Rabu, 17 Oktober 2012

DPC dan Para Expert


            Warning!

Tulisan ini bukan iklan, walaupun saya menyebutkan salah satu nama  produk susu anak-anak dalam postingan ini (hehehe..)

Saya di DPC (mejeng euyy!)


Tulisan ini oleh-oleh cerita saya selama mengikuti training sebagai calon Duta Dancow Parenting Center di Jakarta pada tanggal 29-30 September 2012 yang lalu. Mungkin tulisan ini akan saya bagi dalam dua postingan. Yang pertama tentang DPC dan Para Expert dan yang kedua tentang Materi Training yang sangat bermanfaat bagi Orang tua.

Sebenarnya untuk terpilih menjadi salah satu calon duta Dancow Parenting Center itu ga terlalu sulit, hal pertama yang harus dilakukan mengisi formulir yang ada di fan page FB DPC, sebagai bocoran isian formulir itu kebanyakan berisi tentang pertanyaan cara mendidik anak dan beberapa event yang pernah anda ikuti. Setelah itu silahkan tunggu seleksinya, kemudian jika terpilih maka akan ada notifikasi email yang menyatakan anda terpilih. Kira-kira sesederhana itu prosesnya.

Walaupun saya sudah mengetahui perkara mengisi formulir itu, entah mengapa saya agak kurang tertarik untuk ber-repot-repot ria mengunduh formulirnya di internet. Nah, lalu bagaimana saya bisa sampai di training ini jika saya tidak mengisi formulir di internet?

Nah, Begini Ceritanya… J

Ternyata oh ternyata DPC bukan hanya menyaring para bunda-bunda lewat internet saja, namun juga melakukan penyaringan di sekolah-sekolah (TK). Rasanya kurang adil ya jika ada Bunda-bunda yang berpotensi namun tidak eksis di dunia maya tidak mendapatkan kesempatan yang sama untuk ikutan dalam event ini. Nah, saya salah satu Bunda yang mau ga mau harus berhadapan langsung dengan formulir Duta DPC dalam bentuk hard copy di hari pertama anak saya sekolah di TK Kecil. Wes diisi waebelum tentu juga keterima, kata ibu-ibu di samping saya sambil mengisi kolom formulir DPC. Jadilah, saya ikutan ngisi formulir itu, walaupun belum sepenuhnya saya mengerti tujuan dari DPC ini selain pernyataan fasilitator DPC yang menurut saya sangat menarik.

            “Untuk jadi dokter, ada sekolahnya. Untuk jadi teknisi, ada sekolahnya. Namun untuk menjadi orangtua? Tentu saja tidak ada sekolahnya. Makanya DPC ini hadir untuk membantu dan berbagi bersama bunda-bunda semuanya.”

            Kira-kira seperti itu kalimat pembuka fasilitator DPC, menarik ya? Menurut saya menarik sekali.

Selanjutnya kira-kira kurang lebih sebulan pasca pengisian formulir itu akhirnya saya mendapat sebuah email yang berisi “SELAMAT BUNDA TERPILIH SEBAGAI SALAH SATU CALON DUTA DPC” dan mulai training 28-30 Oktober di Titan Training, BSD.

Sengaja saya menuliskan tanggal training yang dicantumkan di email saya berbunyi bulan Oktober, walaupun ternyata dengan sangat dadakan Jum’at sore tanggal 28 September saya mendapat telepon dari DPC untuk confirm keikutsertaannya dalam training ini.

            Saya bisa katakan bahwa training selama dua hari bersama DPC benar-benar hal yang sangat bermanfaat. Bukan hanya pengenalan tentang program DPC yang saya dapatkan di sini, tapi juga banyak sekali pengetahuan tentang pola asuh dan pengetahuan dari gizi, susu, penggunaan gadget pada si kecil, dan yang lebih penting yaitu persiapan generasi anak yang life-ready, atau persiapan si kecil yang matang secara fisik dan psikis dalam menghadapi setiap perubahan-perubahan yang terjadi begitu cepat di sekitar kita.

           Menurut Bapak Zaki, perwakilan dari Nestle. Training DPC yang diadakan saat ini merupakan program pertama Dancow di tahun 2012 dengan modul persiapan parents ready dan anak yang life-ready, nah program ini sebagai bentuk kepedulian akan tumbuh kembang dan pendidikan anak-anak Indonesia, juga sebagai mitra terpercaya bagi orang tua untuk mendampingi proses tumbuh kembang anak. Setelah sebelumnya sudah diadakan training di Surabaya, Jakarta, nanti akan diadakan juga training di Medan, Jogjakarta dan Makasar.

