. Silahkan di-bold kalimat ini, hanya untuk sekedar mengingatkan kita kembali bahwa yang instant tak cukup kuat untuk bertahan.

            Dulu saya pernah bertanya-tanya mengapa seseorang harus mengalami kekalahan? Mengapa seseorang harus diberi ujian, atau mengapa seseorang harus menyelesaikan fase yang tidak nyaman untuk mendapatkan sebuah kemenangan? Dulu saya pikir, ya karena Tuhan ingin menguji hamba-Nya, atau karena Tuhan ingin melihat kesungguhan hamba-Nya…

            So..se-simple itu pikiran saya dulu memaknai sebuah kekalahan atau kehilangan.

            Jika se-simple itu lalu pertanyaan yang muncul kemudian akan seperti ini. Untuk apa Tuhan menguji kita? Untuk apa Tuhan hanya sekedar melihat kesungguhan kita? Padahal Tuhan Maha Tahu, Maha Melihat segala sesuatu yang tak pernah tersentuh oleh manusia sekali pun. Untuk apa Tuhan harus berepot-repot dalam hal seperti ini?

            Seiring waktu saya mulai berpikir, bahwa ujian itu bukan untuk siapa-siapa, tapi mutlak hanya untuk diri manusia itu sendiri. Mengapa saya mengatakan demikian? Karena Nabi Muhammad sebagai manusia pilihan saja sejak dalam kandungan harus diuji dengan kehilangan, apa karena Tuhan hanya ingin melihat kesungguhannya?

            Jawabannya tentu saja TIDAK

            Tapi kehilangan, kekalahan adalah sebuah persiapan bagi jiwa kita untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar di depan kelak. Siapa yang mampu mengukur kemampuan seseorang jika ia belum ditempa dengan baik, jika ia belum istiqamah dengan tulus. Seperti kalimat di bawah ini.

Cinta tak ada guna, jika ia tanpa sikap. Setia tiada guna jika ia tanpa pembuktian dan penyesalan tidak ada guna, jika ia tanpa perubahan. Lalu kekalahan tidak ada guna tanpa ada pencapain untuk sebuah kemenangan.

            Intinya semakin kita pintar memaknai sebuah kekalahan, maka semakin dekat jalan kepada kemenangan. Tentu saja ini bukan kata-kata saya, tapi kata orang-orang yang sudah pernah mengalami kekalahan demi kekalahan lalu mencapai beberapa kemenangan setelah pintar melalui kekalahan itu.

            Setidaknya kekalahan terakhir kali yang saya alami membuat saya menjadi pemenang atas diri saya sendiri. Berhasil menulis 50 halaman dalam sehari, sebuah fenomena yang patut saya abadikan di sini. Selebihnya saya memang harus lebih pintar lagi memaknai setiap kekalahan, agar ketika mencapai kemenangan disambut dengan jiwa yang humble.

            Jadi, Apa kita sudah siap dengan sebuah kekalahan hari ini? J


Jakarta, 30 Agustus 2012
Pukul 23.52 WIB
Aida MA




Kamis, 23 Agustus 2012

Lebaran Yang Bikin Lebar-an

Cek Timbangan :)




Begitu selesai puasa dan menikmati lebaran kayaknya ada yang berasa beda ya? Mungkin ukuran celana yang jadi lebih sempit, lingkar pinggang yang nambah beberapa sentimeter (hehehe) bayangkan saja lebaran benar-benar bikin lebar-an. Silaturrahmi ke tempat sanak saudara juga berarti peningkatan bobot tubuh, icip sana icip sini hasilnya timbangan semakin bergerak ke kanan, ujung-ujung sebel ama timbangan (hehehe).

            Kalau belum ada yang mau ngaku timbangannya nambah setelah lebaran, mending saya ngaku duluan deh (heheheh), berhubung tulisan ini tentang berbagi tips menurunkan berat badan yang sehat terutama pasca lebaran yang sudah pernah saya praktekkan sebelumnya.

            Mungkin kita pernah merasa ga terlalu sehat, kadang-kadang bangun pagi dengan kondisi kepala pusing padahal makan tetap teratur, tidur normal tapi satu badan ini rasanya berasa ga enak dan kurang fit. Nah, kalau pernah mengalami hal-hal yang kayak gini bisa jadi dalam tubuh kita sudah mulai bertumpuk racun dari beberapa makanan yang tidak sehat yang kita konsumsi selama ini.

