Minggu, 22 Desember 2013

Kata Orang Ibuku Pengangguran

Kata orang ibuku pengangguran, kaum yang sering kali disubordinasikan banyak kalangan. Karena dianggap menjadi beban dan sampah intelektual negeri ini. Ibuku disebut pengangguran, mungkin karena ibu tidak memiliki kantor  dengan gedung bertingkat, tidak pernah berpakain resmi dengan blazer yang rapi, dan satu lagi, mungkin karena tidak punya salary pasti setiap bulannya. Begitulah kata orang-orang tentang ibuku, ya ibuku hanya seorang pengangguran ulang mereka lagi semacam kalimat muakkad.

Belum lagi, banyak kata-kata yg menyayangkan mengapa ibuku memilih jadi pengangguran saja. Mungkin kata rumah dan hanya merawatku saja dianggap pengangguran.

"Ngapain sih ngambil Magister segala kalo cuma di rumah?" Kudengar kata-katanya seperti itu,  mungkin tak begitu persis, saat ibuku mengambil program Magister Ethnografi di sebuah Universitas bergengsi di negeri ini.

Ibuku lulus sarjana dengan predikat cumlaude, ia pernah berdiri gagah memberi bangga pada nenek dan kakekku. Keluarga sederhana yang memikul beban ekonomi yang berat untuk menyekolahkan Ibuku dan saudara-saudaranya.

Ibu juga pernah mendapat The best achievement, ia ditetapkan sebagai "Smart Worker" dari Australia Indonesia for Partnership Programme (AUSAID),  tempat ia bekerja dulu. Tapi ibu memilih menjadi seorang pengangguran seperti yg dikatakan banyak orang tentangnya.

Namun saat kata-kata itu diucapkan di depan ibuku, berulang kali kutatap sorot matanya, meski tanpa kata-kata, namun kutahu ada bait-bait tatapannya yang berbisik padaku bahwa "Ibu bahagia seperti ini nak.."





Suatu hari orang bertanya pada nenekku, apa ibuku bekerja? Nenekku dengan gampang saja mengatakan "tidak, dia tidak bekerja, dia hanya menulis buku"

Entahlah, karena kata-kata itu, akhirnya aku mengetahui bahwa ibuku memang tidak bekerja, ibuku hanya menulis buku, dan menekan banyak huruf-huruf di depan laptop hingga jidatnya mengerut, jari-jemarinya sibuk membolak-balikkan buku. Ah, orang yang tidak bekerja saja bisa sesibuk ini pikirku saat itu.

Meskipun demikian ibuku yang kata orang tak begitu hebat itu, sering kali menjadi imam shalatku, posisi yg jarang dilakukan ayahku. Ibuku yang selalu membisikiku Ayat Kursi sejenak sebelum aku terlelap. Ibuku yg katanya pengangguran itu selalu membawaku bersamanya di sudut ruangan kecil dengan earphone besar di telinga, lalu biasanya ada seseorang yg terus bertanya banyak hal padanya,  mengenai kegiatannya, dan buku-buku yang ia tulis. Aku bisa menemukan ada nama Ibuku di sampul buku itu.

Tak jarang juga ibu membawaku serta dan memintaku duduk dengan manis di belakang kelas dengan buku dan pinsil warna, terkadang ia menjadi guru SMP yang manis, terkadang ia menjadi bu dosen yang bersahabat, ah iya.. ibuku sesekali juga banyak berbincang dengan kakak mahasiswa.

Ibuku sayang...... yg kata orang pengangguran itu kerap kali membelikanku buku, membawaku pada tumpukan buku-buku, lalu sesekali ia menunjukkan, "Ini buku ibumu nak" lalu setiap saat ke toko buku, aku pasti akan mencari sampul buku berwarna yang bertulis nama ibu. Setiap kali melihatnya, aku akan berteriak "ini buku ibuku" terkadang ibu harus menutup mulutku karena sebagian orang pengunjung toko mulai melihat ke arah kami.