            Sebelum masuk ke inti dari postingan ini, saya cerita sedikit mengenai peserta DPC ini sendiri. Jadi, nestle sudah memilih 1000 bunda semifinalis yang dipilih dari seluruh Indonesia dan terangkum dalam 5 kota training mulai dari Jakarta, Surabaya, Medan, Makasar dan Jogjakarta. Kira-kira saat itu yang mendaftarkan diri sebagai semifinalis ada sekitar 4000 bunda, dan tersaring menjadi 1000 saja. Nah dari seribu ini akan ada penyaringan lagi menjadi 30 finalis terbaik, dari 30 finalis tersebut akan dipilih lagi menjadi 5 Duta Dancow bersama Meisha Siregar. Info ini mungkin bisa dilihat juga di sini

            Lalu apa yang menarik di DPC? Selain saya dapat ilmu yang sangat banyak di sini, tentu saja saya mendapat banyak sekali sahabat-sahabat bunda yang berasal dari Jabodetabek, kesemuanya bunda-bunda yang keren. Saya pikir saya beruntung bisa bertemu mereka semuanya atau mereka yang beruntung bertemu dengan saya ya? (weww.. :D), saya banyak mendapat pengalaman mendidik anak dan sharing pendapat tentang pola mengasuh anak.

            Jika saya mengandaikan maka melalui DPC ini saya mendapat triple lucky, tiga keberuntungan. Beruntung mendapatkan ilmu, beruntung dapat sharing pengalaman dan keberuntungan yang terakhir adalah ketika bertemu dengan expert-expert yang dengan senang hati berbagi pengalaman dan ilmu mereka kepada semua bunda. Bisa dibayangkan betapa melelahkan masuk ke kelas yang berbeda-beda secara bergiliran namun dengan semangat yang tetap sama, menurut saya expert-expert ini sangat luar biasa.

Saya bersama kelompok Percaya Diri 2

            Mari saja saya sebutkan satu persatu nama expert yang memberi materi-materi tentang anak life-ready dan pengetahuan tentang gizi makanan sehat untuk si kecil.

Dr. Adriana Ginanjar (Materi Anak Percaya Diri dan Berjiwa Pemimpin), beliau adalah salah satu dosen psikologi UI, beliau juga bekerja sebagai psikiater keluarga. Pembawaan beliau yang tenang dan tidak meledak-ledak, dengan penyampaian materi yang menarik disertai contoh membuat kelas saya sangat antusias mendengarkan semua materi yang beliau sampaikan.

Ada satu hal yang paling saya ingat tentang pernyataan beliau yaitu tentang mengungkapkan perasaan. Jadi ketika seseorang sedang mengungkapkan perasaan negative, maka berusahalah untuk mendengarkan, karena ketika kita memilih mendengarkan terlebih dahulu tanpa memotongnya, maka seseorang itu akan lebih merasa lega. Sama halnya ketika anak yang takut untuk maju ke depan, hal yang pertama yang harus dilakukan adalah mendengarkan alasannya terlebih dahulu, bukan langsung mem-push anak agar berani maju di depan.

Mba Ina (panggilan manis-nya :D) dalam training DPC ini salah satu expert yang saya favorit-kan J.
Mba Ina (Adriana Ginanjar) sedang memberikan materi Berjiwa Pemimpin

Dr. Ratih (Materi Mudah Bergaul), saya benar-benar bertemu banyak psikolog di training ini. Termasuk psikolog satu ini. Walaupun memiliki postur tubuh yang kecil, namun apa yang keluar dari mulut beliau “wow”, mungkin kali ini saya harus bilang wow dengan gaya kayang (heheh). Karena beliau mengisi materi mudah bergaul, bahasa-bahasa yang beliau gunakan pun lebih mendekatkan ia dengan peserta. Hanya saja waktunya sedikit molor di hari pertama, jadilah materi ini disampaikan kurang optimal. Namun selebihnya expert satu ini keren.


            Dr.Sudjatmiko (Materi Anak Sehat), beliau adalah dokter  spesialis anak juga ketua dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) makanya tak heran jika materi-materi yang beliau sampaikan sangat detil, tentang bagaimana menilai anak yang sehat secara fisik dan psikis, meliputi tumbuh kembang anak yang harus dipantau sesuai umurnya. Menariknya lagi selain beliau ahli dalam kesehatan anak, beliau juga cukup ahli dalam trik sulap (hehehe..)

           
            Dra. Ratih Ibrahim (Materi Anak Kreatif),  saya pikir psikolog satu ini rada gokil. Sebelumnya saya banyak melihat beliau di televisi atau di majalah-majalah parenting, namun begitu bertemu langsung, perhatian saya sepenuhnya benar-benar tersedot pada psikolog satu ini. Saya tidak tahu, mungkin bunda Ratih (kami memanggilnya demikian di kelas) punya stock energy yang banyak di rumah ya. Berkoar-koar dari pagi sampai sore tapi tetap dengan semangat yang sama di tiga kelas yang berbeda. Ini baru Jakarta loh, saya tidak bisa membayangkan bagaimana energik-nya beliau di kota-kota yang lain.

Bunda Ratih, sesi tanya jawab Materi Anak Kreatif

            Mungkin karena beliau sangat expert di bidang ini, bunda Ratih selalu punya analisis jawaban untuk semua pertanyaan seputar psikologi anak, terutama materi anak kreatif. Satu hal yang terbersit di kepala saya setelah selesai kelas kemaren, saya harus bertemu bunda Ratih lagi! (hehehe..)