            Tanda-tanda lainnya bisa dilihat dari wajah yang mulai banyak jerawatnya, atau nafas yang agak berbau tidak sedap, mungkin juga kulit terlihat kusam. Ini sebagian pertanda bahwa fungsi hati kurang optimal karena organ hati dan ginjal mulai diliputi oleh racun. Darimana racun tersebut? Bisa jadi dari makanan cepat saji atau gorengan yang biasa dijual di pinggir-pinggir jalan.

            Nah, terus kalau sudah begitu, harus bagaimana? Cara yang paling sehat menurut pakar kesehatan adalah mulai melakukan detoksifikasi.

            Detoksifikasi ini atau kata lainnya mengeluarkan racun dari dalam tubuh sebenarnya punya beberapa metode, tergantung organ tubuh yang mana hendak kita bersihkan. Apalagi lebaran makanan yang kita konsumsi sebagian besar adalah daging dicampur santan kelapa, benar-benar makanan yang sangat tinggi lemak. Jika dikonsumsi dalam waktu lama dan terus menerus bisa-bisa menimbulkan komplikasi yang lain.

            Metode Detoks yang saya pakai kali ini berjudul “Flush Fruit 3 Days Detox” sebuah metode detoks yang dikembangkan oleh Jay Robb. Mengapa saya pilih detoks cara Jay Robb? Alasannya sangat menarik buat saya.

“SELAIN MEMBUAT TUBUH SEHAT, FLUSH FRUIT JUGA MAMPU MENURUNKAN BERAT BADAN HINGGA 5 KG DALAM 3 HARI MAU?? (hehehe)”

            Alasan saya ya sangat simple, apalagi masih terkena sindrom emak-emak “One Big Pack” (hehehe) tentu saja saya pilih cara yang paling gampang dan sehat untuk menurunkan berat badan sekaligus mendetoks tubuh dari toksin.

            Kita mulai saja pelaksanaan detoks flush fruit ini ya. Jadi, program ini berlangsung selama 3 hari, silahkan pilih hari yang kira-kira hanya dihabiskan di rumah saja, mungkin weekend pilihan yang tepat untuk memulai program ini.

Hari pertama

Konsumsi susu high protein (bisa pakai susu kedelai) tujuannya untuk meluruhkan lemak dan menggantinya dengan massa otot.

Hanya susu tinggi protein saja

Program dimulai dari pukul 08.00 pagi sampai dengan pukul 04.00 sore. Dari pukul 08 pagi, setiap 2 jam minum segelas susu high protein. Jadi setiap pukul 8, 10, 12, 2 dan berakhir di pukul 4 sore kita hanya konsumsi susu high protein dan diselingi dengan air putih.

Untuk pukul 05.00 sore hanya memakan setengah alpukat ukuran sedang atau salad sayur yang direbus dan dicampur dengan olive oil. Untuk makanan pukul 05.00 ini silahkan pilih salah satunya saja.

Oke, hari pertama selesai, setelah pukul 05.00 kita tidak boleh mengonsumsi makanan apapun selain air putih saja.


Hari Kedua dan Ketiga

Konsumsi jus buah segar (Mangga, Nanas, Apel, Pepaya, Semangka) Tujuannya untuk mengeluarkan racun yang sudah terakumulasi dari dalam tubuh kita.

Pilih Apel, Semangka, Mangga, Pepaya dan Nanas

Sama halnya dengan hari pertama, jus buah (kelima jenisnya) diblender halus diminum per-dua jam. Jadi, dari pukul 08.00 hingga pukul 04.00 sore setiap per-dua jamnya kita hanya konsumsi jus buah segar ini. Dan treat ini dilakukan selama 2 hari.

Untuk pukul 05.00 silahkan memilih makan salad sayur yang dicampur olive oil atau setengah alpukat ukuran sedang. Setelah pukul 05.00 sore tidak boleh konsumsi apapun selain air putih saja.

            Ada beberapa catatan yang harus saya tulis di sini. Detoks di hari pertama biasanya akan berlangsung lebih santai, kondisi tubuh masih normal menerima asupan susu tinggi protein. Biasanya, hari kedua dan ketiga treatment ini akan terasa lebih berat, apalagi kemudian harus minum jus setiap 2 jam, mungkin agak sedikit membuat mual,lemas dan agak drop, namun tak perlu khawatir kondisi ini sangat normal, kondisi tersebut sebagai bentuk stimulus tubuh dalam mengeluarkan racun. Jadi, begitu terasa lemas, silahkan dilanjutkan saja sampai di hari ketiga.