Ibuku yg lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah itu, selalu bisa membawaku bermain di arena bermain, meski di lain waktu aku harus duduk di kursi bersama banyak orang, orang-orang dewasa yg mendengarkan ibuku berbicara di depan sana,

"Ayuk... Duduk di sini dulu ya sayang, nanti boleh duduk di samping ibu lagi"
aku hanya bisa mendengar suara ibuku lewat pengeras suara karena tubuhku terlalu kecil di antara tubuh orang-orang dewasa yg duduk di depanku.

Aku menunggu ibu dengan manis, meski sekali-kali bosan menyapa, aku akan berdiri lalu mondar mandir lagi, namun itu tidak terlalu lama, karena satu jam kemudian aku bisa kembali duduk di samping ibu, lalu menunggui ibu menandatangi banyak buku yang disodorkan di depannya.

Ibuku bukan wanita kaya, ibu tidak punya mobil seperti ibu dari teman-temanku di sekolah. Namun hatinya selalu tercurah pada anak-anak yang papa. Ibuku juga bukan jutawan, meski demikian ia menaruh separuh jiwanya pada pendidikan anak-anak marginal.

Ibuku memang bukan ibu yang super punya, Ia bahkan membawaku ke pasar dengan sepeda, bersempit-sempit di angkutan umum dengan penumpang yang lain, terkadang ibu menggendongku saat memasuki commuterline di jam-jam sibuk. Hanya Ibuku yang menanamkan kenangan itu di kepalaku. Mengelilingi hal-hal yg sederhana, mencoba banyak hal di alam yg tak pernah kudapatkan dari yg lain.

Hari itu, ketika semua orang mengambil raport. Di saat ibu dari teman-temanku terus menanyai, mengapa nilainya buruk. Ibuku hanya mengatakan satu hal padaku "Sudah bagus nak, nanti kita belajar yg rajin lagi, biar lebih bagus ya."

Ibuku, bukan orang yang terpaku dengan angka-angka, ia hanya wanita biasa yang menanamkan banyak kenangan dalam memoriku. Menyimpan lukanya dengan diam, menabur senyum untuk selalu bahagia. Ya.. Ia ibuku.

Ibuku, wanita yang mengajarkanku bahwa pada sedih dan bahagia perlu disikapi dengan takaran yang sama. Karena dua hal ini sama-sama menjadi ujian yang tak terbaca oleh kasat mata.

Ibuku, meski tak sempurna seperti ibu-ibu yang lain, mungkin juga tak sehebat ibu-ibu yang lain, namun sampai kapanpun jika aku dilahirkan 10 tahun lagi, aku akan tetap memilih wanita ini menjadi Ibuku.

Terimakasih Ibu.

***
Akhir tahun itu..
Ketika ibu menungguiku di rumah sakit
Kulihat ia terlelap lelah di sampingku
Kuyakin, ada cinta yang Maha Besar di dadanya..
Untukku.
***


Selasa, 17 Desember 2013

GA KUSEBUT NAMAMU DALAM IJAB DAN QABUL

Alhamdulillah, akhir November lalu buku duet kedua saya dengan sahabat penulis Elita Duatnofa terbit di quanta-elexmedia.

Untuk syukurannya, kami berdua membuat give away kecil-kecilan tapi dengan hadiah yg inshaa Allah dapat memberikan manfaat.

Yuk intip dulu hadiah-hadiahnya ya.

3PEMENANG UTAMA MENDAPATKAN MASING-MASING PAKET (MUKENA + BUKU KUSEBUT NAMAMU DALAM IJAB DAN QABUL)*

Teknisnya di bawah ini.

1. Bagi yang belum menikah, silahkan menuliskan sebuah surat cinta untuk calon jodohnya kelak. Bisa berisikan sebuah pertanyaan pada Allah kapan jodohnya akan datang, atau sebuah permintaan untuk menerima diri apa adanya untuk calon jodoh yg kelak dipilihkan Allah.

2. Bagi yang sudah menikah, silahkan menuliskan surat cinta untuk pasangan masing-masing. Boleh berisikan permintaan maaf karena belum menjadi pasangan yg sempurna atau ucapan terimakasih untuk pasangan masing-masing.

