Sabtu, 27 Juli 2013

Pemenang GA-Ketika Cinta Harus Pergi





Sudah dua minggu ternyata Giveaway- KETIKA CINTA HARUS PERGI berlangsung. Saat yang paling berat buat saya selalu di saat menentukan pemenang. Apalagi kali ini dengan 3 akun lini masa yang berbeda. FB,Twitter dan Blog.

Bukan main tulisan sahabat-sahabat semuanya di blog, sebagian kisahnya membuat saya berkaca-kaca, beberapa status FB dan kultwit di twitter membuat saya bersemangat, ternyata banyak sekali cara untuk menghargai diri sendiri apalagi setelah disakiti dan terluka.

Akhirnya saya memang harus memilih tiga orang pemenang yang berhak mendapatkan buku KETIKA CINTA HARUS PERGI. Berikut nama-nama pemenangnya.

FB. Ayuni Adesty.

Twitter. @ReniJudhanto


            Namun, karena ada dua akun lagi yang membuat saya berlama-lama membacanya, akhirnya saya memilih 2 pemenang pilihan yang juga berhak mendapatkan buku KETIKA CINTA HARUS PERGI.

FB. Mia Chandra Sasmita


            Selamat untuk para pemenang, bagi yang belum beruntung bukan berarti tulisan sahabat-sahabat semuanya tidak bagus, namun saya memang harus memilih pemenang yang beruntung di GA kali ini.

            Kepada pemenang, silahkan mengirimkan alamat pengiriman buku ke email saya.


            Terimakasih banyak untuk sahabat-sahabat yang sudah mengikuti GA-Ketika Cinta Harus Pergi. Sampai jumpa lagi di GA buku-buku saya yang lainnya, Insha Allah.


Salam
Aida,MA.

Generasi Philanthropist di @ILoveAceh







BukaPuasa Bersama @ILoveAceh dan Bedah Novel Sunset in Weh Island


Ini kali pertama saya sebagai orang Aceh berkumpul bersama komunitas Aceh di Jakarta.  Bukan komunitas ibu-ibu rempong atau ibu-ibu arisan. Tapi saya justru diundang di komunitas yang pendirinya adalah anak muda keren, yang disupport oleh admin nya yang juga masih muda-muda. Seperti judul buku maka kehadiran saya di situ mungkin bisa menjadi “Emak-emak di sarang pemuda” J

Setiap kali saya bertemu anak-anak muda yang kreatif saya selalu mulai menghitung umur saya. Ah, sudah 30 tahun ternyata, lalu saya sedikit flashback ke belakang, saat umur saya sebaya mereka saya ngapain aja ya? J jika umur manusia itu kebanyakan 60 tahun, ternyata saya sudah melewati setengahnya, dan sepertinya saya harus buru-buru melakukan sesuatu yang jauh lebih bermanfaat bagi banyak orang.

Perkenalkan anak-anak muda kreatif yang bertemu dengan saya 23 Juli lalu adalah admin dan sahabat-sahabat #ATwitLover @ILoveAceh. Sebenarnya saya mulai aktif berkomunikasi dengan beberapa admin @ILoveAceh sejak Januari lalu, ada @RomaMeuketop dan @AtinRY karena Novel Sunset in Weh Island pernah dijadikan salah satu hadiah dan direview di web @ILoveAceh dalam rangka ulang tahun @ILoveAceh yang ke.3 bulan February lalu, belakangan karena saya diundang mengisi acara Buka Puasa bersama dan bedah novel #SunsetinWehIsland, akhirnya saya bertemu juga dengan Aulia @hack87 (Founder @ILoveAceh), Irwanti @wanti_one, Yulyansyah @Yulyansyah dan masih banyak lagi sahabat-sahabat muda kreatif yang tergabung dalam @ILoveAceh.

Sharing Sesion


Buka Puasa bersama @ILoveAceh Regional Jakarta sekaligus Bedah Novel Sunset in Weh Island ini menariknya bukan hanya diikuti oleh orang-orang Aceh yang ada di Jakarta saja, namun juga ada yang berada dari luar Aceh namun concern pada kegiatan di Aceh. Dan takjub saya bertemu orang-orang Aceh yang luar biasa di acara ini.


