Selasa, 13 Mei 2014

SURAT IZIN LELAH

sumber ilustrasi




            Pernah tidak merasa bahwa suatu hari kita berada pada titik yang teramat jenuh. Titik di mana terlalu banyak informasi yang masuk ke kepala setiap hari, tekanan-tekanan yang berasal dari luar dan dari dalam diri sendiri juga memaksa kita untuk menghela nafas lebih panjang, mengurai pikiran yang sedang kusut sementara waktu.

            Banyak sekali motivator-motivator dan para therapis pikiran positif yang mengatakan bahwa siapa pun dari kita berhak bahagia, dan siapa pun dari kita harus selalu bahagia.

            Setelah saya pikir-pikir lagi, bahagia, hidup tenang, sukses dan apa pun yang namanya berhasil adalah hak semua orang. Sama halnya dengan hak seseorang memberikan pendapat dan gagasannya, hak untuk sukses dan hak untuk bahagia pun sama posisinya.

            Namun, ketika punya hak untuk merasakan kebahagiaan, dengan dasar penciptaan manusia yang diarahkan untuk bahagia dunia dan akhirat dalam banyak dalil Al-quran, apa lantas kemudian kita tidak punya hak untuk merasa lelah, capek, dan sementara waktu, bahkan dalam hitungan menit pun apa lantas kita tidak berhak untuk jenuh?

            Setiap hari ada sekitar 400.000 informasi yang masuk ke kepala kita. Jika sebagiannya berisikan hal-hal yang menyebalkan, lalu sisanya hal-hal yang menyenangkan, apa lantas kita dalam sehari ini tidak boleh merasa uring-uringan?

            Dalam beberapa bulan ini pikiran saya memang sedikit lebih crowded, ada tekanan dari diri sendiri untuk melakukan banyak hal, ada keinginan-keinginan dan memberikan sesuatu yang cenderung agak perfectionis, saya pikir itulah salah satu kelemahan saya, perfectionis sering kali menjadi mudah down ketika harapan dan pencapaian itu sedikit bergeser.

            Ketika saya memaksakan diri untuk terus fokus atas apa yang sedang saya kerjakan, saya semakin tertekan, saya sulit sekali rileks dan lalu memejamkan mata sejenak, merasakan kehadiran nafas saya, detak jantung saya dan setiap sentuhan angin yang mungkin bisa menyadarkan saya bahwa saya real, saya sedang sadar bukan sedang tertidur.

            Filosofi dalam dunia sufi mengatakan bahwa kita terlahir dalam keadaan tidur, kita hidup dalam keadaan tidur, namun setidaknya kita harus terbangun sebelum mati.

            Saya merenungi makna kalimat itu, sebenarnya menyadarkan kita bahwa dalam keseharian kita beraktivitas sering kali dalam keadaan tidak sadar. Menerima telepon, bahkan sedang makan sambil mengerjakan yang lain, ternyata kita dan memang kenyataannya kita “tertidur” saat hidup ini sedang berjalan.
           
Overload informasi yang masuk setiap hari ke kepala sering kali membuat saya lelah, efek yang lebih parah dari itu adalah lupa, dan sekarang ditambah stamina yang mulai menurun dan to do list membuat kepala dan hati saya sedang berdebat panjang. Ada pengurangan nilai pengharapan yang saya kira harus dipahami setiap orang saat menjalani hidup dengan berbagai rupa keinginan dan cita-cita.

Nilai pengharapan 70 persen dan kesalahan 30 persen adalah proses pembelajaran yang luar biasa bagi siapa pun, karena kenyataannya kita semua tidak pernah berhenti untuk “bertumbuh”

Jadi, hari ini jika sedang sangat lelah, minta izin saja pada Tuhan yang Maha Baik…”Tuhan…Tolong aku, aku sedang lelah” atau dengan kata lain, rasakan bahwa kita tidak sedang tidur, melafazkan dzikir di hati dan mulai merasakan setiap nikmat dari setiap tarikan nafas, inshaa Allah ada kekuatan baru untuk belajar dari 30 persen kesalahan dan kekurangan, sehingga hidup ini lebih indah untuk dinikmati.


sumber ilustrasi

Wallahu A’lam bis shawabb.


