Selasa, 25 September 2012

Behind The Scene "Ya ALLAH, Beri Aku Kekuatan"



Me and My New Book
Ya Allah, Beri Aku Kekuatan

Percaya tidak? bahwa dalam buku ini saya berperan sebagai seorang PELACUR atau kata lain Pelayan Curhat (heheheh..) yang dipleseti oleh teman-teman di dunia maya.

            Berawal dari kegemaran saya sebagai pendengar, entah mengapa saya punya hobi sebagai orang yang mendengarkan orang lain, terutama mendengarkan kisah-kisah yang tak biasa (baca; cerita sedih) dari beberapa orang sahabat, baik itu yang berada di lingkungan saya atau sahabat di dunia maya.

            Bagi teman-teman yang sering dijadikan tempat curhat, pasti tahu bagaimana rasanya menjadi tong sampah bagi orang lain, kadang-kadang saya sendiri sampai tidak bisa tidur karena teringat curhatan seorang teman, malah saking menghayatinya saya ikut nangis, bisa juga ikutan marah. Namun dari sekian banyak curhatan itu saya banyak menjadi pendengar yang baik, mencoba berempati dan mencari sisi pemikiran dan pandangan dari sudut orang yang tidak mengalami masalah tersebut.

            Bagi yang aktif di infobunda.com, scribd.com, ngerumpi.com dan blog pertama saya www.warnawarnisisihati.blogspot.com (non aktif), mungkin pernah membaca sebagian curhatan sahabat-sahabat saya di situ. Beberapa cerita itu sengaja saya simpan di computer sebagian saya publish hanya dengan satu tujuan agar dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Terkadang seseorang tidak bisa menceritakan apa yang ia alami, namun dengan membaca sebuah kisah yang sama, bisa jadi menemukan solusi yang serupa.

            Tidak mudah saya menyelesaikan naskah ini, apalagi saya terbiasa dengan dunia remaja, sebagai pendengar setia anak-anak remaja labil, saya agak mengalami kesulitan jika diminta menulis dengan genre motivasi bergaya dewasa. Syukurnya setelah mendapat masukan revisi dari Mba Leyla Hana, saya harus memberikan solusi dalam pandangan islam, revisi yang cukup menantang, apalagi saya harus memasukkan ayat, hadist dan kalimat motivasi dalam buku ini.

            Sebulan saya akrab sekali dengan Qur’an dan Tafsirnya untuk mencari solusi dari wahyu Ilahi ini, belum lagi saya harus membaca buku-buku tulisannya Quraisy Shihab, Jalaluddin Rakhmat, ‘Aidh Al-Qarny, Ahmad bahjat, Hasan Samsyi Basha dan beberapa buku motivasi islami lainnya yang tak luput dari lahapan saya, juga saya gunakan sebagai bahan baku untuk buku ini.

            Hasilnya, naskah Ya Allah Beri Aku Kekuatan ini pun diterima oleh Quanta, Elex Media. Bagi yang akrab dengan penerbit Elex Media mungkin akan berpikir penerbit ini mengeluarkan buku-buku sejenis komik, namun untuk Quanta, lini ini merupakan imprint dari Elex Media, GPU yang khusus mengeluarkan buku-buku nonfiksi Islami.

            Ada keistimewaan dan kebahagiaan buat saya atas lahirnya buku ini.

            Pertama, buku ini berjenis motivasi islami. Dalam ilmu psikologi ada istilah Long Term Induction. Pernah melihat bagaimana kehidupan penyanyi mellow dengan lirik yang menyedihkan lalu lirik itu sangat dihayati dan berefek dalam kehidupan pribadinya sendiri? Kira-kira seperti itulah pemikiran negative dan positif  mampu menginduksi sub concius manusia.

            Long term induction yang saya harapkan di sini adalah dari sisi positif, sebagai penulisnya tentu saya ingat benar apa isi buku saya, apa saja yang saya tulis dalam buku saya. Ini semacam lecutan, pengingat untuk diri saya sendiri, motivasi yang ada dalam buku ini, menyerahkan hasil akhir kepada Yang Maha Pemberi Hidup menjadi semacam Long term Induction positif bagi saya.