Jus Buah untuk hari kedua dan ketiga

            Ada beberapa tips agar tubuh tidak terasa begitu lemas saat detoks, bisa dilakukan dengan membaca buku-buku humor, atau nonton film kesukaan kita. Setelah hari ketiga dilalui, bisa dirasakan tubuh terasa lebih ringan dan berat badan turun hingga 5 kg (hehehe).

            Flush Fruit memang mampu membantu tubuh mengeluarkan racun, dan alangkah baiknya pula ketika tubuh sudah sehat, kita juga tak lupa untuk melakukan detoks pada pikiran kita masing-masing, agar racun-racun pikiran negative bisa keluar juga J. Untuk quote yang terakhir saya comot dari kata-kata orang bijak (hehehe).

            Selamat Mencoba,…Saya turun 4 kg dalam 3 hari…MAU? Heheheh.


*****

Aida MA



           

Kamis, 16 Agustus 2012

Permintaanmu (AKU TAK BUTUH MADU)



Gambar dari sini


Aku mungkin tak akan berteriak jika kau hanya memintaku membuatkan sambal teri kesukaanmu. Mungkin juga aku tak akan sesak jika kau memintaku bersabar menunggumu pulang yang terkadang begitu larut malam. Sungguh aku tak akan rungsing jika hanya mengurusi dua bocah kita yang bergelayut manja.

            Tapi kini kau meminta sesuatu yang membuat kepalaku ingin pecah, membuat pembuluh darahku menegang, Bahkan membuat pita suaraku berubah sopran mencapai oktaf tertinggi. Sebelum kau memintanya apakah kau tak berfikir bahwa aku akan murka?

            Kali ini rayuanmu tak akan mempan lagi di hatiku. Kali ini godaan mautmu tak meluluhkan siang di jiwaku. Begitukah dirimu ketika berada jauh dariku berhari-hari lalu menyusun sebuah rasa baru yang kau cipta di sana. Begitukah dirimu begitu manis di depanku, bahkan tak ku sadari mungkin dalam shalatmu kau meminta pada Tuhan untuk urusan satu ini.

            Oh tidak, mungkin juga di saat kau sedang bersamaku. Saat kau sibuk dengan barangmu yang canggih itu. Siapa tahu? Bahkan aku terlalu tolol tidak memperhatikan status-statusmu yang nyatanya tak kau tujukan untukku.

            Ingat!!! Aku tak ingin mendapatkan predikat baru dari mereka. Sumpah, tak akan kubiarkan melekat di dadaku. Aku masih muda, aku belum tua dan aku tak ingin dituakan. Aku juga manis, tak perlu ditambahi gula, apalagi sebuah madu. Ingat suamiku... AKU TAK BUTUH MADU.

            Sampai kapan kau akan merengek di kakiku? Sampai kapan kau rayu diriku? Hatiku bukan matematika yang bisa kau tambah, kurang apalagi sampai kau bagi lalu hasilnya minus. Tak perduli bagaimana caranya. Hatiku jangan kau acak-acak!!!

            “Bunda, Ijinkan Ayah menikah lagi ya?”

            Cukup sekali ini permintaan ini ku dengar dari bibirmu. Cukup sekali ini membuat telingaku memerah nyala. Cukup sekali ini, jika kau terus memintanya, baiklah kita bicarakan gono gini saja. Titik!.

Tag khusus para wanita, ibu-ibu yang tak perlu madu
Based on true story loh :D

Jakarta, 13 Juli 2011
Pukul 09.10 wib
Aida M Affandi

relation post ini

Teruntuk Wanita Yang Kunikahi




Teruntuk Wanita Yang Kunikahi....

Aku menuliskan kata demi kata ini ketika kau telah tertidur pulas di samping dua mutiara cinta kita. Ku tatap wajah lelahmu, sebuah dengkuran halus karena kelelahan, ku dengar di antara redupnya lampu kamar tidur kita. Kutarik selimut kututupi tubuhmu yang melingkar kedinginan.

Lima tahun yang lalu aku menikahimu. Dipersaksikan keluarga yang berurai air mata, diucapi selamat oleh sahabat dan keluarga yang bergembira dan diberikan nasehat oleh orangtua dan para tetua agar kita selalu bersama.