3. Semua surat tersebut diposting di blog pribadi masing-masing dengan menyelipkan kata "Jodoh" dan Ijab, Qabul" lalu hyperlink ke www.jarilentikyangmenari.blogspot.com dan www.elitaduatnofa.blogspot.com

4. Setiap peserta follow twitter @aida_aie @duatnofa-lieta dan menginformasikan link surat cintanya di akun Twitter. Dengan mention @aida_aie @duatnofa_lieta dan @quantabooks.dengan hastag #GAIjabQabul

5. Bagi pengguna Facebook. Mohon untuk informasikan link surat cinta ini di akun masing-masing dan tag Aida MA dan Elita Duatnofa.

6. Panjang surat cinta BEBAS tidak ada ketentuan khusus.

7. Harap menyertakan cover buku Kusebut Namamu Dalam Ijab dan Qabul dalam postingannya. Silahkan ambil di blog ini.

8.Silahkan join blog ini untuk informasi seputar GA.

9. Deadline diperpanjang menjadi 15 January 2014

10. Pengumuman pemenang akan diumumkan saat launching buku Kusebut Namamu Dalam Ijab dan Qabul.

Terimakasih, kami menunggu surat cinta yg menyntuh hati, unik dan inspiratif dari sahabat semua.

Salam

Aida.MA

*Bagi pemenang laki2 dan belum menikah, hadiah mukena bisa ditukar dengan yg lainnya sesuai kesepakatan nanti.

Selasa, 19 November 2013

Behind The Book KUSEBUT NAMAMU DALAM IJAB DAN QABUL

KUSEBUT NAMAMU
DALAM IJAB DAN QABUL

 

           
            Setelah buku KETIKA CINTA HARUS PERGI, buku KUSEBUT NAMAMU DALAM IJAB DAN QABUL ini menjadi buku duet kedua saya bersama Elita Duatnofa. Masih bertemakan cinta, hanya saja ada banyak hal yang berbeda antara keduanya. Jika KETIKA CINTA HARUS PERGI berbagi tips tentang patah hati dan perpisahan, maka KUSEBUT NAMAMU DALAM IJAB DAN QABUL adalah tips bagaimana menunggu kehadiran sebuah cinta, lalu ketika sudah terijab qabul berusaha menjaganya bersama pasangan lalu mendoakan perasaan cinta itu agar langgeng sampai perjanjian kita dengan sang Maha Kuasa.

            Mengapa lagi-lagi tentang cinta? Karena kenyataannya pembahasan cinta, jodoh biasanya selalu menarik perhatian, mungkin karena urusan satu ini sangat dekat dengan perasaan. Makanya banyak sekali buku-buku bertema yang sama di pasaran.

            Sekitar akhir Mei lalu, saat KETIKA CINTA HARUS PERGI baru saja dilaunching ke pasar pembaca. Saya sudah terpikir sebuah ide lagi, buku bertemakan cinta dan bersabar dalam menunggu kehadiran sebuah cinta. Bukan tidak beralasan ide itu muncul di tengah-tengah sahabat-sahabat saya yang sudah kepala tiga tapi belum kunjung menikah, ini bukan hanya untuk laki-laki saja tapi juga untuk sahabat wanita yang memiliki kecendrungan untuk memilih hidup sendiri saja daripada menikah.

Jawabannya macam-macam, kalau laki-laki selalu lelah berurusan dengan harga dirinya bahwa ada semacam keharusan menikah dalam kondisi punya kepribadian ( mobil pribadi, rumah pribadi) baru kemudian menikah, ada juga yang sudah mapan dalam banyak hal tapi takut dengan sebuah komitmen. Sementara sahabat wanita yang memilih tidak menikah kebanyakan disibukkan oleh urusan karier, ingin bebas tanpa terbeban dengan urusan tetek bengek mengurus anak, suami dan rumah. Sebagian lagi karena trauma dengan pernikahan orang tua mereka dan kegagalan-kegagalan sebelumnya.

            Ide ini tidak berhenti di sini saja, saya ingin buku ini dibaca banyak orang, bukan hanya untuk pembaca yang sedang bersabar menunggu jodohnya saja, atau bagi yang memilih hidup sendiri agar menerima fitrahnya sebagai manusia dan mengikuti sunnah rasul agar menyegerakan menikah, dalam buku ini juga ada pembahasan bagaimana pasangan yang sudah menikah memaknai kembali kalimat Ijab dan Qabul, merasakan kembali bagaimana cinta yang membuncah-buncah saat kalimat itu diucapkan di hari pernikahan, mengingat kembali bagaimana sahabat-sahabat, saudara-saudara yang datang mendoakan untuk rumah bernama pernikahan ini saat ia baru dibangun. Sehingga dengan mengingat moment itu kembali mengeratkan cinta bagi pasangan yang sedang gonjang ganjing dalam pernikahannya.