            Kedua, buku ini diendors oleh dua orang penulis hebat. Mba Ifa Avianty,   novelis, penulis nonfiksi Islami dan buku anak ini menjadi salah satu endors di buku ini. Sebuah kebahagiaan tersendiri buat saya di tengah-tengah kesibukan beliau dengan jadwal deadline yang padat, mba Ifa masih menyempatkan diri untuk membaca dan menuliskan endors untuk buku ini.

            Endorser yang kedua, Mba Risma El Jundy, meski terhitung penulis baru, mba Risma ini sangat lihai dalam hal marketing. Beruntung Mba Ima bersedia memberikan endors di buku saya ini, apalagi beliau juga sangat rajin mempromosikan buku-buku sahabat penulis lainnya. Hal yang paling berkesan bagi saya ketika mendengar pendapat mba Ima yang sangat menghayati semua isi buku ini. Subhanallah…”Ga terasa, air mata saya mengalir” ucapnya pada saya via BBM J.

            Pada akhirnya, saya mempersembahkan karya saya ini kepada pembaca semuanya, semoga kalimat motivasi di sini benar-benar memberikan manfaat bagi kita semua, Amin Ya Rabb.

*****

Jakarta, 21 September 2012.
Pukul 10.20 WIB
Aida MA

 YA ALLAH BERI AKU KEKUATAN
Harga. Rp. 58.800
Halaman. 345 halaman.
Penerbit Quanta, Elex Media.
Gramedia Pustaka Utama.

Senin, 17 September 2012

Request Sequel (Review Looking for Mr.Kim)


Looking for Mr. Kim

Review by. Robiana Hasiru




Saya salah satu dari sekian pembaca remaja (novel remaja). Walaupun saya sudah berkeluarga tapi cerita "looking for Mr. Kim" sangat menarik untuk dibaca semua kalangan. Ceritanya ringan, menyentuh dan tata tulisan bahasanya mendidik, tidak seperti sinetron yang bertele-tele dan tidak bagus untuk diucapkan kaum remaja.

Setelah membaca dari halaman ke halaman, sampai bab terakhir. Malah sempat menitikkan air mata saking menghayati membacanya. Rasa penasaran, gemas dan cemas terjadi waktu saya membaca buku ini.

Pada saat seorang anak kebanggaan keluarga mengakui kesalahan terbesar dalam hidupnya, (mengandung anak tanpa status Pernikahan, yang dianggap tabu untuk kita orang timur) kepada kedua orang tuanya. Sampai akhirnya luluhnya hati seorang Ayah, setelah bertahun-tahun menahan amarah & ke-egoisan dengan kehadiran cucu yang tidak diharapkan tetapi mempersatukan kembali cinta kasih orang tua kepada anak gadisnya.

Seorang ibu yang harus membuka aib dirinya dihapan anak gadisnya untuk menceritakan asal-usul jati diri sang anak karena terdesak oleh waktu dan keingin tahuan anak terhadap sosok sang ayahnya. Dan menjadikannya berpetualang ke negeri Korea tempat ayahnya berasal. Dengan diwarnai kisah pertemuan dua orang teman baru, membuat cerita ini tambah seru karena adanya kisah asmara diantara mereka diawali dengan pertemanan.

Sayangnya cerita yang bagus ini, bagi saya pembaca awam....belum adanya kisah dari Mr. Kim itu sendiri...???? Sempat menggantung Mr. Kim dalam cerita hanya flashback dari kisah seorang ibu kepada anaknya. Tidak diceritakan mengenai Mr. Kim itu sendiri dan dapatkah dia bertemu dengan (Maria) teman semasa kuliah di Korea dan mengakui anaknya (Wika) anak yang memiliki status diluar nikah????

Saya sebagai pembaca bisa hilang rasa penasarannya kalau dibuat cerita "Mr.Kim 2", entah itu happy ending or sad....asalkan Mr. Kim dalam cover depan cerita ini jelas keberadaannya...
Terimakasi loh kalau penulis (Aida M.A) ªǚ membuat buku selanjutnya. Saya akan setia menunggu dan sabar....selamat menulis dan berkarya dengan indahnya Pena dan tinta....

