Jumat, 11 Januari 2013

Warning! On The Road

On The Road


Salah satu scene di OTR



Sutradara : Walter Salles

Produser : Nathanael Karmitz, Charles Gillibert, Rebecca Yeldham

Penulis Naskah : Jose Rivera

Pemain : 
Garrett Hedlund, Kristen Stewart, Sam Riley, Kirsten Dunst, Viggo Mortensen, Amy Adams, Tom Sturridge, Alice Braga, Steve Buscemi, Elisabeth Moss, Terrence Howard, Danny Morgan, Giovanna Zacarias

            Setidaknya akan ada dua hal yang terjadi jika saya menulis blak-blakan tentang Film satu ini.  Pertama, semakin banyak orang yang penasaran. Kedua, bakal ada penonton nekat yang berada di bawah umur untuk menonton film ini. Dan satu hal lagi yang mungkin saya pikir lebih mendalam bahwa tidak semua  karya literature bisa diangkat ke layar lebar, dan mungkin On The Road salah satunya yang saya ragukan layak diadaptasi menjadi sebuah film.

            Namun saya pikir saya harus berbagi review film ini minimal sebagai pengetahuan terutama bagi orang tua yang mempunyai anak-anak remaja. Bahwa film ini tidak saya rekomendasikan untuk ditonton, seperti pernyataan aktrisnya sendiri Kristen Stewart bahwa film ini tidak bisa ditonton untuk semua umur terutama untuk 13 tahun ke bawah. Namun saya menegaskan bahkan untuk penonton berumur 20 tahun pun saya tidak merekomendasikan film ini sebagai film yang layak ditonton.

            Satu-satunya hal yang menarik dari film ini adalah hal yang melatar belakangi film ini dibuat. Film ini diangkat dari karya Jack Kerouac yang berjudul sama On The Road pada tahun 1957, sebuah buku yang menceritakan kehidupan seorang penulis yang bernama Sal Paradise (Sam Riley) yang tak lain digambarkan sebagai sosok Jack sebagai sentral dari Beat Generation, grup di Amerika yang menentang pemikiran dan gaya hidup konservatif setelah perang dunia kedua. Buku yang ditulis oleh Jack ini lebih banyak menceritakan tentang pertualangan Jack yang digambarkan sebagai tokoh Sal (Sam Riley) dan temannya Dean (Garret Hedlund) seorang laki-laki yang sudah ditinggalkan oleh ayahnya saat ia berusia 11 tahun, laki-laki ini lebih mirip laki-laki yang kesepian akan kehidupannya sendiri, terbukti dari dialog yang diucapkannya di sela-sela obrolan “liar” nya bersama Sal. “Menyenangkan bukan punya keluarga?”

Petualangan Sal ini terinspirasi dari kegilaan Dean dan istri Dean yang baru berumur 16 tahun  Marylou (Kristen Stewart). Petualangan mereka menyusuri negara-negara di benua Amerika pada tahun 1941 ini lebih mirip petualangan sekumpulan anak muda yang sedang mencari jati diri dengan mengatasnamakan kebebasan dan pertanyaan-pertanyaan tentang Tuhan. Petualangan mereka juga diwarnai dengan krisis keuangan, lalu melakukan pencurian bahan bakar, pencurian oli dan makanan di swalayan saat musim dingin dengan dalih “Bahwa presiden Truman mengatakan, bangsa ini perlu untuk menurunkan biaya hidup.”

            Sepertinya Walter Salles, sutradara satu ini yang sempat dikenal lewat The Motorcycle Diaries “Che Guevara” memang menyenangi sebuah film petualangan. Namun saya kira kali ini sedikit kurang tepat bidikan, karena dari 90 menit durasi film ini diputar saya lebih melihat substansi prilaku seks yang menyimpang, kehidupan bebas dengan obat-obatan dan minuman, bebas aturan dan hidup sesuka hati secara artistik tanpa peradaban yang memenuhi hampir semua scene. Hal yang seperti inilah yang saya kira tidak layak diadaptasi ke layar lebar apalagi semua adegan seks, pemakaian Marijuana dilakukan secara terang-terangan dengan penempatan kamera close-up.

            Ketertarikan saya menonton film ini pada awalnya lebih karena si tokoh utamanya adalah seorang penulis dengan quote-nya yang unik “I’m a young Writer, and I’m trying take off” ,sama halnya saat saya ingin menonton Lolita Versus yang juga mengangkat kehidupan seorang penulis novel. Namun sasaran kedua film ini kurang lebih sama yaitu “seks” tapi saya memberikan warning tiga kali untuk On The Road.

            Seperti yang saya sampaikan di awal bahkan Kristen Stewart saja memberikan warning pada kualifikasi umur yang boleh menonton film ini. Disayangkan kemudian jika fans Stewart pada Twilight yang masih berada di bawah umur ikut menonton sebagian adegan ranjang, pemakaian obat-obat terlarang dan kehidupan bebas sebagai tontonan baru bagi mereka hanya karena mereka mengidolakan Stewart lewat twilight.

            Dari seratus persen penilaian, maka saya hanya bisa memberikan 20 persen saja untuk nilai positif dari film ini, ini pun sebagian cerita Sal, Dean dan Mary Lou yang berpindah-pindah dari New York, California, Lousiana dan negara-negara lainnya, sebagai gambaran imaginasi liar para petualang yang tak takut menggembel di negara luar. Pengambilan gambar dengan landscape jalanan yang lebar dan luas, lalu kiri kanan dipenuhi perkebunan atau gurun tandus cukuplah membuat penonton yang berjiwa petualang untuk mencoba hal yang sama. Namun ada isu yang berkembang pasca film ini diputar di sejumlah bioskop di Amerika bahwa Stewart kemungkinan akan mendapatkan nominasi Oscar untuk perannya sebagai Marylou dalam film ini. Kaget? tidak perlu kaget, karena Stewart memang sama sekali tampak alami dan sama sekali tidak kaku dalam actingnya walaupun kebanyakan scene di sini diakui Gerratt sebagai lawan mainnya adalah hal yang aneh.
            
          Tentu saja ini hanya pendapat saya sebagai penonton awam, jika pun di luar sana banyak yang menganggap bahwa Walter sudah berhasil melakukan gebrakan yang baik atas Novel Jack ini, saya kembalikan saja kepada pemikiran dan penilaian masing-masing.

*****
Jakarta, 11 January 2013
Pukul 20.15 WIB
Aida MA

0 komentar:

Posting Komentar