Jumat, 30 November 2012

Radio VOB, sisi lain dari Belitong



Saya saat di Radio VOB, Juni 2012
         
             Bulan Juni lalu saat berkunjung ke Belitong dengan fasilitas gratis dari Biovision, saya beruntung punya kesempatan mengunjungi banyak tempat di Belitong, termasuk kesempatan yang tak terduga diundang hadir di Radio Voice of Belitong, salah satu radio kebanggaannya warga Belitong. Bersyukur rasanya saat langkah kaki saya bisa menjejak di Radio VOB, menikmati suasananya yang begitu lega dan hommie sekali, atau merasakan hawa ruangan on air nya yang begitu dingin karena hari itu pun hujan turun dengan derasnya di Tanjung Pandan. 
            VOB yang mengudara di gelombang 88.00 MHz dan juga bisa diakses live streaming di www.vobradio.com ternyata baru berdiri sekitar setahun yang lalu. Sempat juga saya membaca  tujuan pendirian radio ini pun untuk menyukseskan program pembangunan di era otonomi daerah dan peningkatan informasi lokal, kedengarannya sangat bersinergi dengan peningkatan kemajuan bidang informasi daerah  sejak Bangka Belitong dinyatakan sebagai provinsi pada tahun 2000 lalu.

Suasana On Air, bersama Biovision, nulisbuku
dan 2 pemenang utama Biovision writing competition
Jika menyimak radio VOB, saya seperti berada dalam Film Laskar Pelangi karena semua pramunada radio VOB  bertutur dalam bahasa Melayu dan radio ini memang diperuntukkan bagi etnis Melayu di Bangka Belitong, ada hal unik lainnya yang saya temukan di sini. Di sisi lain masih di satu bangunan dengan VOB, ada sebuah ruangan on air untuk Radio Hoki (Belitong Oriental Station) 92 FM, yang ternyata dikhususkan bagi etnis Tionghoa yang sebagian besar tinggal di Bangka Belitong. Jadi, dalam satu bangunan ini persis ada dua radio dan dua ruang on air yang berbeda. Jika VOB bertutur dengan bahasa Melayu, radio Hoki bertutur dalam bahasa Hokian.

News di www.vobradio.com
            Setelah on air di VOB Bulan Juni lalu, ternyata selanjutnya komunikasi saya dengan radio ini tidak berhenti di situ saja. Tanggal 27 Oktober yang lalu pun saya kembali diundang bincang-bincang tentang Novel saya “Looking for Mr.Kim”.  Namun, karena saya belum bisa hadir di sana, jadi semua bincang-bincang itu dilakukan via telepon ditambah dengan akses live streaming membuat acara tersebut tetap berjalan dengan baik.
            Mungkin saya tak akan ceritakan bagaimana prosesi bincang-bincang saya di VOB. Tapi saya lebih suka menceritakan bagaimana perasaan saya saat pendengar VOB sangat berantusias dengan acara seperti ini. Seperti saya merasakan aroma laut di Tanjung Pendam di malam hari, atau menikmati kolaborasi warna langit emas bergantung awan saat before sunset di Bendungan Pice, Gantong atau menyicipi nikmatnya kopi Manggar, seperti itulah sensasi yang saya rasakan saat mendapat antusias pendengar yang sebagian besar sangat ingin bisa menulis dan memiliki komunitas menulis di Belitong.
            Saya sadar benar, di negeri yang sudah lahir seorang penulis fenomenal ini banyak sekali bibit-bibit jitu di dunia menulis, apalagi saya selalu takjub dengan keahlian orang-orang Melayu Belitong saat berpantun, seperti tak kehabisan ide, mereka bisa berpantun dan saling berbalas-balasan.
Saya pikir kehadiran VOB di tengah-tengah kebutuhan informasi warga Belitong  sudah menjadi salah satu wadah yang sangat manis untuk memupuk bibit-bibit itu tumbuh hingga menjadi tanaman yang kokoh, apalagi salah satu komunitas menulis di sana “Akademi menulis Belitong” yang sempat bertemu juga dengan saya saat di Belitong kemaren, bisa menjadi cikal bakal semakin banyak lahirnya Bang Ikal yang baru.
Saya suka dengan kalimat terakhir pramunada yang berbincang dengan saya malam itu (27/10/2012) semoga acara-acara yang seperti ini semakin banyak supaya kita juga semakin mantap.
        Terimakasih Voice of Belitong, semoga semakin berjaya menjadi pengantar informasi yang akurat, mendidik dan menjadi radio kebanggaan urang modern di Belitong.

After on air di Radio VOB, Juni 2012


Jakarta, 30 November 2012
Aida MA

News mengenai radio VOB bisa diakses di sini www.vobradio.com


0 komentar:

Posting Komentar