Waktu terus bergulir tanpa meminta berhenti. Banyak hal yang berubah dalam beberapa waktu. Mungkin tubuhmu yang tak langsing lagi, atau kulitmu yang tak licin lagi, atau sapa dan perhatianmu yang berkurang ketika sibuk mengurusi dua mutiara cinta kita. Namun aku masih tetap menatapmu dengan tatapan yang sama. Tatapan pertama kali ketika kusebut namamu dalam Ijab dan Qabul.

Malam ini aku sendiri, menikmati gelapnya sudut rumah kita. Kunyalakan lampu pijar di sudut ruang tengah rumah. Sekilas dalam temaram ku tatap photo walimahan kita yang terpajang rapi di dinding rumah. Ada rasa yang membuncah di dadaku setiap kali ku tatap wajah kita di bingkai yang berukiran itu.

Betapa ku sangat mencintaimu , rasa itu seperti air yang meluber membanjiri hatiku. Begitulah cintaku padamu sepenuh hatiku. Cintaku masih seperti dulu, cintaku masih memperhatikanmu, cintaku masih mengayomi, cintaku masih membelaimu, cintaku masih menatapmu.

Hari ini ingin kukabarkan padamu bahwa hatiku semakin luas. Hatiku semakin luas dari hari ke hari dari jam ke jam bahkan dari menit ke menit. Tak sedikitpun rasaku padamu berkurang, tak sedetikpun perhatianku padamu melemah. Aku masih mencintaimu sama seperti dulu sama persis seperti yang kau rasakan juga hari ini.


Kali ini sebuah rasa menghampiri hatiku. Aku mencintainya bukan karena sesuatu yang kurang di dirimu. Aku menyayanginya bukan karena ada alasan ini dan itu. Namun hati ini memang telah tertambat padanya, menaruh kata yang lebih dari simpati, menaruh rasa yang lebih ingin memberi dan hatiku memang memperhatikannya.

Janganlah kau ingin meninggalkanku karena sebuah rasa yang hadir di hatiku ini. Janganlah kau mengabaikan cintamu padaku karena sebuah perhatian yang kuberikan pula padanya. Hatiku padamu masih seperti dulu, rasaku padamu masih tetap begitu. Ku mohon jangan cemoohi aku karena rasaku padanya.

Aku mencintaimu, aku mencintai anak-anak kita, dan aku juga mencintainya. Bersabarlah dengan keadaan hatiku kini. Jika kau pergi sungguh hatiku sangat menderita, jika kau memintaku untuk melupakannya, Pintalah pada Yang Kuasa, karena rasaku padanya sebuah rasa yang murni dititipkan-Nya semata tanpa pernah aku memintanya.

Wahai Wanita, Ibu dari Mutiara Hatiku....

Kini tlah kau baca kabar hatiku. aku memperhatikannya namun tak mengurangi perhatianku sedikitpun padamu dan anak-anak kita. Aku menyayanginya namun tak mengurangi sedikitpun rasa sayangku padamu dan buah hati kita. Aku mencintainya juga tak mengurangi apapun dari rasa cintaku padamu.

Ku mohon tetaplah di sisiku, bersabarlah atas keadaan hatiku. karena hatiku padamu masih seperti dulu bahkan tak berkurang sedikitpun. Tetaplah selalu di sisiku, selalu menjadi wanita yang aku nikahi, selalu menjadi ibu dari anak-anak kita karena aku akan selalu menjagamu dan buah hati kita.

Salam
Aku, Suamimu yang selalu menyayangimu

Baca juga di sini 

It Takes Two to Tango

Gambar dari sini




Saya yakin kita sering mendengar pepatah satu ini, dibutuhkan dua orang untuk dapat berdansa atau mudahnya saja istilah ini bermakna gayung bersambut. Gayung bersambut berarti ada dua pihak yang ikut terlibat. Ada pihak memberi dan ada pihak menerima. Jika ada yang memberi cinta maka ada yang menerima cinta, kira-kira begitulah makna sederhananya (kalau saya salah, silahkan dibenarkan :))

            Kemaren saya berdiskusi kecil dengan seorang sahabat. Diskusi kecil itu lahir berdasarkan beberapa judul note saya yang sedikit kontroversi menurutnya. Mulai dari Kepada Wanita yang ditiduri ayahku, Kepada Wanita yang suaminya kurindui, Wahai Lelaki Dulu. Dan beberapa tulisan lainnya yang semua intinya menceritakan tentang sebuah affair.