Aulia sedang memberi pencerahan :)

Sengaja saya menulis judul postingan ini menjadi “Generasi Philanthropist di @ILoveAceh. Saya punya cukup alasan untuk mengatakan bahwa mereka memang punya jiwa sosial yang tinggi. Philanthropy, ketika keinginan berbagi dan membantu sesama tak terbendung lagi. ada rasa yang tidak nyaman ketika tidak membantu orang lain, ketika tidak memberikan sesuatu yang mereka miliki untuk diambil manfaatnya bagi orang lain.

Saya membaca beberapa kegiatan yang mereka lakukan selain mengenalkan Aceh pada khalayak ramai, memberikan info dengan hastag-hastag mereka yang beragam, #Infowarga #PositifkanAceh dll. @ILoveAceh juga punya rasa peduli yang cukup tinggi, inilah yang saya bold, mereka peduli pada penderita kanker, donasi bencana dan kelestarian Fauna di Aceh yang sekarang sedang marak dibicarakan. Saya kira ini pula salah satu penyebab mengapa follower @ILoveAceh meningkat signifikan dalam 3 tahun masa berdirinya @ILoveAceh.

Suasana diskusi 

Saya tak akan cerita bagaimana suasana bedah Novel Sunset in Weh Island dalam temu akrab saya dengan sahabat-sahabat @ILoveAceh #ATwitLover kemaren, karena saya percaya bahwa semua orang yang hadir kemaren adalah orang-orang yang mencintai tanah Aceh dan berkontribusi banyak hal yang positif untuk Aceh, itu juga alasan saya menulis novel Sunset in Weh Island, ingin menghadirkan cita rasa Aceh dalam taste yang berbeda selain taste yang tergabung dalam 4G (Ganja, GAM, Gempa dan Gaun; pakaian) yang sering kali menjadi gambaran awal ketika kata “Aceh” disebutkan J.

Thank u Gebrina Hijab :)

Ada kebahagiaan besar di hati saya saat bertemu dengan mereka, mencuri semangat berbagi yang mereka miliki dan semangat anak muda kreatif yang memiliki segudang rencana ke depan untuk memajukan Aceh yang sempat dipaparkan oleh Aulia saat pertemuan kemaren.

Terimakasih @ILoveAceh sudah memberi saya kesempatan untuk menceritakan bagaimana cintanya saya pada tanah Aceh lewat wisata dalam novel Sunset in Weh Island.  Tetap semangat, semakin kreatif dan memajukan tanah Aceh. Walaupun banyak di luar sana yang ingin mematahkan sedikit semangat kita, mengiris sedikit hati atas usaha-usaha ini, saya yakin masih jauh lebih banyak orang-orang yang selalu mendukung untuk kegiatan-kegiatan #PositifkanAceh yang sahabat-sahabat lakukan. Amin!


Jakarta, 28 Juli 2013
Pukul 6.36 WIB
Aida,MA

Rabu, 24 Juli 2013

Jurus Menaklukkan Penerbit

Materi ini pernah saya berikan terpisah sebagai bahan bacaan di kelas menulis FLP Aceh Akhir Mei 2013 yang lalu, selain tambahan bagaimana membuat sinopsis dan deskripsi naskah yang hendak diajukan kepada penerbit.

Semoga bermanfaat ya :)

Bersama FLP Aceh

Berbagi Materi Kiat-kiat Menembus Penerbit

Thank you FLP Aceh :)





Banyak sekali curhatan penulis-penulis kepada saya tentang penerbitan. saya rasa penulis mana pun sangat berharap karya-karyanya, baik yang ditulis di blog maupun yang belum dipublish ingin segera menemukan jodohnya, jodoh dengan penerbit yang bersedia menerbitkan sehingga karya tersebut bisa dibaca banyak orang.
            Memang sebuah kebanggan tersendiri ketika karya tersebut hadir dalam sebuah buku, dipajang di semua toko buku di Indonesia, apalagi kemudian diappresiasi dengan baik oleh pembaca. Karena tak jarang pengaruh literasi sangat kuat dan berefek lebih lama bagi pembacanya.
            Namun menembus sebuah penerbit bukanlah hal yang mudah, juga bukan berarti hal yang sulit. Hanya saja setiap penulis semestinya mengetahui bagaimana visi dan misi, keinginan-keinginan penerbit satu dengan penerbit lainnya sebelum menawarkan sebuah karyanya.
            Begitu juga dalam paketan pengiriman naskah, seorang penulis harusnya mengetahui bahwa yang dikirimkan kepada penerbit bukan hanya naskah saja namun meliputi beberapa hal.

