Jumat, 30 Agustus 2013

GA-AIDA.MA


Saya sengaja tidak memberi judul give away kali ini. Ini hanya sedikit berhubungan dengan sebuah pencapaian ketika umur saya sudah melewati angka 30 tahun.

            Mungkin setiap kali ulang tahun, kita terbiasa membuat sebuah keinginan, mungkin juga agak mirip dengan membuat sebuah resolusi di awal tahun. Ada yang memang tercapai sesuai target ada juga tanpa hasil sama sekali.

            Saya sendiri bukan orang yang penuh perencanaan, tapi beberapa hasil dan pencapaian yang saya dapat hari ini karena berkah Allah dan usaha yakin serta doa yang terpanjatkan. Apa pencapaian saya sampai dengan saat ini bisa baca di sini.

            Nah, give away kali ini hanya ingin berbagi pengalaman dengan sahabat semuanya. Pilihannya menjadi dua versi.

1.    Bagi yang sudah berusia 30 tahun, yuk bagi pencapaian yang sudah kamu dapatkan ketika umurmu sudah 30 tahun.

2.    Bagi yang belum berumur 30 tahun, sharing juga apa-apa saja yang ingin kamu capai sebelum umurmu 30 tahun.

Sekarang, mari kita lihat hadiahnya apa saja ya? saya akan memilih 4 tulisan terbaik untuk 4 pemenang pilihan yang akan mendapatkan hadiah berikut ini.

a.     Satu kaos bergambarkan cover novel Sunset in Weh Island.


Sunset in Weh Island






b.     Satu voucher pulsa 50 ribu.

Voucher Pulsa untuk semua provider


c.      Satu buku GBS tidak menghalangiku, karya sahabat saya Risma El Jundi

Memoar Ogest, Mantan Penyanyi Cilik Penderita GBS

Buku ini memoar seorang penderita GBS, Ogest salah seorang mantan penyanyi cilik yang terserang virus GBS saat berusia 17 tahun. Fisiknya memang terlanjur lumpuh, tapi tidak dengan semangatnya. Dari kursi roda dan ranjang besi, ia tetap melatih vocalnya, menciptakan lagu dan melakukan rekaman. Buku ini sangat recommended untuk memompa semangat kita semua.

d.     Satu kalung etnic bebatuan dari Kalimantan.

Kalung Etnic Kalimantan


Berikut teknisnya ya.

a.     Tulis kisah pencapaianmu atau hal-hal apa saja yang ingin kamu capai saat umurmu 30 tahun di blog pribadi masing-masing. Jangan lupa tinggalkan link nya di bawah postingan ini.

b.     Silahkan follow twitter saya @aida_aie dan infokan tulisanmu dan GA ini kepada yang lainnya dengan me-mention akun twitter saya.

c.      Bagi pengguna FB, juga jangan lupa posting tulisanmu di wall masing-masing dengan tag akun FB saya Aida MA dan infokan tentang Give away ini kepada yang lain.

d.     Join juga blog ini untuk info pengumuman pemenang.

e.     Give away ini hanya berlangsung 1 minggu saja, sejak postingan ini dibuat. Jadi tanggal 6 September 2013, pukul 24.00 WIB terakhir saya menerima link tulisan sahabat semuanya ya.

Okeee…Saya tunggu cerita sahabat semuanya. Semoga mampu memberikan inspirasi bagi yang lainnya. Semangatttt…

Salam
Aida,MA


KETIKA SAYA 30 TAHUN


           Saat umur saya 20 tahun saya pernah berpikir apa yang terjadi saat umur saya 30 tahun? Menjadi seperti apakah saya? Keren kah saya? Atau cemen kah saya? Mengingat  10 tahun lalu, bisa dikatakan saya ini hanyalah remaja dengan stock percaya diri yang sangat minim.

            Hari ini saya mengingat-ingat lagi apa yang sudah saya capai sampai dengan saat ini, sampai dengan umur saya yang sudah kepala 3 “Welcome to 30’s club”. Yukkk kita kulik satu-satu ya.

a.     Prestasi

Sebenarnya dalam keluarga saya selalu diajarkan berkompetisi. Kakak saya penghafal Quran 30 juz, adik saya juga berprestasi di olimpiade Fisika. Sejak umur 10 tahun saya pernah beberapa kali ikut lomba tilawah Qur’an, meski tidak sampai tingkat nasional, saya cukup puas saat itu sudah ikut tingkat propinsi Aceh. Sekedar tampil dan bisa membacakan Alquran dengan sangat baik saja sudah satu kebanggaan buat saya.

Saat kuliah, saya menyelesaikan kuliah sebelum batas akhir penyelesaian sarjana. Saya menyelesaikan sarjana saya selama 3,5 tahun, umur saya saat itu belum genap 22 tahun, lulus dengan predikat cumlaude di fakultas pertanian. 

