Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Memoar Sebuah Titik

Gambar dari sini Itu memang titik. Kukira cukup setitik namun ternyata sudah tercipta dari sejuta titik. Aku menampung   hanya setitik namun tanpa kuduga kau menorah sejuta titik lagi dengan sangat baik. Ini memang hanya setitik. Namun apa kau tahu apa makna sejuta rasa dalam setitik air mata? Membuat moment ini tak terbetik hingga kuberdiri pada dentingan detak yang tak mengenal detik. Rasa ini berawal dari setitik. Sementara hatimu akumulasi dari banyaknya titik dan koma. Jika dia adalah “koma” di dalam hatimu, sebuah koma yang tercipta dari sebuah titik yang meregang bersama waktu. Lalu aku? bolehkah aku meminta, hanya menjadi titik di hatimu? Sebuah titik pada detik ini, detik nanti.   Hanya titik yang tak pernah berubah menjadi koma meski disulut detik didesak waktu. Aku? bukan sebuah koma, aku hanya sebuah titik...Dan Mungkin di hatimu. Jakarta, 30 Maret 2014 Pukul 17.08 WIB Aida, M.A

Menjadi Penulis Lepas *Dimuat di Republika

Republika, 18 Maret 2014 Sejak Desember 2006 silan, Aida Ahmad memutuskan berhenti bekerja di sebuah organisasi donor dunia, Australia Aid. Kebetulan saat itu masa kontrak kerjanya di kantor tersebut sudah habis selama setahun. Sebenarnya, pihak kantor ingin memperpanjang masa kerjanya. Hanya saja ia menolaknya dan memutuskan berhenti.             Ada banyak pertimbangan yang membuat Aida memutuskan untuk berhenti bekerja. Pekerjaan sebelumnya cukup menguras energi, bertemu banyak orang dengan berbagai karakter, menghabiskan banyak waktu di luar rumah, dan kembali ke rumah dalam keadaan lelah.             Sedangkan, ada kebutuhan-kebutuhan suami yang juga ingin diperhatikan. Bahkan, ia sendiri membutuhkan waktu untuk bersama suami. Saat itu, setelah menikah pada akhir November 2006, suaminya bekerja di Jakarta, sedangkan ia di Aceh.             Mereka membutuhkan waktu untuk bertemu dan jarak yang jauh. Selain itu, pasti akan menghabiskan banyak

Saat "LDR" Harus Belajar "MoveOn"

Minggu, 23 Maret 2014, TM Book store Depok. Saya terlambat setengah jam… Benar-benar memalukan! Saat yang lain sudah duduk manis di posisi masing-masing, saya justru harus membetulkan letak kerudung saya, memastikan aroma keringat tidak menyeruak dan tentunya masih merasa-rasa rongga dada saya yang kembang kempis karena setengah berlari dari stasiun kereta api Pondok Cina menuju Depok Town Square. Ini bukan karena macet, juga bukan karena jarak yang memang jauh dari tempat saya tinggal menuju DETOS, ini murni karena keteledoran saya sendiri yang tidak tepat waktu sampai di stasiun kereta api pondok ranji, lalu berakhir dengan ketinggalan kereta (huhuhu..) Clara, Christina, Dylunaly, Ayuwidya, Anjani, Saya, Dita. Tepat pukul 4 sore saya langsung duduk di antara Anjani (Penulis Friend Zone) dan Dita (Marcomm Bentang Jakarta). Diskusi sudah dimulai setengah jam yang lalu, itu terbukti ketika mic diserahkan kepada saya, lebih dari 5 pert

WORKSHOP NULIS BANDA ACEH

Berikut beberapa kegiatan Workshop Nulis bagi teman-teman yang berada di sekitaran Banda Aceh. Inshaa Allah saya akan mengisi Motivasi Menulis di dua event ini. NA-Muhammadiyah Aceh MOTIVASI MENULIS AAC Dayan Dawood 

THE MOCHA EYES’S QUOTES

Halloo… Hallo Alhamdulillah ketemu juga di kuis novel THE MOCHA EYES. Sebenarnya ini sudah kali ketiga saya mengadakan kuis atau lomba sejenis untuk novel The Mocha Eyes, mengapa sampai tiga kali? Karena ternyata banyak permintaan hadiah untuk Novel The Mocha Eyes ini, Alhamdulillah. Kali ini saya mengajak teman-teman pembaca semua untuk ikutan lagi, kalau yang sudah punya novelnya bisa dijadikan hadiah untuk sahabat atau keluarga lainnya, karena novel The Mocha Eyes menurut para pembaca saya, bukan hanya sekedar novel romance saja, namun juga novel inspiratif pembangun jiwa. Untuk bisa ikutan kuis ini kamu hanya perlu melakukan beberapa hal saja dan ini sangat mudah. 1.      Pantengin selalu Timeline saya terutama untuk tiap quotes yang berhubungan dengan novel THE MOCHA EYES, silahkan RT atau mention ke akun-akun lain pencinta Novel atau ke temenmu yang kira-kira cocok banget dengan salah satu quotes dari novel THE MOCHA EYES. 2.      Silahk