            Sukses duet dengan Elita Duatnofa membuat saya ingin mengajaknya kembali berbagi banyak hal dalam KUSEBUT NAMAMU DALAM IJAB DAN QABUL. Seperti biasa kami berdua bekerja dengan outline dan deadline, hanya saja Elita Duatnofa jauh lebih cepat menyelesaikan jatah naskahnya dibanding saat KETIKA CINTA HARUS PERGI dahulu. Ya, setidaknya saya tidak perlu berulang kali mengingatkan dia untuk tanggal deadline, karena Alhamdulillah Elita menyelesaikannya tepat waktu (thank you met!).

            Selain berisikan tips menunggu jodoh, memaknai bahwa menikah adalah sebuah fitrah, ada satu bab dalam buku ini diisi oleh para kontributor naskah. Pengalaman-pengalaman mereka yang pernah menikah di usia 19 tahun, menikah saat masih kuliah, menikah saat umur nyaris 50 tahun (wanita), ada juga yang menikah untuk kali ketiganya, dan beberapa testimony lainnya. Satu bab ini menjadi sesi berbagi dengan pembaca, bahwa jodoh memang sebuah rahasia, namun ketika sudah mendapatkannya jagalah dan peliharalah agar setiap hari yang dirasakan adalah saat Ijab dan Qabul.

            Akhirnya kami suguhkan KUSEBUT NAMAMU DALAM IJAB DAN QABUL untuk pembaca semuanya, semoga niat saya dan Elita duatnofa berbagi banyak hal bertemakan cinta, jodoh dan perkawinan memberikan manfaat, hikmah bagi sahabat pembaca semuanya. Amin.

Jakarta, 20 November 2013
Pukul 09.15 WIB
Aida MA

Kamis, 14 November 2013

LOMBA REVIEW LOVE FLAVOUR SERIES






Hallo semuanya….

Buat kamu-kamu yang sudah baca novel-novel dari seri Love Flavour terbitan Bentang Pustaka ada info gembira nih. Para penulis Novel Seri Love Flavour bekerjasama dengan Bentang Pustaka dan beberapa sponsor lainnya bakal ngasih hadiah yang keren-keren banget buat kamu semuanya yang sudah baca satu atau ke-enam novel-novel dari seri love Flavour, Bentang Pustaka.

Selain hadiah-hadiah yang keren, juga bakal ada hadiah utama yaitu belajar menulis novel langsung dengan ke-enam penulis novel dari seri Love Flavour… Ada Ayuwidya, Aida.MA, Desi Puspitasari, Indah Hanaco, Riawani Elyta dan Yoana Dianika, Wahhhhhh…..

Yukkk Ah…Lihat hadiah-hadiahnya dulu biar tambah semangat.

Tiga orang pemenang utama, masing-masing akan mendapatkan: 

-       Workshop menulis online bersama penulis-penulis seri Love Flavour. Bersama Ayuwidya, Aida MA, Riawani Elyta, Indah Hanaco, Yoana Dianika dan Desi Puspitasari.
-       Paket buku dari Bentang Pustaka .
-       Voucher discount 15%  + gratis ongkir seluruh Indonesia dari www.saintfashion.com
-       Voucher discount 30% + gratis ongkir seluruh Indonesia dari online bookstore www.bukubukularis.com
-       Voucher pulsa masing-masing  @50.000

Tiga pemenang pilihan lainnya, masing-masing akan mendapatkan.

-       Paket buku dari Bentang Pustaka.
-       Voucher discount 15% + gratis ongkir seluruh Indonesia dari www.saintfashion.com
-       Voucher discount 30% + gratis ongkir seluruh Indonesia dari online bookstore www.bukubukularis.com
-       Voucher pulsa masing-masing @50.000

1 Pemenang Favorit, akan mendapatkan:

-       Gimmick dari P.T TEMPO Inti Media, tbk.
-       1 Chocolieta, Cokelat Homemade by Elita duatnofa.