            Saya tergelitik ketika sahabat saya berfikir bahwa saya pembela “wanita kedua” dalam sebuah hubungan pernikahan. loh, bagaimana ceritanya?

            Saya wanita menikah, salah rasanya jika saya dianggap membela “wanita kedua”.  Semua pasangan yang menikah pasti memahami bahwa hubungan pernikahan bukan semata hubungan legalitas kebutuhan biologis semata. Bahkan lebih dari itu mengacu pada ibadah, tanggung jawab, amanah sehingga ibadah satu ini disamakan dengan ibadah setengah ad-dien. Hubungannya secara vertical ke atas pada Tuhan dan horizontal ke samping pada orang-orang yang kita kasihi.

            Saya menganggap sebuah affair adalah sebuah hubungan sebab akibat. Sebab saya tidak puas dengan pasangan saya makanya saya tertarik pada yang lain. sebab saya pernah mengharapkannya dulu, ternyata kesempatan mendapatkannya hanya hari ini. Sebab dia lebih menarik dari pasangan saya makanya saya jatuh cinta padanya. Sebab kebutuhan seks saya tak terpenuhi dengan baik makanya saya mencari wanita yang lain. sebab pasangannya saya terlalu cemburu, ya sudah dibenarkan saja. Bahkan ada sebab yang sangat sering dilontarkan sebagai alasan sebuah affair. Sebab Tuhan menitipi cinta ini di hati saya, dan saya tak kuasa untuk menolaknya *beuhhhhhh*

            Terlepas dari sebab-sebab di atas, sebuah affair tidak akan terjadi jika tidak ada yang meng-amini. Bagaimana bisa ada asap jika tidak ada yang menyalakan api? Bagaimana bisa kebasahan jika tidak ada yang menyiramkan air? Lalu siapa yang mau selingkuh dengan siapa? jika hatinya bertepuk di satu sisi saja?.

            Pernyataan saya yang seperti inilah, yang menyulut nada agak tinggi dari sahabat saya, bahwa saya dianggap telah membela “wanita kedua”. Silahkan lempari saya hujatan jika benar saya membela orang yang berbuat kesalahan.

            Dalam kehidupan kita, di depan mata saya sendiri, bahkan sebagian besar lingkungan kita membuat sebuah stereotype bahwa “wanita kedua” terutama pihak wanita digambarkan semacam trouble maker, seperti hantu dalam biduk pernikahan.

            Jika melihat acara di televisi, di sinetron-sinetron Indonesia yang tak habis-habis episodenya itu terlihat gambaran wanita kedua diseret-seret, dijambak-jambak, dihina-hina demikian sadisnya.  Sumpah, Saya ingin tertawa ngakak melihat adegan yang seperti ini.

            “Kalau suamimu tidak mau, mana mungkin semua ini terjadi. Jangan kau tuduhi aku telah mengiriminya gula-gula dalam secangkir kopi sorenya”.

            Kembali saya bertanya pada sahabat saya. Apa benar sebuah affair terjadi hanya karena ada penggoda? Jika si suami atau si istri tidak mau, walaupun telah digoda dengan berbagai macam cara, tetap saja tidak akan berhasil. Atau jangan-jangan justru pasangan kita sendiri yang berperan menjadi penggoda? Karena tak bisa menerima kenyataan lalu kita menimpakannya pada pihak ketiga?.

            Saya setuju, bagaimanapun keadaannya affair tetap sebuah kesalahan. Bagaimana mungkin ketika pasangan sudah selingkuh lalu kita menyalahkan diri kita sendiri, karena kurang cantik, karena kurang seksi, karena kurang kaya dan banyak kurang-kurang yang lainnya. Saya fikir ini sebuah sikap yang TERLALU. Bukankah dulu pasangan menikahi kita karena kekurangan-kekurangan itu, sehingga ia menikahi kita bukan menikahi yang lain.

            Saya tak ingin menunjuk siapa benar siapa salah dalam kasus seperti ini. Tapi jika saya dimintai pendapat, yang pertama kali harus ditegur adalah pasangan kita sendiri. Begitu banyak berkurangkah cinta ini sehingga begitu mudahnya menyakiti hati?. Jika kemudian harus ada introspeksi dan ada yang perlu dibenahi adalah cinta dalam hati kita masing-masing.