Jakarta. Sevel, Bintaro 1
Pukul 10.55 wib
Aida,M.A

Jumat, 02 Mei 2014

MAN Model Banda Aceh Setelah 14 Tahun Lalu




Bersama Pengurus GMM MAN Model Banda Aceh



            Banda Aceh, 22 April 2014


            Pagi hari di kota Banda Aceh masih tetap berhawa panas. Hari ketiga saya di Banda Aceh, tanpa mendung bahkan hujan sekali pun. Kunjungan saya pagi ini di salah satu sekolah favorit di kota Banda Aceh, MAN Model Banda Aceh, atau dulu dikenal dengan nama MAN 1 Banda Aceh.

            Ini bukan sekolah baru di kota Banda Aceh, namun sekolah yang sudah berdiri berpuluh-puluh tahun yang lalu. Saya pun salah satu alumni di sekolah ini, tepatnya pada tahun 1997-2000 saya terdata sebagai pelajar di MAN 1 Banda Aceh.

            Hampir 14 tahun yang lalu dan banyak sekali yang berubah di sini, Gedung-gedung belajar yang semuanya sudah terdiri dari dua lantai. Parkiran yang luas dan banyak bangunan baru yang tidak begitu saya kenali lagi. Jika diperhatikan dengan baik, konsep bangunan komplek sekolah ini sengaja dibangun mengelilingi lapangan basket yang dijadikan sentral kegiatan siswa.

            Memasuki gapura depan, saya disambut dua orang guru di bagian front school. Salah satunya masih sangat saya ingat, Bu Martini, beliau sempat mengajar saat saya masih bersekolah dulu.  Mungkin karena wajah beliau yang tidak jauh berbeda dengan yang ada dalam ingatan saya dulu, jadi begitu bertemu saya langsung mengenali beliau dan menatapnya lebih lekat, duhh guruku.

            Sebenarnya saya ke MAN Model Banda Aceh kali ini diundang oleh kakanda Cut Januarita, sepertinya Kak Cut faham benar saat saya mengutarakan keinginan saya untuk berbagi sebagai alumni di Man Model Banda Aceh, beliau langsung memfasilitasi kunjungan saya ke Man Model. Kak Cut Januarita saya kenal dua tahun lalu sebagai senior di FLP Banda Aceh, dan sekarang menjadi pengasuh majalah GMM (Majalah sekolah) di MAN Model.
           
Kak Cut lah yang kemudian membawa saya berkeliling di sekolah ini. Beruntung, saya juga bisa bertemu kepala sekolah MAN Model saat ini, bapak Drs. Ridwan Ali, M.Pd. beliau sangat welcome saat menyambut saya di ruangannya yang homey.

“Terimakasih sudah datang, silahkan dilanjutkan saja, semoga anak-anak termotivasi. Mohon maaf saya hendak berangkat ke Kuala Lumpur siang ini” begitu ucap beliau saat bertatap muka dengan saya.
           
Saya juga berkesempatan bertemu Bu Hasni, guru Biologi saat saya di kelas 3IPA1 dulu.  Memori saya langsung berputar-putar mengingat-ingat lagi tahun-tahun di mana saya datang jam 7 pagi dan pulang jam 3 sore di sekolah ini.
           
Rasa excited saya semakin meningkat begitu satu demi satu siswa berjalan hilir mudik di depan saya saat langkah kaki saya menuju Mushalla sekolah. Ah, seperti inilah saya dulu.

Saya ditemani salah seorang siswi menuju Mushalla, sambil sesekali tersenyum mendengar anak-anak madrasah Ibtidaiyah yang satu komplek dengan Man Model menyenandungkan shalawat dan do’a di lantai 2 tepat berhadap-hadapan dengan posisi Mushalla.

###

Saya masih sempat istirahat sebentar sebelum acara dimulai, dan melepas rindu saya pada salah seorang guru, saya ingat benar beliau salah satu guru favorit hampir semua siswa saat itu, Bu Isma Sudaryanti. Senyum bu Isma masih sama, pelukannya hangat, dan satu hal yang bisa saya temukan dari beliau adalah tatapan mata bangga sebagai seorang guru yang bertemu muridnya setelah belasan tahun lalu. Satu lagi guru yang saya kagumi, Bu Salwati, guru Bahasa Arab saya dulu. Bu Sal juga sangat suka menulis terutama untuk esai dan opini.