a.     Surat pengantar pengiriman naskah, surat pengantar ini biasanya ditulis di badan email. berisikan salam pembuka, perkenalan singkat dan kemudian isi dari surat itu sendiri.

b.     Sinopsis naskah. ini harus ada dalam sebuah naskah fiksi. Sinopsis yang menarik bisa menjadi nilai jual. Dari selembar sinopsis mampu membuat editor tertarik pada naskah yang ditawarkan.

c.      Outline dan deskripsi naskah, naskah nonfiksi biasanya akan dimintai outline keseluruhan naskah per-bab, outline ini juga nanti diminta pada naskah fiksi, jika sudah di-acc sinopsisnya. Outline dalam naskah nonfiksi bisa menjadi acuan bagi editor, apa saja yang ingin disampaikan oleh penulis dalam setiap bab, sedangkan outline dalam naskah fiksi berguna untuk melihat plot, alur dan konflik yang tercipta dalam sebuah novel.

d.     Kelebihan naskah, ini salah satu hal yang penting dan akan menjadi penilaian naskah tersebut layak diterima atau tidak. Kelebihan naskah ini sebagai bahan pembanding antara naskah yang serupa dan ada di pasaran, apalagi jika naskah tersebut memiliki tema yang sama dengan naskah-naskah yang sudah terbit. Selain itu kelebihan naskah juga bisa menjadi nilai jual saat naskah tersebut unik dan tampil beda dengan naskah-naskah yang ada di pasaran.

e.     Sertakan Biodata, ini sebagai bahan perkenalan saja, agar penerbit mengetahui siapa si pengirim naskah dan karya-karya penulis yang sudah terbit. Biasanya beberapa redaksi naskah sering melakukan pencarian penulis yang berbakat baik di twitter maupun di blog-blog penulis. Jadi portfolio penulis ini perlu sekali dicantumkan.

Selain bicara teknis pengiriman naskah mungkin kita perlu juga memiliki beberapa pengetahuan sebelum menawarkan sebuah naskah. Seperti yang saya sampaikan di awal tadi, bahwa setiap penerbit memiliki visi, misi yang berbeda, dalam satu grup penerbit saja punya banyak lini yang berbeda-beda, jadi sangat penting untuk mengetahui seluk beluk sebuah penerbitan sebelum kita mengirimkan sebuah naskah.
Misal saja, saat kita mengirimi cerpen yang bergaya alay dan anak muda K-Pop ke koran Kompas, tentu akan ditolak, karena kompas menerima cerpen yang bernuansa lokalitas. Lalu kita mengirim naskah cerpen wanita dewasa dengan jumlah halaman 10 halaman ke majalah Femina, tentu saja akan ditolak karena Femina hanya menerima 6 halaman saja.
Jadi hal-hal yang seperti itu sangat penting untuk diketahui sebelum mengirimkan naskah. Agar dapat meminimalisir seringnya patah hati ketika berulang kali ditolak penerbit.


Ada beberapa tips dari saya yang Insya Allah bermanfaat jika dipraktekkan.

a.     Sebelum menulis sebuah naskah, ada baiknya sesekali datang ke bookfair, toko buku untuk mengetahui trend buku yang sedang berkembang di dunia pembaca, atau buku-buku apa saja yang sedang banyak diminati atau kemungkinan akan diminati. Jadi, seorang yang berprofesi sebagai penulis, atau yang ingin sekali hasil karyanya bisa dibukukan hendaknya tidak hanya ahli dalam menulis tapi juga harus cukup peka terhadap keinginan pasar.

b.     Bersikap lebih aktif untuk mencari banyak informasi penerbit. Semua akun penerbit di twitter, facebook, dan website-nya diikuti dan dicermati buku-buku apa saja yang sudah mereka terbitkan atau pun belum mereka terbitkan.

