Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Yuk Menabur Bahagia Lewat Buku

RUMAH BACA PUSTAKA ILMU             Sebenarnya, apa yang paling membahagiakan dalam hidup ini? Mungkin jawabannya akan beraneka ragam, ada yang ingin segera menemukan pasangan hidup dan bahagia seperti cerita dalam dongeng ala princess, atau ingin karir yang cemerlang karena sedang meretas usaha yang baru saja bergerak, ada pula yang ingin anak yang sehat, cerdas dan sebagainya.                    Tapi sepertinya ada sebuah kesepakatan bersama, bahwa salah satu kebahagiaan yang tak mampu ditukar dengan hal apa pun yaitu saat kita berhasil membantu seseorang sesuai dengan apa yang ia butuhkan. Benar, kalimatnya membantu sesuai dengan apa yang ia butuhkan . Karena seseorang yang dibantu sesuai dengan kebutuhannya seperti merasakan syurganya saat itu juga.     Sebagai pengandaian, katakanlah seseorang yang tajir terdampar di sebuah pulau, ia punya uang ratusan juta mungkin milyaran dalam kartu bank yang berjejer di dompetnya, tapi untuk keluar dari pulau te

MEMINIMALISIR "MOODY" (Tips Menulis)

Sekitar tahun 2008, pertama kali menulis saya sempat punya masalah dengan mood, sebulan kadang hanya menghasilkan dua cerpen dengan jumlah halaman hanya 5 halaman saja, itu pun sudah dengan susah payah, mencari ide dan mengatasi kebosanan yang sering datang daripada menghilang (heheh) Belakangan saya mulai memperhatikan bagaimana penulis-penulis senior melewati proses menulis mereka dari moody menjadi habit. Malah akuan sebagian senior, menulis sudah seperti candu bagi mereka, ibarat kecanduan caffeine bisa bikin sakit kepala, maka menulis pun seakan memiliki ruang hampa jika tidak dilakukan setiap hari. Seperti pernyataan bang Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara) bahwa dalam kamus hidupnya ingin sekali menghilangkan kata “Moody” karena basic beliau yang jurnalis tidak mungkin mengandalkan mood dalam menulis berita, bisa-bisa berita di koran bakal bolong karena wartawannya moody J . Masalah moody ini ternyata bukan hal yang sepele, karena sebagian penulis pemula