Penggemar baru
Robiana Hasiru

Review Novel Looking for Mr.Kim




  • Review by. Riawani Elyta (Novelis)



    Kapan ya terakhir kali saya baca teenlit? Sudah cukup lama juga. Seiring meningkatnya usia, juga jumlah anak ^_^ makin kesini saya makin kesulitan untuk bisa beradaptasi lagi dan menikmati novel teenlit. Namun, stempel naskah pilihan Bentang Belia pada cover novel Looking for Mr. Kim karya Aida Maslamah ini cukup bikin saya memasang ekspektasi sedikit tinggi untuk bisa menikmati novel remaja yang satu ini.

    Singkatnya, ini adalah novel tentang perjalanan Wika mencari ayah kandung yang tak pernah ia temui dan ketahui sejak lahir di negeri Ginseng (Korea). Saya masih ingat beberapa bagian dari behind the scene novel ini yang pernah di posting Aida di blognya. Salah satunya bahwa rentang waktu penulisan novel ini yang sangat singkat, hanya 2 minggu kalo tidak salah, dan menurut saya, masa sesingkat itu untuk menyelesaikan sebuah novel adalah pencapaian yang sangat luar biasa.

    Ya. Saya tak sungkan menyatakan salut, karena dalam waktu sesingkat itu, Aida berhasil mengemas alur yang cukup rapi, memiliki komposisi yang cukup seimbang mulai dari prolog hingga the end, juga setting negeri Korea yang lumayan baik untuk novel ini.

    Namun, masa yang sesingkat itu juga sangat memungkinkan terjadinya kecolongan pada plot dan logika. Dalam novel ini, menurut saya, alasan Wika untuk nekad pergi ke Korea mencari ayahnya tidak didukung oleh sebab yang cukup logis. Seberapa tinggi kadar kenekadan seorang gadis kelas sebelas untuk pergi ke LN seorang diri? Apalagi, karakter Wika yang anak tunggal di sini juga digambarkan sebagai pribadi yang manja, jadi dari sini saja sudah terasa sedikit ketidakharmonisan. Lalu, memiliki seorang ibu yang single parent, seperti apa gerangan jumlah uang saku yang dimiliki Wika hingga mampu menggunakan tabungannya sendiri untuk pergi ke Korea secara diam-diam? Termasuk perjalanan Wika bersama rekannya Bagas di Korea yang berpindah-pindah, mengesankan kalau mereka memang memiliki kemampuan dana untuk itu.

    Hal lainnya lagi, karena saya bukan orang medis, jadi, saya juga kurang tahu apakah dalam kurun waktu kira-kira 17 tahun yang lalu, sesuai setting waktu yang digunakan penulisnya untuk menuturkan kisah Maria, apakah pada masa itu hasil USG sudah bisa difoto dan terlihat jelas seperti halnya hasil foto 3 atau 4 dimensi dalam teknologi kedokteran sekarang ini?

    Kecolongan yang terlihat "kecil" ini, menurut saya sesungguhnya bisa diantisipasi oleh penerbit pada masa revisi sebelum terbit. Seperti misalnya, Wika ke Korea tidak sendirian, tetapi bergabung dengan rombongan backpacker misalnya, atau dia sudah pernah ke Korea sebelumnya ketika mengikuti pertukaran pelajar misalnya, sehingga merasa cukup punya bekal pengetahuan tentang Korea.

    Selebihnya, penuturan yang lancar, alur yang tertata cermat dan diksi yang khas meremaja membuat novel ini bisa dengan mudah dinikmati dan dipahami. Mau tahu bagian mana paling saya sukai dari novel ini? That's the ending! Hehe.....ya, open ending yang digunakan penulis, menurut saya berhasil "menyelamatkan" beberapa plot yang bolong juga menghindari kesan klise pada akhir novel ini.