Nah….Caranya bagaimana?

1.     Buat kamu yang sudah baca satu, dua bahkan ke-enam novel dari seri Love Flavour silahkan membuat REVIEW mengenai novel-novel love flavor yang sudah kamu baca. Kalau kamu baru baca satu atau dua novel saja dari seri love flavor, boleh banget kok buat ikutan lomba review ini.

2.     Teknis penulisannya.

a.     Bagi peserta yang baru membaca satu seri saja, bisa membuatkan review novelnya dengan font TNR 12 spasi 1,5 dengan jumlah halaman 3 halaman folio saja,  file dikirim dengan format judul review_nama peserta, contoh Cinta Si Mata Mocha (TheMochaEyes)_Danu dikirimkan ke email loveflavour.bentang@gmail.com

b.     Bagi peserta yang membaca lebih dari satu seri, review-reviewnya dituliskan cukup dalam satu file saja dengan font TNR 12 spasi 1,5 dan jumlah halaman 3-12 halaman folio saja. File tersebut dikirim dengan format, Judul Review_Nama Peserta, contoh Cita rasa cinta dalam love flavor_Wahyu dikirimkan ke email loveflavour.bentang@gmail.com.

c.      Langkah selanjutnya posting hasil reviewmu di blog masing-masing ya, atau bisa juga dari akun goodreads dan note FB. Link-nya silahkan diinfokan di twitter dengan tagar #ReviewLoveFlavour lalu mention @bentangpustaka dan penulis yang novelnya kamu review.

d.     Untuk kamu yang sudah menulis reviewnya di blog, juga bisa ikutan lomba ini. Tinggal mengirimkan file reviewmu ke alamat email loveflavour.bentang@gmail.com. Dengan format yang sama seperti di atas. Jangan lupa juga untuk menginfokan link-nya di twitter dengan tagar #ReviewLoveFlavour dan mention @bentangpustaka dan penulis yang novelnya kamu review.

3.     Lomba ini dibuka dari tanggal 15November sampai dengan 30Desember 2013. Jadi masih banyak waktu untuk kamu hunting-hunting kesemua serinya ya.

4.     Pengumuman pemenang akan diumumkan tanggal 15 januari 2014.

5.     Untuk informasi mengenai lomba ini bisa langsung komen di bawah postingan ini atau menghubungi  twitter Bentang Pustaka dan penulis-penulis seri love flavor di bawah ini.

1.     Bentang Pustaka, @bentangpustaka
2.     Aida, MA, @aida_aie #THEMOCHAEYES
3.     Ayuwidya, @ayuwidyaA #THEMINTHEART
4.     Desi Puspitasari, @puspitadesi #STRAWBERRYSURPRISE
5.     Indah Hanaco, @IndahHanaco #THEVANILLAHEART
6.     Yoana Dianika, FB. Yoana Dianika #THECHOCOLATECHANCE
7.     Riawani Elyta, @riawanielyta #THECOFFEEMEMORY


Okeee teman-teman, kami tunggu review terkerenmu untuk novel-novel seri Love Flavour, dan menangkan hadiah-hadiahnya di sini dan kesempatan belajar menulis novel bersama penulisnya langsung.



Jakarta, 15 November 2013

Love Flavour Authors

Selasa, 29 Oktober 2013

Yuk Menabur Bahagia Lewat Buku




RUMAH BACA PUSTAKA ILMU

            Sebenarnya, apa yang paling membahagiakan dalam hidup ini? Mungkin jawabannya akan beraneka ragam, ada yang ingin segera menemukan pasangan hidup dan bahagia seperti cerita dalam dongeng ala princess, atau ingin karir yang cemerlang karena sedang meretas usaha yang baru saja bergerak, ada pula yang ingin anak yang sehat, cerdas dan sebagainya.
        