            Lalu wanita kedua atau lelaki idaman lainnya? Bukankah mereka hanya pihak luar yang hanya bisa masuk jika kita ijinkan? Yang hanya bisa mengacak-acak cinta ini jika kita memberinya kesempatan?. Jika tak ada ijin itu, jika tak ada kesempatan itu, merekapun akan mundur teratur dan memilih pergi. Jika tak ada yang berani mundur silahkan lapor pak polisi saja (nyengir dulu).

            Sekali lagi, menurut saya affair  bukan semata karena ada penggoda, namun karena kita mengijinkan untuk digoda. Tulisan ini hanya pendapat pribadi saya. Jika ada yang berpendapat lain, sah-sah saja, dan sepertinya saya harus stop di sini. Saya takut dilempari sambal karena ada yang kurang sependapat dengan saya.

            Selamat Pagi semua.... Happy Weekend

Jakarta, 9 Juli 2011
Pukul 06.23 wib
Aida M Affandi

Rabu, 15 Agustus 2012

Sembilan Tipe Enneagram (Resensi Buku)






Judul asli                      : Are You My Type Am I Yours
Judul Terjemahan          : Enneagram of Love and Relationships
Penulis                         : Renee Baron dan Elizabeth Wagele
Penerbit                       : Serambi Ilmu Semesta
Tebal halaman               : 225 halaman

            Jangan cuma mencintai atau mencampakkan seseorang. Namun galilah Sembilan tipe Enneagram atau system penggolongan kepribadian dan temukan dirinya menjadi kekasih, belahan jiwa, mitra atau kolega yang sempurna bagi anda!

            Buku Enneagram seri cinta dan relationships ini adalah turunannya dari buku Enneagram dan Enneagram of Parenting. Masih dengan penulis yang sama, hanya saja dalam buku ini membahas lebih detil tentang Enneagram pasangan atau kolega agar hubungan menjadi lebih asik dan menyenangkan.

            Buku ini tentu saja sangat berbau psikologi. Beberapa teori Tipe Myers-Brigs ikut mewarnai bahasan tentang Enneagram. Mungkin sedikit membosankan ketika melewati lembar demi lembar dengan teori dan istilah-istilah dunia psikologi yang tak umum digunakan, Syukurnya buku ini menjadi menarik karena pada setiap penjelasan per tipe kepribadian diberi analogi karikatur yang lucu, sehingga pembaca semakin tertarik untuk melanjutkan pada lembar berikutnya.

            Selain dibubuhi dengan penggambaran tipe kepribadian lewat karikatur, pada awalan tiap bahasan tipe Enneagram juga selalu diawali dengan kalimat-kalimat bijak dari tokoh-tokoh terkenal, ini cukup menarik perhatian dan memudahkan pembaca untuk memaknai masing-masing tipe “Jangan pernah merasa cukup dengan kata-kata untuk sesuatu yang bisa kau capai dengan mercon (Bruce Feirstein)” , demikian kalimat pembuka untuk pembahasan  Enneagram Pejuang.

            Beberapa kelebihan lain dari buku ini terletak dari beberapa contoh real pasangan dari tokoh terkenal bersama pasangannya seperti pada pasangan Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II, Jackie dan Jhon F Kennedy, Paul Simon dan Art Garfunkel, masih banyak lagi tokoh-tokoh yang disebut dalam buku ini.

            Pembahasan pasangan beda tipe Enneagram ini juga dilengkapi dengan penjelasan apa yang disukai dan tidak disukai oleh masing-masing tipe Enneagram berdasarkan research yang dilakukan penulis dalam bentuk rekam otak.

            Satu hal lagi yang cukup mengambil posisi penting dalam buku ini, adanya lembaran kuisioner pada tiap bahasan tipe Enneagram. Guna kuisioner ini untuk mengetahui atau menentukan pembaca berada dalam tipe Enneagram yang sedang dibahas tersebut atau tidak.

            Kekurangan pada buku ini mungkin terletak pada pembahasan bagaimana menghadapi pasangan yang berbeda tipe Enneagram, istilah sayap dan panah yang digunakan membuat pembaca harus bolak balik melihat lagi lingkaran Sembilan tipe Enneagram. Terutama yang tidak terbiasa dengan teori Enneagram semacam ini.

            Namun secara keseluruhan buku ini sangat informatif dan membantu pembaca untuk mengenali dan memahami tipe kepribadian pasangan masing-masing, tentu saja agar dapat menjalani hubungan dengan lebih menyenangkan.

*****

Jakarta, 04 November 2011
Pukul 07.02 wib
Aida MA