            Dr. Drajat Martianto,  dan Dr. Diana.  Duo ini memberikan materi tentang nutrisi dan penyajian makanan sehat bagi si kecil. Sangat menarik di sini ketika tata cara penyajian makanan si kecil dikupas habis, dua ahli nutrisi ini juga sangat expert dalam penyampaian materi. Sampai akhirnya, saya menyadari ada beberapa hal yang salah dari saya saat menyajikan makanan untuk si kecil. Sayangnya, saya tidak mendapat informasi banyak hal tentang profile duo expert ini, pun dari admin DPC di twitter J. Namun keduanya memang sangat expert di bidang gizi.

            Ibu Jasmine (Materi Keuangan Keluarga),  saya pikir ini salah satu materi yang sangat penting di DPC terutama bagi bunda-bunda yang profesi khusus lainnya sebagai akuntan keuangan keluarga. Selain expert satu ini berwajah cantik, ternyata beliau juga banyak memberikan banyak pencerahan. Mulai dari pemahaman bahwa uang itu untuk digunakan dan dihabiskan. Perencanaan keuangan diperlukan dalam beberapa rencana besar saja, seperti untuk memiliki rumah, mobil, pendidikan anak, naik haji, travelling dll.

Saya pikir ini menarik, karena Bu Jasmine sangat up to date dengan kebutuhan orang jaman sekarang, yang apabila sudah pensiun pinginnya keliling dunia, kalo jaman dulu pensiun beternak ayam atau merajut hihihi (so, ini juga perlu pengaturan keuangan) termasuk dalam hal shadaqah dan Infaq, takjub saya dikupas habis di sini sampai ke daging-dagingnya ya (wogghh :D).

            Budhe Dwi (Materi Membangun Parent Group Education).  Kami memanggilnya Budhe Dwi. Pembawaan beliau selalu ceria dan heboh. Padahal jika saya tebak-tebak mungkin usia beliau sudah 60 tahun lebih. Tapi beliau sangat gaul dengan semua peserta. Apalagi kemudian materi yang beliau berikan berhubungan dengan bagaimana membangun komunitas parent education. Saya langsung kebayang kira-kira PGE ini salah satu ajang ibu-ibu ngerumpi, tapi ngerumpi yang bermanfaat ya seputar pola didik anak (heheheh).

            Pak Yayan S (Materi Susu) dari expert ini bunda-bunda DPC diajak ngomong blak-blakan tentang susu. Mulai dari pemilihan susu, daftar gizi, sesuai umur, expired date, dan bagaimana susu disajikan kemudian disimpan. Setidaknya kemudian saya tahu, bahwa susu harus disimpan bersama aluminium foilnya baru dimasukkan ke dalam wadah kedap udara. Atau sebagian teman-teman di kelas saya ada yang belum tahu, bahwa membuat susu itu harus air yang hangat maksimal 40 derajat bukan yang panas agar bakteri baik dalam susu tidak mati. Good! Info yang sangat bagus.

            Nah, expert yang terakhir ini, salah seorang expert yang sudah saya kenal di dunia maya dan sempat komunikasi juga (tentu saja di dunia maya pula). Akhirnya saat training kemaren saya bertemu dengan beliau.

            Simbok Venus (Materi Being A Smart Digital Mom), saya kenal expert ini sebagai blogger sejati, Simbok-nya di Ngerumpi.com. Persis saat komen beberapa teman yang ngomong tentang fisik simbok. Ya saya ketemu simbok yang bertubuh kecil dan sedikit terlihat cerewet persis seperti kicau-kicau-nya di twitter (hehehe), tapi di dunia maya simbok sangat terkenal.  Makanya saat ketemu kemaren…rasanya wuihhh seneng banget akhirnya bisa bertemu, apalagi akhir-akhir ini saya sangat jarang main di ngerumpi.com. Setidaknya pertemuan saya kemaren dengan simbok mengingatkan saya kembali awal perjalanan saya memilih menjadi seorang penulis (beneran) J

Saya ketemu simbokkk (pelukk)

            Karena simbok sangat expert bagian gadget, maka materi ini serasa banyak sekali tambahan info di dunia digital bagi bunda-bunda yang rada gaptek (baca; saya) hehehe, dan beberapa info dunia internet lainnya, mungkin seperti peraturan-peraturan komunikasi yang harus diingat sekali dalam dunia cyber terutama untuk anak-anak (Safe, Meet, Acception, Reliable dan Tell) nah, untuk bahasan ini nanti akan saya sharing di postingan yang lain ya...

            Akhir dari training ini icip-icip sana sini soalnya tim tupperware mengadakan demo memasak yang sehat dan bergizi. ada kue yang dibuat bahan dasarnya dari labu dan cemilan sehat kentang dengan topping ikan tuna (sedaappp, jangan tanya judul masakannya saya lupa saking riweuhnya di akhir acara heuheuheu).

              Setelah training DPC selesai sambil japan pulang ke rumah saya menulis status di akun kicauan saya. Dua hari bersama DPC, very very usefull. Thanks so much DPC, menunggu tahap selanjutnya (siapkan energy :D).

Pulang bersama sertifikat dan segudang Ilmu :)
            

0 komentar:

Posting Komentar