Rabu, 06 Maret 2013

BEHIND THE SCENE "KETIKA CINTA HARUS PERGI"



            Banyak yang mengatakan ada hal yang menarik dari sisi penulisan hingga lahirnya sebuah buku. Ini pula yang mungkin saya rasakan di buku kolaborasi saya dengan seorang sahabat penulis yang bernama Elita Duatnofa, saya biasa memanggilnya Mba El, kalau ada yang ingat bagaimana kesuksesan Novel berantainya Love Asset, nah Mba El salah satu penulis di Novel Love Asset.

            Bagi saya tidak ada hal yang kebetulan di dunia ini, kebetulan itu adalah kebenaran yang sebenar-benarnya. Termasuk kolaborasi ini menjadi hal kebetulan yang benar, karena saya sendiri tidak berpikir bahwa Mba El akan mengajak saya untuk kolaborasi.

            Saya cerita sedikit ya, kolaborasi ini berawal dari tantangan duet di salah satu kelas menulis kami, Be a Writer, foundernya Mba Leyla Hana. Tantangan itu cukup menarik, karena ada deadline dan siapa yang duluan terbit akan mendapat hadiah dari para guru, saya sebut saja dua orang guru yang ada di Be a Writer saat ini, ada Riawani Elyta (penulis Bukune) dan Eni Martini, yang sudah punya belasan buku.

            Saya pernah punya cerpen yang bernuansa lokalitas dan pernah dipublish di Be a Writer judulnya Meujudo (Aceh; Berjodoh) ternyata naskah cerpen itu mampu membuat Mba Elita Duatnofa jatuh cinta pada saya (maksudnya jatuh cinta pada cerpen dan gaya saya menulis..hehehe)

            Bisa dikira-kira ya setelahnya bagaimana dia melamar saya dan mengajukan outline naskah yang belum rampung ke depan saya saat itu. Outline yang diajukannya saat itu masih mentah, belum ada penjelasan naskah yang jelas atau batasan penjelasan untuk masing-masing bab. Tapi hanya satu hal yang membuat saya tertarik, karena temanya yang menawan hati saya, apalagi akuan dari mba el ini adalah ujian hidupnya yang sukses ia lalui dan sepertinya harus ia bagi dengan yang lain. Akhirnya lamaran untuk kolaborasi pun  saya terima.

            Sebelum dengan Mba Elita duatnofa saya pernah kolaborasi juga dengan Fitri Ragil kuning di KERETA TERAKHIR dan Swastikha Maulidya Mulyana di BERBAGI HATI. Di antara tiga buku kolaborasi ini, yang paling banyak memakan waktu adalah KETIKA CINTA HARUS PERGI, bersama Elita duatnofa ini, Mengapa? ceritanya di bawah ini ya (hehehe..)

            Memang menulis kolaborasi itu gampang-gampang sulit ya, apalagi butuh komitmen yang tinggi untuk menyelesaikan naskah ini di antara kegiatan lainnya yang juga mendapat prioritas yang cukup penting.
            Saya tahu partner saya ini super sibuk, business women yang mobile ke mana-mana, rencana awal diselesaikan satu bulan ternyata molor sampai empat bulan lebih, dari awalnya hendak dikirimkan ke penerbit Stiletto tapi tiba-tiba  kita memutar haluan ke Quanta, Elex media karena ingin naskah ini diberi ayat-ayat dan bernuansa Islami.

            Sambil menyelesaikan KETIKA CINTA HARUS PERGI, saya juga menulis Sunset in Weh Island saat itu. Penambahan ayat dan penjelasannya juga saya dapatkan setelah konsultasi langsung dari ayah saya yang juga seorang ustadz, Alhamdulillah penjelasan ayat dan tafsirnya berjalan lancar, meskipun untuk menambah gizi dalam naskah ini saya harus membaca banyak sekali buku-buku motivasi islami, dan Fiqh Islam. Tapi ada yang tak kalah penting dari finishing naskah ini adalah semangat berbagi dan keinginan untuk saling menguatkan yang terus-terusan saya rasakan dari awal hingga menyelesaikan naskah ini.