    Emangnya endingnya apa sih? Beli n baca aja ya ^_^

Senin, 10 September 2012

Ya Allah Beri Aku Kekuatan



Siang tadi saya dapat kabar bahagia dari editor saya Mba Linda dari Penerbit Quanta, Elex Media. dia mengirimi saya cover buku yang cantik ini.

Buku ini adalah Buku Nonfiksi Islami yang pertama saya tulis, berisikan tentang kisah nyata, para wanita yang luar biasa tegar. sebenarnya saya sudah lama menulis semua kisah ini tergabung dalam blog saya terdahulu dan saya re-posting di akun scribd saya sejak tahun 2008 yang lalu.

Jadi sudah cukup lama juga naskah ini saya endapkan hingga akhirnya tahun 2012, resmi diterbitkan oleh Quanta, Elex Media.

Minggu, 09 September 2012

GIFT FROM MR.KIM


Dear All…

Kira-kira sudah tiga bulan sejak #Looking for Mr.Kim terbit di pasaran dan mendapat apresiasi cukup baik dari para pembacanya (beberapa reviewnya ada di blog ini). Namun beberapa kali saya mendapat inbox dari beberapa orang teman yang belum bisa mendapatkan novel ini di daerah.

Nah, berhubung masih dalam bulan syawal, saya mau bagi-bagi tiga (3) Novel Looking for Mr.Kim secara gratis untuk tiga orang pemenang.

Looking for Mr.Kim ini adalah salah satu naskah pilihan event Lomba Novel Bentang Belia yang diadakan oleh Penerbit Bentang Pustaka lini Remaja pada akhir tahun 2011 lalu, novel ini terpilih di antara 500 lebih naskah yang bersaing saat itu.

Looking for Mr.Kim menceritakan proses pendewasaan sosok Wika (16 tahun) yang mencari Ayah kandungnya yang bermarga Kim di Seoul. Saya menawarkan setting Korea yang berbeda di sini, karena saya lebih banyak focus pada tempat –tempat recommended dan budaya-budaya Korea yang bisa menjadi pengetahuan tambahan bagi pembaca. Dijamin novel ini bukan bergaya remaja yang unyu-unyu (hehehe) karena penulisnya rada emak-emak (heheh).

Mau Novel ini Gratis? Caranya gampang…

Silahkan beri pendapatmu tentang sosok Mr.Kim Tae Won yang digambarkan dalam bentuk bayangan dalam cover buku ini, ceritakan secara spesifik pendapatmu tentang Tokoh Mr.Kim Tae Won, termasuk karakter, tanda-tanda fisik, kebiasaan dan bisa juga tentang keluarganya Mr.Kim. Pokoknya apapun yang tergambar dalam pikiranmu tentang sosok Mr.Kim Tae Won dari gambar tersebut atau dari sinopsis yang ada di blog ini, silahkan ceritakan dalam bentuk sinopsis cerita.

Untuk Syarat Teknisnya:


1.    Silahkan tulis jawabanmu di blog pribadi, dengan judul Gift From Mr.Kim, Aida MA. Link blog dituliskan di kolom komentar di postingan ini. Atau jika belum memiliki blog silahkan tulis di note akun facebook dengan melakukan tag minimal kepada 10 orang teman dan juga melakukan tag ke akun Aida Maslamah A.

2.    Follow Twitter @aida_aie, lalu tautkan link blog atau note facebook yang berisi postingan kamu di twitter dan dimention ke @aida_aie.

3.    Bagi yang hanya memiliki akun facebook, tetap bisa mengikuti lomba ini dengan menuliskan link blog-mu atau note tersebut di status FB-mu.

4.    Jangan lupa sertakan juga cover Novel Looking for Mr.Kim ini di postinganmu, cover tersebut bisa diunduh langsung dalam postingan ini.

5.    Deadline 30 September 2012, Pukul 00. WIB.

6.    Pengumuman Pemenang akan diumumkan pada tanggal 10 Oktober 2012.



Ayoooo… Tunggu apalagi…Buruan kirim tulisanmu J


Novel Looking for Mr.Kim
Penerbit: Bentang Pustaka
Harga   : Rp 27.000