Langsung ke konten utama

Lelaki Es


Gambar dari sini



“Hey....Forbidden woman...”

            Teriak laki-laki itu sambil mendelik tajam padaku. Aku hafal dengan tatapannya yang seperti ini. Aku tahu model senyum itu pertanda memuakkan yang dilemparkannya padaku.

            Forbidden women itu istilah yang digunakannya untukku. Wanita yang seolah dikeliling tembok, bahkan menatap silau matahari saja tak kuasa. Entah mengapa aku harus dekat dengan lelaki satu ini. Lelaki ngasal yang kurasa sejenis bad boy, jauh dari kalimat komitmen bahkan hanya berputar dalam kata “Main- main saja” jika belum terkena sengatan “jatuh” dan “cinta” dalam satu paketnya.

            Hari ini aku berdiskusi lagi dengannya. Teologinya yang “Free minded” membuat aku seolah wanita yang paling malang se-dunia, wanita yang paling menyedihkan se-gajad alam raya ini. Bahkan menurutnya alam semesta saja akan meng-iyakan betapa malangnya aku sebagai forbidden women.

            “Bukankah kamu pinter? Katanya dapat the best achievement dari perusahaanmu dulu karena dianggap smart worker?.

            Serasa dia meludahiku, Jika kurang dari sepuluh kalimat yang sama dia muntahkan kembali, aku yakin nyaris mati sebelum petir menyambar. Jangan pernah mencoba menangis di depannya itu hanya akan semakin membuatnya muak. Ah, penyakit wanita selalu meneteskan airmata. Aku bahkan ragu sikap dinginnya justru menutupi sebagian hatinya yang rapuh.

            “Menurutku wanita hebat itu wanita yang bisa mengontrol laki-laki” ucapnya seolah merendahkan cara berfikirku.

            “Ohya, berarti kelak kamu tak akan menampik jika beristrikan wanita yang “pengontrol” bukan sebagai partner hidupmu, bukankah demikian itu hebat? Seperti dalam dunia politik,bapak penguasa kita akan menjadi boneka dari istrinya yang terlihat anggun? Bukankah begitu? Ucapku balik menudingnya.

            Pada akhirnya diskusi ini ber-ending dissing, hanya cela mencela, tuding menuding. Dia menilaiku sebagai wanita yang lemah yang hidup di jaman penjajahan dan tak mengenal hari kemerdekaan. Lalu aku menilainya “bad boy” dengan ideliasmenya yang kaku bahkan tak kan takluk jika belum kena sengatan wanita yang membuatnya terkapar dalam sekali tatap.

            Entah mengapa aku harus dekat dengan lelaki sedingin ini, se-bad boy ini. Bahkan hidup yang dijalaninya jauh dari “not” layaknya genre music rapp yang lahir dari golongan afro, menolak aturan dan kebijakan apapun. Ah, aku bingung terkadang ketertarikan justru lahir dari sebuah persengketaan. Walaupun aku tahu, ia muak dengan sikapku yang tak konsisten menurutnya.

            “Bukankah kamu cantik? Smart, kamu pernah jadi penganut free minded seperti aku. Lalu apa masalahmu? apakah sebuah jeratan genetika begitu menahanmu untuk memiliki idealisme seperti dulu?”.


            Dia kembali menyerangku. Kini semakin dalam dia menghajar hingga bagian terdalam dari hatiku, ketika idealisme, main project dari hidupku dipertanyakan.

            “I’m no longer care about your thought...Condition sets me here, on this time....I’m scared with these all...Everybody betrayed me, mungkin termasuk KAMU, jadi...Tolong jangan mempertanyakan sebagian jeratan genetika yang harus kujaga hari ini”.

            Dia tersentak saat aku ingatkan kembali bahwa berani-kah dia berkomitmen denganku. Jawabannya selalu diam dan pengalihan seperti telpon selular yang tak ingin diterima oleh pemiliknya.

            “Sudahlah, persetan dengan semua idelismemu dan idealismeku. Cukup tak perlu dibahas lagi”.