            Sepertinya Mba Elita sudah merelakan menyerahkan naskah Ketika Cinta Harus Pergi di tangan saya sepenuhnya setelah ia menuliskan beberapa bab dari keseluruhan naskah, karena beban kesibukannya yang lumayan menyita waktu saat itu. Setelah naskah memenuhi jumlah halaman dan visi motivasi-islami sudah terasa dalam naskah ini, tinggal mba Elita melakukan finishing touch sekaligus menjadi pembaca pertama naskah kami yang sudah jadi.
           
             Langkah selanjutnya tentu saja bagaimana meyakinkan penerbit bagaimana supaya naskah ini bisa diterima. Bagi teman-teman yang berencana untuk mengirimkan naskah novel atau nonfiksi ini bisa jadi tambahan info, bahwa setiap naskah yang kita ajukan ke penerbit, jika itu nonfiksi lengkapi dengan outline perbab, dan kelebihan naskah dibanding naskah yang serupa di pasaran.

             Sementara untuk novel, harus menyertakan sinopsis dan kelebihan naskah novelnya. Ini yang saya rasakan saat KETIKA CINTA HARUS PERGI diacc oleh Quanta-Elexmedia, kurang dari satu bulan editor akuisisinya mengabari saya naskah diterima dan diterbitkan bulan February dan sudah ada di tobuk sekitar Maret 2013.
             
            Alhamdulillah kabar bahagia itu membuat kami berulang kali bersyukur, karena niat berbagi dalam KETIKA CINTA HARUS PERGI akhirnya bisa dibaca oleh banyak pembaca.  Suatu kebahagiaan juga bagi kami berdua saat buku ini diendorser oleh orang-orang yang hebat, ada mba Irma Rahayu (Founder Soul Healer) RW. Dodo (CEO Biografi sukses Indonesia) Bunda Ita D. Azly (Psikolog Keluarga) dan sahabat kami berdua Risma el Jundy (Penulis novel dan buku motivasi GBS Tak Menghalangiku).

            Mungkin buku ini masih banyak kekurangan di sana sini, namun besar harapan kami agar niat berbagi dan saling menguatkan yang kami torehkan dalam buku KETIKA CINTA HARUS PERGI ini bisa memberikan arti, makna dan semangat yang positif bagi semua pembaca di Indonesia, baik yang sedang patah hati, sedang bergerak move on atau pun yang sudah berlalu agar tidak menyisakan dendam dan dengki di hati, semoga KETIKA CINTA HARUS PERGI bisa menjadi sahabat pengingat bagi kita semua, dan khususnya kami berdua selaku penulisnya. Salam move on J

Jakarta, 6 Maret 2013
Pukul 20.13. WIB
Aida MA

8 komentar:

  1. hihihihi.... :D
    Sebetulnya hal itulah yang membuat saya sampai nggak sabaran menunggu buku ini beredar. Keinginan untuk berbagi.
    sebenernya niat dari kemarin2 mau bikin behind the scenedi blog, tapi waktu itu cover aja belum diterima. eh pas cover sudah ada, bahkan buku sudah nangkring, saya malah belum sempat juga menuliskan behind the scene. :p

    terlepas dari itu semua, terima kasih banyak mbak Ai... karena dirimu juga buku ini bisa selesai dan terbit. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mba el...sama2 saling dukung kok :)

      Hapus
  2. Oooh.. jadi begituu....
    Terima kasih jg bwt mba Aida yg udah menyupport mba Elita shg bertelur lg :-)
    semog laris manis dan berkah, bisa bikin BaW makin terkenal :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heuheu...tau sdrilah mba ela...ibu satu Ini super sibuk Heuheu...

      Hapus
  3. Sukses yaa, yakin deh bukunya keren, penulisnya aja keren:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah2an bukunya bisa ngasih aroma positiflah Heuheu...Kalo penulisnya harus lari lebih kenceng biar bisa sekeren yg komen :)

      Hapus
  4. Sukses untuk bukunya yang kesekian, Mbak Aida :)
    Daku sudah tertinggal jauh darimu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga tertinggal jauh kok mba. Antologiku ga sebanyak dirimu mba. Dan ga mungkin banget bisa kukejar :)

      Hapus