Senin, 07 April 2014

6 TIPS MEMBUAT SINOPSIS


Gambar Ilustrasi



              Setiap kali seorang penulis mengajukan sebuah novel, maka hal yang pertama ditanyakan oleh seorang editor akuisisi dalam sebuah penerbitan adalah sinopsis cerita.

            Dari minimal selembar sinopsis, seorang editor akan bisa menangkap ke mana arah cerita, bagaimana si tokoh cerita dan akhir dari cerita yang dihadirkan oleh penulis dalam karyanya nanti.

            Jadi, jangan sekali-kali mengabaikan bagaimana pentingnya sebuah sinopsis dalam sebuah cerita. Karena dari sebuah sinopsis mampu menarik perhatian editor untuk menerima naskahmu.

            Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat sebuah sinopsis.

1.     Mari kita bedakan antara sinopsis dengan blurb yang ada di cover belakang buku. Blurb yang sering ditaruh di belakang cover buku bertujuan untuk marketing, menarik minat pembaca. Sementara sinopsis adalah gambaran umum keseluruhan naskah, dimulai dari awal cerita, meliputi konflik, karakter tokoh, plot sederhana dan berakhir dengan ending, sinopsis bertujuan untuk menarik editor, sangat berbeda dengan blurb yang tujuan memang hanya untuk menarik pembaca.

2.     Ada beberapa hal yang harus ada dalam sebuah Sinopsis. Pertama, siapa tokoh ceritamu? Kedua, apa masalah/tujuan utama dari si tokoh ceritamu. Ketiga, siapa yang menghalangi si tokoh utama menyelesaikan masalah atau mencapai tujuannya. Keempat, bagaimana si tokoh utama mengawali hidupnya untuk menyelesaikan masalah/ tujuan hidupnya? Kelima, jika tujuannya tidak berhasil bagaimana hidup si tokoh utama selanjutnya. Keenam, Bagaimana si tokoh utama bangkit bila masalahnya tidak selesai, atau tujuan hidupnya tidak tercapai? Ketujuh, apa pesan yang tersirat yang ingin disampaikan dalam cerita ini lewat si tokoh utama.

3.     Dalam membuat sinopsis gunakan kata-kata yang solid dan usahakan padat dalam 1-3halaman saja. Ceritakan bagian awal, konflik di tengah dan selesaikan dengan ending. Tidak perlu plot yang rinci seperti di outline, cukup plot yang sederhana saja, yang penting sudah menggambarkan jalan ceritanya secara umum saja.

4.     Sinopsis biasanya akan dibaca dengan sekilas dan tidak butuh waktu lama, sehingga sangat dibutuhkan kata-kata yang efektif dan mampu menarik perhatian editor. Hindari pengulangan kata, kalimat panjang dan majemuk mengandung makna tersirat yang mampu membuat editor berpikir lama.

5.     Deskripsikan bagian konflik yang paling menarik. Karena sedikit deskripsi pada bagian yang tepat mampu menggugah editor sebagai pembaca.

6.     Dilarang keras menggantung cerita di akhir dengan kalimat “bagaimanakah kelanjutan hubungan mereka? Apakah yang akan dilakukan oleh Saddam?” itu contoh kalimat yang menggantung cerita. Kamu tidak perlu membuat editor penasaran, karena tujuan sinopsis yang dimasukkan ke dalam meja editor adalah untuk mengetahui cerita hingga akhir, bukan untuk membuat penasaran.

Oke, itu tadi tips membuat sinopsis dan unsur-unsur apa saja yang harus ada dalam sebuah sinopsis.  Selamat berkarya. 

*Sumber, Dari berbagai sumber.

0 komentar:

Posting Komentar