Namun entah kenapa, makin kemari saya justru merasa belum memiliki prestasi yang sangat wow, hanya mendapat the best achievement dari perusahaan Australia tempat saya pernah bekerja dengan appraisal smart worker.

Pemenang Utama di Biovision 

Awal tahun 2011, prestasi yang baru muncul lagi. Alhamdulillah saya dua kali dinyatakan sebagai pemenang terbaik lomba menulis kumcer di penerbit leutikaprio, juga terpilih sebagai pemenang naskah pilihan novel remaja di Bentang Pustaka dan pemenang utama lomba menulis untuk guru di Biovision dan Nulisbuku. Prestasi ini pula yang kemudian membuat beberapa portal mencantumkan profil saya.

Prestasi yang sudah cukup lumayan buat saya saat itu, mengingat sebagian besar kegiatan saya setelah menikah banyak saya habiskan bersama anak di rumah dan murid-murid saya di sekolah.


b.    Menulis dan Menerbitkan Buku.

Seumur-umur saya tidak pernah bercita-cita menjadi seorang penulis. Kata penulis belum tersentuh dalam pikiran saya saat itu. Saya hanya tahu ayah saya suka menulis dan mencintai buku. Ternyata apa yang dilakukan ayah saya juga menulari saya.

Sebagian buku saya yang sudah terbit

Saya menyukai dunia menulis ini sebenarnya sudah cukup lama walaupun tidak pernah ingin berprofesi sebagai penulis. Saya ingat-ingat lagi, karya ilmiah pertama yang saya tulis itu saat saya masih duduk di  SMP, saya mewakili sekolah saya untuk ikut lomba menulis karya ilmiah remaja.

Meskipun tidak berniat serius, kegemaran saya menuangkan banyak hal ke dalam tulisan itu biasanya saya hadirkan dalam bentuk prosa atau puisi saja. Bahkan dulu saya lebih suka berkomunikasi dengan orang lain lewat surat dalam bentuk paper, sebelum saya menggunakan email.

2010 saya mulai menulis di blog dan scribd. Ternyata tulisan saya di infobunda.com banyak diminati pengunjungnya yang sebagian besar adalah ibu-ibu. Sampai akhirnya tulisan-tulisan di blog itu dijadikan buku yang berjudul “YA ALLAH BERI AKU KEKUATAN”

YA ALLAH BERI AKU KEKUATAN

Sampai dengan tulisan ini saya tulis, Alhamdulillah saya sudah menerbitkan 7 buku, insha Allah tahun ini bertambah 2 buku lagi yang akan terbit.

c.     Mengajar

Sebuah cita-cita yang mulia sepertinya saat ilmu yang kita punya bisa dibagikan kepada orang lain. Saya tidak pernah mengira saya akan menjadi seorang guru di sebuah SMP Boarding School. Karena basic saya sarjana Pertanian, ilmu mendidik dan parenting semata-mata saya pelajari dari membaca buku dan menjadikan murid-murid saya sebagai sahabat. Alhamdulillah ini sudah tahun ke-empat saya berbagi ilmu dengan anak-anak SMP sekaligus menjadi teman curhat mereka di saat galau (heheheh)

Bersama murid-murid saya 

Selain mengajar di SMP, saya juga dipercayai mengajar kelas novel di Rumah Pena Tangerang. Yang mau bergabung silahkan (heheheh)

d.    Menjadi Pembicara

Salah satu hal yang terjadi ketika seseorang memilih menjadi seorang penulis, maka bersiap pula untuk menjadi pembicara atau pemateri. Bukan hanya talkshow di radio-radio saja, tapi juga diundang di beberapa komunitas, meski bukan berada dalam lingkup yang sangat besar, setidaknya pilihan menjadi seorang penulis mengajarkan saya untuk menjadi pembicara dan pemateri yang harus menyenangkan pula.

Temu Pembaca -Penulis Bentang Belia di Jakarta Bookfair

Berbagi Tips menulis di YIC-Convis Aceh

Bersama Panitia Bedah Buku KCHP FKIK-UIN Syarif Hidayatullah

Bersama Komunitas @IloveAceh #SunsetinWehIsland




e.     Memiliki Hati Yang Baru

Point terakhir ini mungkin tidak ada wujudnya hanya bisa dirasa oleh saya sendiri. Tahun ini adalah itikaf terlama yang saya lakukan, proses pendewasaan yang engga ada habisnya. Di usia yang sudah kepala tiga ini justru semakin menguatkan pemahaman saya bahwa segala pertemuan ada tujuannya, bagaimana rasanya menahan marah di tengah kemelut perasaan, dan menyerahkan segala sesuatu pada yang Maha Kuasa, ketika sesuatu tak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Sejujurnya dulu saya orang yang agak ngeyel, kalau ingin sesuatu saya akan kejar bagaimana pun caranya dan itu biasanya berhasil. Namun karena beberapa kejadian sebelum usia saya bertambah, saya sempat marah pada Allah dengan pertanyaan kenapa harus saya? Ternyata semakin saya bertanya semakin saya tidak merasa puas. Sekarang saya sudah memutuskan untuk menata kembali list keinginan saya, tapi tentu tetap dengan usaha yang maksimal, namun tidak memaksakan segala sesuatu lagi.  karena saya yakin Allah sangat tahu apa yang terbaik untuk saya.