          Tapi sepertinya ada sebuah kesepakatan bersama, bahwa salah satu kebahagiaan yang tak mampu ditukar dengan hal apa pun yaitu saat kita berhasil membantu seseorang sesuai dengan apa yang ia butuhkan. Benar, kalimatnya membantu sesuai dengan apa yang ia butuhkan. Karena seseorang yang dibantu sesuai dengan kebutuhannya seperti merasakan syurganya saat itu juga. 

  Sebagai pengandaian, katakanlah seseorang yang tajir terdampar di sebuah pulau, ia punya uang ratusan juta mungkin milyaran dalam kartu bank yang berjejer di dompetnya, tapi untuk keluar dari pulau tersebut, kartu-kartu tadi tentu saja kehilangan fungsinyanya karena hal pertama yang ia butuhkan hanya sebuah perahu nelayan yang mau membawanya ke daratan, ketika seorang nelayan kebenaran lewat dan ternyata mau membawanya ke daratan, apa yang kemudian dirasakan si tajir ini? BAHAGIA, dan itu juga yang dirasakan oleh si nelayan, BAHAGIA.

 Cara mendatangkan bahagia itu punya banyak cara, ibarat banyak jalan menuju Roma, maka banyak jalan menuju bahagia dengan memberikan bantuan, salah satunya membantu anak-anak yang gemar membaca dengan menyediakan fasilitas buku.


Anak-anak kumpul sore dan berlatih soal-soal matematika

 Dari dulu, dulu itu kapan? Dulu sekali, saya sangat ingin mempunyai pustaka pribadi di rumah, pustaka yang bisa dipanjati dan dikelilingi oleh anak saya Nazira seperti saat saya kecil dulu di pustaka ayah saya. Semakin kemari keinginan saya itu semakin besar, saat murid-murid saya terkadang suka datang ke rumah dan duduk di pojok rak-rak buku saya yang mulai berhimpitan karena belum mendapat rak yang baru (huhuhu) keinginan itu semakin kuat, dan membuat saya semakin antusias saat banyaknya didirikan rumah-rumah baca oleh teman-teman pencinta buku.

Minggu, 27 Oktober lalu, saya berkesempatan datang di sebuah Rumah Baca di kawasan Marga Asih, Bandung. Namanya Rumah Baca Pustaka Ilmu atau disingkat RBPI sudah berdiri sejak 5 Desember 2005 lalu, dan memiliki 3 ribuan koleksi buku. Foundernya, Kamiluddin Azis, atau saya biasa panggil dia Kang Aming. Perkenalan saya dengan Kang Aming saat saya diundang mengisi acara sharing kepenulisan di grup Inspirasiku di Facebook. Nah, sejak saat itu saya mengenal Kang Aming , ternyata bapak yang juga sudah menerbitkan novel ini adalah sosok yang philantropy sejati.

Coba bayangkan saja, di rumahnya yang mungil, dengan tiga orang anak, ruang yang semestinya digunakan untuk menerima tamu digunakan sebagai ruang pustaka, berjejer rak-rak buku yang nyaris menyentuh genteng rumah. Lalu bagaimana dia menerima tamu-tamunya? Sepertinya beranda depan digunakan untuk menerima siapapun yang berkunjung ke rumahnya, beranda depan itu beralaskan karpet berwarna biru, ada pagar hidup yang dipotong rapi berbatasan langsung dengan jalanan komplek.

Saya pikir tidak banyak orang yang mau rumahnya direcoki dengan anak-anak yang datang berkunjung tanpa mengenal waktu. Bisa jadi saat istirahat akan terganggu karena ada anak-anak yang mengetok pintu, kepingin baca buku. Atau tidak banyak orang yang mau rumahnya leluasa  dibiarkan begitu saja orang-orang dengan mudah keluar masuk ke dalam rumahnya, apalagi di kota-kota besar, yang masih rempong dengan urusan privacy.

Saya bahagia bisa hadir di sini, bertemu Kang Aming dan Istrinya yang sangat hangat menyambut saya, ada volunteer-volunteer juga yang ternyata sebagian besar masih mahasiswa, anak-anak muda yang sengaja menghabiskan waktu mereka untuk kegiatan sosial, saya kira istilah muda hura-hura dan tua masuk surga sudah jauh ditinggalkan di belakang, bagaimana mungkin muda hura-hura tuanya bakal masuk surga? Karena orang yang memanen tentu sudah menanam terlebih dahulu.