            Kusudahi diskusi yang berakhir dengan debat kusir ini, sebelum kebiasaan seenak perutnya selalu melarikan diri karena muak dengan jawabanku. Toh, esok dia akan menghubungiku lagi jika dia membutuhkanku. Karena ia tahu aku tak pernah mengontrolnya apalagi mengaturnya. Lalu aku, ya mungkin aku juga akan menghubunginya lagi untuk berdebat lagi dengannya, lalu membuatnya muak, kemudian berakhir dengan saling diam. Sudah begitu saja!.

Jakarta, 3 Oktober 2011
Pukul 19.08 wib
Aida M Ahmad.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GA-KETIKA CINTA HARUS PERGI

Ketika Cinta Harus Pergi, Aida,MA dan Elita Duatnofa              Selamat datang kembali di Give Away buku saya, kali ini KETIKA CINTA HARUS PERGI akan sampai ke tangan sahabat-sahabat semua dan insya Allah siap untuk menginspirasi pembacanya.             KETIKA CINTA HARUS PERGI ini merupakan buku nonfiksi motivasi islami yang saya tulis bersama sahabat saya Elita Duatnofa, buku ini juga sudah cetak ulang kedua setelah dua bulan terbit. Sesuai dengan genre bukunya yaitu motivasi, maka give away kali ini mengajak sahabat semua mengeluarkan semua jurus dengan tema tulisan MERHARGAI DIRI SENDIRI .             Biar adil saya akan membagi TIGA buah buku KETIKA CINTA HARUS PERGI untuk tiga pemenang dengan 3 akun lini massa yang berbeda . 1.      Twitter , sahabat yang menggunakan twitter, silahkan follow akun twitter saya @aida_aie dan @elexmedia, lalu membuat tweet minimal lima kali dengan hastag #HargaiDiri, GA #KCHP . Jangan lupa mention saya @aida_aie da

GA-AIDA.MA

Saya sengaja tidak memberi judul give away kali ini. Ini hanya sedikit berhubungan dengan sebuah pencapaian ketika umur saya sudah melewati angka 30 tahun.             Mungkin setiap kali ulang tahun, kita terbiasa membuat sebuah keinginan, mungkin juga agak mirip dengan membuat sebuah resolusi di awal tahun. Ada yang memang tercapai sesuai target ada juga tanpa hasil sama sekali.             Saya sendiri bukan orang yang penuh perencanaan, tapi beberapa hasil dan pencapaian yang saya dapat hari ini karena berkah Allah dan usaha yakin serta doa yang terpanjatkan. Apa pencapaian saya sampai dengan saat ini bisa baca di sini.             Nah, give away kali ini hanya ingin berbagi pengalaman dengan sahabat semuanya. Pilihannya menjadi dua versi. 1.     Bagi yang sudah berusia 30 tahun, yuk bagi pencapaian yang sudah kamu dapatkan ketika umurmu sudah 30 tahun. 2.     Bagi yang belum berumur 30 tahun, sharing juga apa-apa saja yang ingin kamu capai sebelum u

Give away Buku #YaAllahBeriAkuKekuatan

Bismilllahirrahmanirrahim… Setelah dengan pede selangit mengirim postingan di wall FB saya mengenai polling Give Away buku   Ya Allah Beri Aku Kekuatan. Akhirnya saya memutuskan untuk bagi-bagi hadiah untuk pemenang Give Away kali ini. Yukk intip hadiahnya dulu   biar nulisnya tambah semangat (hehehe..) a.   Untuk Tiga pemenang utama akan mendapat masing-masing 1 paket buku saya #YaAllahBeriAkuKekuatan, #BerbagiHati dan #Kereta Terakhir. Tiga buku di sini, selain Novel Looking for Mr.Kim :D b.     Untuk Dua orang pemenang favorit, akan mendapatkan    secara GRATIS hadiah pulsa masing-masing @25 ribu rupiah. Menarikkk? Ya dong…Okee... Sekarang saya mengajak teman-teman kembali ke aturan mainnya. Berhubung banyak request yang minta bikin tema yang engga susah-susah, akhirnya saya memilih tema ini “Wanita dan Ujian ”. Tema ini masih berkaitan dengan buku motivasi Islami Ya Allah Beri Aku Kekuatan, yang sebagian besar kisahnya