Jakarta, 29 Agustus 2013
Aida, MA








Selasa, 27 Agustus 2013

PERAYAAN DAN BERSYUKUR





           Dalam tradisi keluarga saya tidak pernah ada yang namanya perayaan ulang tahun, dari kecil saya tidak pernah mengalami yang namanya meniup lilin dan memotong kue ulang tahun. Namun kebiasaan itu diganti dengan syukuran setiap kali mulai bisa baca Al-qur’an dan mengkhatamkan Al-quran.

Perayaan itu juga hanya dihadiri keluarga dan tetangga saja. Ibu menyiapkan nasi kuning dan ayam gulai putih untuk kami semuanya, dan Ayah membacakan doa untuk kami anak-anaknya terutama untuk anak yang baru saja naik qur’an atau khatam qur’an.

            Tanggal 27 Agustus kemaren umur saya bertambah 1, menjadi 31 tahun, usia yang sudah lewat matang, jika dinilai dari jumlahnya. Sama seperti sebelumnya tidak ada perayaan khusus, hanya saja sejak 7 tahun menikah, dalam keluarga besar suami saya selalu ada acara makan bersama, salah satu cara membuat keluarga ini berkumpul di tengah kesibukan masing-masing.        

       Saya memang bukan tipe princess, yang merayakan sesuatu dengan pesta, kue tar dan mendapatkan sebuket bunga. Tiga hal itu tidak pernah ada dalam list keinginan saya setiap kali umur saya bertambah. Mungkin karena didikan orang tua saya dari kecil yang melekat dalam, sehingga syukuran hanya berlaku untuk naik atau khatam quran saja.
            
             Lingkungan saya dulu tentu berbeda dengan lingkungan anak saya sekarang. Walaupun teman-teman saya banyak yang merayakan ulang tahun dengan pesta, tapi saya tidak pernah cemburu untuk merayakan hal yang sama. Jaman sekarang, hampir semua anak TK dan remaja merayakan ulang tahun jika tidak di sekolah ya di restoran atau di rumah. Memang tidak ada yang salah dengan sebuah pesta, namun saya selalu menekankan pada anak saya “Kita boleh bikin acara makan-makan di sekolah berbagi bahagia dg teman-teman, tapi kita tetap harus infaq ke pesantren dan berbagi bahagia dengan kakak-kakak santri yang kebanyakan yatim piatu dan fakir miskin”

 Perayaan memang merupakan bagian dari syukuran, namun bersyukur tidak selalu dirayakan dalam bentuk tertentu. Berbagi kebahagiaan memang dianjurkan dalam Islam, jadi memang tidak ada salahnya mengundang sanak saudara, sahabat-sahabat untuk merayakan dan mensyukuri sesuatu keberhasilan atau pencapaian terhadap sesuatu.

 Sebagian mengatakan bahwa jika ingin beramal juga tidak perlu tunggu sebuah moment tertentu, kalau mau beramal ya beramal saja. Namun saya berada pada garis tengah saja, memang tidak ada ketentuan kapan harus beramal, karena anjuran beramal adalah setiap saat.

Namun jika dihubungkan dengan sebuah pesta yang membutuhkan 5 juta mungkin jumlah infaq yang kita keluarkan sebelumnya adalah 3x nya atau minimal sama dengan jumlah yang kita keluarkan untuk sebuah pesta hari ini.

Moment ulang tahun hanyalah gong awal untuk terus beramal dari hari ke hari, mengumpulkan banyak amalan sejak usia ini bertambah, karena biasanya setiap ulang tahun kita selalu membuat list pencapaian, mungkin salah satunya list berbagi dan semakin banyak menambah amalan.


Silahkan saja memilih mana yang lebih nyaman dilaksanakan. Namun jika bertanya pada saya, dan pada sebagian besar orang-orang yang merayakan moment tertentu dengan berbagi pada orang-orang yang kurang mampu. Manakah yang lebih membahagiakan sebuah pesta atau berbagi rezeki dengan orang-orang yang membutuhkan? Maka saya akan menjawab 10x rasa bahagia itu rasakan ketika saya berada di tengah anak-anak yatim piatu dan fakir miskin yang tersenyum bahagia sambil mendoakan saya.

*****
Jakarta, 28 Agustus 2013
Pukul 12.55 WIB
Aida, MA