Bersama Kak Cut Januarita, Bu Isma Sudaryanti, Bu Salwati

###

Acara dimulai, saya berada di tengah-tengah di antara adik-adik yang didominasi siswi dan sebagian lagi siswa yang memilih di sekitar pojokan. Mereka berjumlah sekitar 50-an. Wajah-wajah mereka penuh semangat, dengan mata yang berbinar-binar, sepertinya banyak sekali harapan yang mereka ingin dapatkan dalam pertemuan ini.

Ternyata bukan hanya siswa pengurus GMM saja yang ikut bergabung bersama di Mushalla, tapi ada satu kelas lagi yang dibawa oleh Husni, mahasiswa yang sedang PPL di MAN Model. Sebelumnya saya sudah bertemu Husni di acara AGUPENA, dua hari lalu (Minggu 20 April).

Apa yang saya sampaikan untuk adik-adik di sini, adalah cita-cita besar saya untuk generasi muda sekarang supaya mereka bukan hanya kreatif dalam bidang tertentu saja, namun mampu memperkenalkan hal-hal yang mereka senangi dalam bentuk gagasan yang dikemas dalam sebuah tulisan.
Aida MA in action :))


Sederhana saja, saat remaja yang sedang mengalami banyak perubahan hormon ini diperkenalkan dengan dunia menulis, mungkin akan sangat berpengaruh besar dalam penurunan tingkat kegalauan yang kemudian alangkah baiknya ketika disalurkan ke hal-hal yang positif, karena menulis memang therapy jiwa yang sangat mudah dan murah.

 Kegiatan menulis ini juga mampu meningkatkan rasa percaya diri remaja, saat tulisan mereka diakui lewat majalah sekolah, lewat puisi-puisi yang mereka ciptakan ada kebutuhan untuk diapresiasi dan eksistensi sebagai kebutuhan tertinggi  manusia sesuai dengan yang disebut dalam teori Maslow.

Bagaimana menemukan ide menulis kakak? Bagaimana mengatasi rasa stuck saat menulis? Apakah kita tidak boleh menulis hanya dalam satu genre saja kakak? Satu demi satu pertanyaan itu muncul di depan saya, rasa penasaran mereka yang sangat saya suka. Ada harapan besar, mungkin saja suatu hari nanti salah satu dari mereka akan menjadi pelopor sebuah ideology lewat kekuatan literasi, seperti Tan Malaka dengan ideology Medilog-nya, atau Mein Kamft –nya Adolf Hitler yang menjadi buku wajib bagi NAZI.  Semoga suatu hari nanti, yang berbagi bersama saya hari itu memberikan sebuah ideology yang penting untuk pendidikan di Indonesia, amin!

Sharing session



Banyak sekali point-point yang saya sampaikan untuk adik-adik di Man Model Banda Aceh di pagi itu. Hanya satu point yang berulang kali saya tekankan kepada mereka, bahwa kita dalam lingkungan apa pun teruslah memberikan manfaat, belajar dari kesalahan-kesalahan dan tebarkan kebaikan melalui tulisan. Jika hari ini masih menulis buruk, pun tidak mengapa. Yang penting terus menulis berlatih dan perbanyak belajar dari lingkungan, buku, dsb.

Still Sharing

Saya menutup acara sharing itu dengan senyuman bahagia adik-adik Man Model, kami berfoto bersama, berpose dengan buku-buku saya. Semoga ada ide baru yang muncul lewat senyuman mereka, saya percaya dan selalu percaya, selalu ada harapan di mata mereka.

Bersama Siswi pengurus GMM

###

Jakarta, 2 Mei 2014
Pukul 16.47 WIB
Aida, M.A


Kamis, 01 Mei 2014

GA- YA RABB AKU GALAU


Selamat datang May…
Seperti janji saya sebelumnya.  Bahwa bulan Mei ini saya kembali mengadakan Give away untuk buku terbaru saya bersama Umi K Miqdar yang berjudul
YA RABB, AKU GALAU. