Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

Pemenang Kuis Foto Bersama SUNSET IN WEH ISLAND

Dearest Readers…             Finally kuis foto bersama Sunset in Weh Island berakhir tadi malam 28 February 2013 pukul 24.00 WIB. Bahkan banyak yang ngirim saat Deadline, sepertinya memang kebiasaan kita menunggu batas maksimal waktu yang diberikan ya hehehe…             Okee sekarang saatnya saya mengumumkan empat orang pemenang perminggunya yang berhak mendapatkan kaus bergambarkan cover Novel Sunset in Weh Island. Minggu pertama, Saya suka foto ini karena unik dibandingkan yang lainnya, dengan memilih tema penyiar televisi, sepertinya pemilik foto ini punya cita-cita besar jadi penyiar atau host ya. Selamat Mba Umi Minggu Kedua Kalau dilihat dari foto yang masuk di minggu kedua, rata-rata sama ya. pose yang sama, gaya yang sama (heheheh…) akhirnya saya jatuh cinta pada gadis kecil yang rada tomboy mengapit Sunset in Weh Island di dadanya…Duhhh Selamat untuk Syifa, putri dari mba Rini Bee (Kausnya buat mama ya J )

KETIKA CINTA HARUS PERGI (Buku Baru)

KETIKA CINTA HARUS PERGI, Buku ke.6 Alhamdulillah buku ke 6 dikabarkan terbit bulan ini dan didistribusi mulai Maret depan. Buku ini saya tulis bersama seorang sahabat yang ingin membagikan kisah hidup yang ia alami. ternyata ujian hidup bisa menjadi pelajaran dan saling menguatkan dengan yang lainnya. Buku ini bukan guru tapi sahabat bagi siapapun yang sedang patah hati, sedang patah hati atau sudah mengalaminya. untuk melalui proses itulah maka buku ini hadir, sebagai sahabat, pendengar terbaik juga menjadi teman yang mampu memberi gagasan dan tips agar ketika cinta harus pergi, seribu mimpi juga menanti. Selamat...siapapun yang ingin membacanya, semoga mendapatkan berkah dan manfaat. Amin!

Kuis Foto Bersama SUNSET IN WEH ISLAND #3

Info Lomba Bisa dilihat di Label Lomba Nulis Bya with SiWI SiWI semanis covernya Idank Sawidar with SiWI, PNS baca juga :D Robiana Hasiru, IRT baca SiWI juga :)

REVIEW SUNSET IN WEH ISLAND

By. Sulia (Kelas 9) Wow, hebat, spektakuler benar-benar menakjubkan bukunya kak Aida. Saya sampai terkagum-kagum dibuatnya. Sekaligus engga nyangka kalau dua tokoh yang berselisih faham itu Mala dan Axel bisa jadian. Padahal awalnya selalu saja berdebat. Pokoknya benar-benar seru. Bukan hanya itu saja. Dalam buku kak Aida satu ini banyak sekali mengajarkan kita hidup yang sesungguhnya. Memilah milah sesuatu, dan apa itu makna kasih sayang. Kalimat-kalimatnya diajarkan langsung oleh Ayah Mala, Bram. Intinya, saya benar-benar kagum dengan buku kak Aida satu ini. Apalagi saya jatuh cinta pada tokoh Mala, Axel dan Bram. Saya kagum pada ketiga tokoh ini. Terimakasih kakak atas nasihat-nasihat dan saran yang kakat sampaikan melalui cerita di buku ini. Sekali lagi terimakasih. SULIA Sabiluna Islamic Boarding School Kelas 9.

Review-SUNSET IN WEH ISLAND

Review by Robiana Hasiru via Facebook Saya sudah baca Sunset In Weh Island. Awal membacanya memang kurang menarik karena penulis langsung menceritakan pertengkaran dua orang sahabat, mungkin khas cerita remaja ya. Tapi setelah dibaca terus menerus, halaman demi halaman, ada bab yang membuat saya menitikkan air mata. Tentang perbedaan prinsip dan ketakutan orang tua yang akan melepas anak gadisnya jikalau dipinang oleh seorang bule (sudah berbeda kultur, adat, bicara dan cara pikir)… Wajar memang, tapi dalam cerita ini sungguh orang tua yang sangat bijak, tidak menang sendiri atau egois untuk memenangkan idealismenya. Salutttt.. dan bagiku penulis sangat cantik menorehkan kisah kasih asmara dari mulai ketertarikan, kecemburuan sampai arti berbagi sahabat… Sungguh novel yang harus dibaca dalam keadaan santai supaya bisa menikmati gambaran keindahan salah satu pulau di Indonesia. Ditunggu kisah yang lainnya..Good luck.

REVIEW- SUNSET IN WEH ISLAND (Indrasta)

By Indrasta (SMP kelas 9) Sumpah ya guys!... Setelah aku baca novel yang satu ini, aku ikut ngerasain apa yang Mala rasain. Sampe-sampe aku ngebayangin, kalau suatu hari nanti aku pergi ke pulau Weh, Rubiah dan melihat Sunset dan Sunsrise. Gila!! Seru banget deh perjalanan Mala yang tiap harinya ditutup dengan melihat sunset. Kejadian yang bikin aku sedih itu waktu Mala memanggil Bram dengan sebutan “Ayah”. Karena selama ini semenjak ibunya Mala meninggal, Mala tidak pernah memanggil Bram “Ayah” melainkan namanya saja selayaknya seorang teman. Buat Kak Aida MA Teruslah membuat Novel dengan karya yang semakin bikin orang yang membacanya terhanyut di dalamnya. Terimakasih kakak udah nulis novel ini, setidaknya aku tahu kalau di Indonesia itu ada namanya Pulau Weh yang keren dan sebagai nol kilometernya Indonesia dari sisi Barat. Sukses selalu kakak..