c.      Jangan sungkan-sungkan untuk menelpon ke penerbit, minta admin menghubungkan penulis dengan editor, atau bila perlu ajak meeting sang editor dan bicarakan buku-buku apa saja yang kira-kira belum terbit dan bisa diterbitkan di penerbit tersebut.

d.     Jika ada Book fair, biasanya itu akan menjadi tempat yang paling baik untuk mencaritahu, apa editor akuisisi-nya ada atau bisakah kamu bertemu dengan editor akuisisinya. Biasanya editor akuisisi hadir di hari pertama saat book fair dibuka.

e.     Drop Box, nah drop box ini biasanya ada di festival-festival penerbit. Seperti saat ini ada Festival penerbit Bentang Pustaka di Jogja, mereka menyediakan drop box di sana. Jika punya teman di Jogja dan kira-kira setelah diselidiki lebih dalam naskah kamu yang bernuansa novel remaja, novel popular cocok jika diterbitkan di bentang pustaka, silahkan titip teman agar menaruh hard copy naskah novelmu di sana. Sebelumnya Gramedia juga mengadakan gathering bahkan penulis bisa konsultasi langsung dengan editor-editor di berbagai lini dalam penerbit Gramedia.

f.      Jangan ragu berkenalan dengan banyak penulis senior. Ajak berdiskusi dan tanyakan secara pribadi by email atau inbox FB mengenai dunia penerbitan, biasanya di antara banyaknya penulis akan bersedia berbagi ilmu dan pengalaman.

g.     Tetap bersemangat meskipun naskahmu ditolak, ditolak oleh satu penerbit, masih banyak penerbit lainnya yang perlu dikirimi idemu.  berarti masih banyak kesempatakan untuk menulis lebih baik lagi.

----


Aida, MA
Jakarta, 19 Mei 2013
Pukul 14.02 WIB.


Rabu, 10 Juli 2013

GA-KETIKA CINTA HARUS PERGI


Ketika Cinta Harus Pergi, Aida,MA dan Elita Duatnofa



            Selamat datang kembali di Give Away buku saya, kali ini KETIKA CINTA HARUS PERGI akan sampai ke tangan sahabat-sahabat semua dan insya Allah siap untuk menginspirasi pembacanya.

            KETIKA CINTA HARUS PERGI ini merupakan buku nonfiksi motivasi islami yang saya tulis bersama sahabat saya Elita Duatnofa, buku ini juga sudah cetak ulang kedua setelah dua bulan terbit. Sesuai dengan genre bukunya yaitu motivasi, maka give away kali ini mengajak sahabat semua mengeluarkan semua jurus dengan tema tulisan MERHARGAI DIRI SENDIRI.

            Biar adil saya akan membagi TIGA buah buku KETIKA CINTA HARUS PERGI untuk tiga pemenang dengan 3 akun lini massa yang berbeda.

1.     Twitter, sahabat yang menggunakan twitter, silahkan follow akun twitter saya @aida_aie dan @elexmedia, lalu membuat tweet minimal lima kali dengan hastag #HargaiDiri, GA #KCHP. Jangan lupa mention saya @aida_aie dan @elexmedia.

2.     Facebook, sahabat yang menggunakan facebook, bisa menulis status tentang kiat-kiat menghargai diri sendiri. Jangan lupa tag saya Aida,MA dan sertakan info tentang GA KETIKA CINTA HARUS PERGI.

3.     Blog, sahabat yang menggunakan blog, silahkan membuat postingan yang berisi tentang pengalaman move on sehingga mampu menghargai dirinya sendiri dan tidak berlaru-larut dengan hal yang sudah berlalu.

4.     Silahkan follow blog ini untuk informasi seputar GA dan pengumuman pemenangnya.

5.     Pengumuman pemenang 28 Juli 2013 dan DL untuk semua akun 25 Juli 2013 pukul 24.00 WIB.

Demikian teknis dan tema GA KETIKA CINTA HARUS PERGI. Untuk info seputar GA, bisa langsung ditanyakan di kolom komen di bawah ini atau di twitter saya @aida_aie dan FB Aida,MA.

Saya tunggu karya sahabat semuanya.

Salam
Aida,MA