Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2012

Memaknai Kekalahan

             Gambar dari sini            Pernah kalah dalam beberapa lomba? Saya sering, bahkan sangat sering, mungkin saking seringnya saya tak bisa menghitung berapa banyak kekalahan-kekalahan dalam hidup saya. Seperti sekarang dunia yang saya geluti, dunia menulis selalu membutuhkan latihan dan latihan untuk menjadi seorang yang professional. Jadi sebuah kekalahan bukan berarti kalah dalam artian sebenarnya bukan?, mungkin bisa jadi ada hal yang bisa dipelajari dari sebuah kekalahan.             Mungkin tulisan ini bisa dinyatakan sebagai obat penghibur diri sendiri ataupun sebagai sketsa refleksi diri dalam sebuah kekalahan. Karena sampai detik ini saya belum pernah menemukan seseorang yang sukses besar tanpa pernah mengalami kekalahan.             Oke, mari kita sebut saja seorang tokoh yang terkenal saat ini, lalu telusuri apa yang terjadi dalam hidupnya di masa lalu sebelum namanya bisa kita kenal seperti saat ini. Sepertinya alurnya hampir s

Lebaran Yang Bikin Lebar-an

Cek Timbangan :) Begitu selesai puasa dan menikmati lebaran kayaknya ada yang berasa beda ya? Mungkin ukuran celana yang jadi lebih sempit, lingkar pinggang yang nambah beberapa sentimeter (hehehe) bayangkan saja lebaran benar-benar bikin lebar-an. Silaturrahmi ke tempat sanak saudara juga berarti peningkatan bobot tubuh, icip sana icip sini hasilnya timbangan semakin bergerak ke kanan, ujung-ujung sebel ama timbangan (hehehe).             Kalau belum ada yang mau ngaku timbangannya nambah setelah lebaran, mending saya ngaku duluan deh (heheheh), berhubung tulisan ini tentang berbagi tips menurunkan berat badan yang sehat terutama pasca lebaran yang sudah pernah saya praktekkan sebelumnya.             Mungkin kita pernah merasa ga terlalu sehat, kadang-kadang bangun pagi dengan kondisi kepala pusing padahal makan tetap teratur, tidur normal tapi satu badan ini rasanya berasa ga enak dan kurang fit. Nah, kalau pernah mengalami hal-hal yang kayak gin

Permintaanmu (AKU TAK BUTUH MADU)

Gambar dari sini Aku mungkin tak akan berteriak jika kau hanya memintaku membuatkan sambal teri kesukaanmu. Mungkin juga aku tak akan sesak jika kau memintaku bersabar menunggumu pulang yang terkadang begitu larut malam. Sungguh aku tak akan rungsing jika hanya mengurusi dua bocah kita yang bergelayut manja.             Tapi kini kau meminta sesuatu yang membuat kepalaku ingin pecah, membuat pembuluh darahku menegang, Bahkan membuat pita suaraku berubah sopran mencapai oktaf tertinggi. Sebelum kau memintanya apakah kau tak berfikir bahwa aku akan murka?             Kali ini rayuanmu tak akan mempan lagi di hatiku. Kali ini godaan mautmu tak meluluhkan siang di jiwaku. Begitukah dirimu ketika berada jauh dariku berhari-hari lalu menyusun sebuah rasa baru yang kau cipta di sana. Begitukah dirimu begitu manis di depanku, bahkan tak ku sadari mungkin dalam shalatmu kau meminta pada Tuhan untuk urusan satu ini.             Oh tidak, mungkin juga di saat kau sedang be

Teruntuk Wanita Yang Kunikahi

Teruntuk Wanita Yang Kunikahi.... Aku menuliskan kata demi kata ini ketika kau telah tertidur pulas di samping dua mutiara cinta kita. Ku tatap wajah lelahmu, sebuah dengkuran halus karena kelelahan, ku dengar di antara redupnya lampu kamar tidur kita. Kutarik selimut kututupi tubuhmu yang melingkar kedinginan. Lima tahun yang lalu aku menikahimu. Dipersaksikan keluarga yang berurai air mata, diucapi selamat oleh sahabat dan keluarga yang bergembira dan diberikan nasehat oleh orangtua dan para tetua agar kita selalu bersama. Waktu terus bergulir tanpa meminta berhenti. Banyak hal yang berubah dalam beberapa waktu. Mungkin tubuhmu yang tak langsing lagi, atau kulitmu yang tak licin lagi, atau sapa dan perhatianmu yang berkurang ketika sibuk mengurusi dua mutiara cinta kita. Namun aku masih tetap menatapmu dengan tatapan yang sama. Tatapan pertama kali ketika kusebut namamu dalam Ijab dan Qabul. Malam ini aku sendiri, menikmati gelapnya sudut rumah kita. Kunyalak

It Takes Two to Tango

Gambar dari sini Saya yakin kita sering mendengar pepatah satu ini, dibutuhkan dua orang untuk dapat berdansa atau mudahnya saja istilah ini bermakna gayung bersambut. Gayung bersambut berarti ada dua pihak yang ikut terlibat. Ada pihak memberi dan ada pihak menerima. Jika ada yang memberi cinta maka ada yang menerima cinta, kira-kira begitulah makna sederhananya (kalau saya salah, silahkan dibenarkan :))             Kemaren saya berdiskusi kecil dengan seorang sahabat. Diskusi kecil itu lahir berdasarkan beberapa judul note saya yang sedikit kontroversi menurutnya. Mulai dari Kepada Wanita yang ditiduri ayahku, Kepada Wanita yang suaminya kurindui, Wahai Lelaki Dulu. Dan beberapa tulisan lainnya yang semua intinya menceritakan tentang sebuah affair.             Saya tergelitik ketika sahabat saya berfikir bahwa saya pembela “wanita kedua” dalam sebuah hubungan pernikahan. loh, bagaimana ceritanya?             Saya wanita menikah, salah rasanya

Sembilan Tipe Enneagram (Resensi Buku)

Judul asli                      : Are You My Type Am I Yours Judul Terjemahan          : Enneagram of Love and Relationships Penulis                         : Renee Baron dan Elizabeth Wagele Penerbit                       : Serambi Ilmu Semesta Tebal halaman               : 225 halaman             Jangan cuma mencintai atau mencampakkan seseorang. Namun galilah Sembilan tipe Enneagram atau system penggolongan kepribadian dan temukan dirinya menjadi kekasih, belahan jiwa, mitra atau kolega yang sempurna bagi anda!             Buku Enneagram seri cinta dan relationships ini adalah turunannya dari buku Enneagram dan Enneagram of Parenting. Masih dengan penulis yang sama, hanya saja dalam buku ini membahas lebih detil tentang Enneagram pasangan atau kolega agar hubungan menjadi lebih asik dan menyenangkan.             Buku ini tentu saja sangat berbau psikologi. Beberapa teori Tipe Myers-Brigs ikut mewarnai bahasan tentang Enneagram. Mungki