Rabu, 13 Februari 2013

RESENSI NOVEL SUNSET IN WEH ISLAND


Resensi oleh Fitri Ragil Kuning, Cerpenis

postingan ini bisa dibaca juga di sini 



Karya Aida M.A




Super romantis!

             
Ya, itulah kata yang pas untuk menggambarkan novel karya Mbak cantik Aida Maslamah Affandi a.k.a Aida M.A ini. Novel ini bersetting di Sabang, dimanatidak semua orang – bahkan kita yang warga Negara Indonesia sendiri – belumtentu mengenalnya. Tapi jangan khawatir, dengan membaca novel ini sedikitbanyak kita diajak untuk membayangkan betapa indahnya Pulau Sabang. Dan sayayakin, setelah membaca novel ini beberapa pembaca pasti penasaran dan inginmembuktikan sendiri keindahan pantai-pantai di pulau yang terletak di ujung kulonini. Deskripsi tempat yang sangat detail membuat novel ini mirip dengan sebuahcatatan perjalanan, seperti juga gaya tulisan Mbak Aida di novel Looking For Mr. Kim. Tapi justru inilah salah satu kelebihan tulisan Mbak Aida, yang sangat detail dan matang dalam bercerita.

           
Penulis yang kesehariannya berinteraksi dengan para remaja ABG ini, sepertinya ingin menunjukkan bahwa dirinya masih bisa romantis, tak kalah dengan pararemaja yang sedang jatuh cinta :D. Terbukti, beberapa kali dia menuliskan kalimat-kalimat dialog tentang cinta yang romantis. Salah satunya, “Aku tidak mencintaimu karena sebuah kepercayaan, tapi aku percaya bahwa ketika kita saling mencintai maka kita akan saling menjaga, saling memberi yang terbaik.” Ada juga kalimat ini, “Kamu tahu? Di belahan bumi mana pun aku pergi, aku tahu separuh hatiku tertinggal di sini, karenanya aku selalu kembali, di sini, di hatimu.” Sungguh, kalimat penutup yang romantis.

             
Penulis juga sangat pandai menciptakan karakter tokoh yang begitu membekas di hati pembaca. Bahkan saya akui, sekarang saya jatuh cinta dengan tokoh Axel di novel ini, lelaki Jerman bermata zamrud dan rambut curly-nya. Untuk soal ini, saya rasa banyak saingannya, haha. Saya pun merasa menjadi remaja lagi ketika membaca novel ini *pembaca dilarang protes* :D

            
Well, bagi yang belum punya novel manis ini, semanis cover dan penulisnya,segera saja ke toko buku, ambil dan bawa ke kasir. Mari kita berwisata bersama ke Pulau Sabang!

Sukses selalu untuk Mbak Aida.

0 komentar:

Posting Komentar