Prinsip anak muda keren saat ini, selagi muda menuai banyak ilmu, melakukan banyak kegiatan positif, dan berani menantang diri sdri, melakukan inovasi-inovasi baru sehingga saat umur mereka belum menyentuh angka 30 tahun mereka sudah menjadi orang-orang hebat negeri ini, sudah banyak contohnya, @kangrendy (motivator muda), Reza Nurhilman president Mak icih,  yang keduanya masih berumur 25-26 tahun (wow!), dan masih banyak contoh lainnya.

Kenapa kali ini saya bercerita tentang RBPI? Karena saya berkesempatan mengunjungi Rumah Baca ini tanggal 27Oktober lalu, jika ada Rumah Baca lainnya, insha Allah dengan senang hati akan saya kunjungi juga.

Volunteer RBPI

Ada tiga hal besar yang saya bagi saat berkunjung ke RBPI terutama untuk volunteernya yang sebagian besar sangat antusias dengan yang namanya menulis, mungkin harapan mereka sama dengan saya, ingin ide-ide mereka dibaca orang lain, Alhamdulillah lagi kalau sampai terinspirasi.

Tiga hal ini bukan hal yang baru, saya hanya mengingatkan siapapun yang berniat dan masuk ke dalam dunia menulis setidaknya harus melakukan tiga hal ini.

a.                    Silahkan mencari tahu semua tips menulis dari guru mana pun, bahkan dari professor sekali pun, simpan semua tips-tips itu di kepalamu lalu mulailah menulis. Jangan terlalu sibuk ikut pelatihan ini itu, karena konsep utamanya tetap saja action. Jika ada 1000 syarat menjadi seorang penulis, maka 998 nya adalah Action, selebihnya teknis.

b.                    Untuk menumbuhkan semangat salah satu caranya adalah komunitas, RBPI sebagai penyemangat untuk banyak membaca, lalu cari lagi komunitas penulis yang bisa menambah semangat menulis, menumbuhkan cemburu untuk bisa ikut berkarya, bukan komunitas yang setiap saat mengeluh dan mengeluh lagi bahkan sebelum memulai pun.


c.                     Tidak ada kata “sempurna” untuk pekerjaan pertama. Bahkan pekerjaan yang sudah dilakukan 100x saja tidak akan luput dari kekurangan, jadi lakukan saja… perbaikan-perbaikan akan terlihat menjadi lebih baik seiring konsistensi penulis untuk terus melatih dirinya.


Tak terasa waktu saya berkunjung di RBPI hanya satu jam setengah, setelah ngobrol sana sini, kenalan-kenalan segala macam akhirnya memang hanya 3 point tadi yang bisa saya sisipkan untuk sahabat-sahabat volunteer di RBPI. Namun saya cukup bahagia, karena antusiasme para relawan dan semangat mereka untuk sama-sama menghidupkan RBPI bersama Kang Aming, sebagai foundernya sangat luar biasa.

Menurut kang Aming, untuk menambah gairah dan menularkan semangat cinta buku untuk lingkungan sekitarnya, pada tanggal 16-17November 2013 nanti sekaligus memperingati tahun baru Hijriyah dan hari pahlawan, RBPI akan  mengadakan lomba story telling, mewarnai, dan membaca puisi. Wahhh… seru! Sayangnya saya tidak bisa hadir di acara ini karena berbarengan dengan launching buku bersama sahabat penulis di Jakarta.

Selama perjalanan pulang, saya menyadari satu hal, bahwa dalam hidup ini bukan hanya perkara bahagianya saat kita mendapatkan sesuatu yang sangat diinginkan, namun juga bagaimana menebarkan manfaat dari apa yang kita dapatkan untuk dibagi dengan sesama, dan itu ternyata jauh lebih membahagiakan.

Saya dan sebagian Volunteer

Selamat untuk Kang Aming dan sahabat-sahabat muda volunteer RBPI, sungguh bahagia bertemu kalian dan semoga semakin banyak Rumah Baca-Rumah Baca di luar sana dengan volunteernya yang juga luar biasa.

*****

Jakarta, 30 oktober 2013
Pukul 11.56 WIB
Aida,MA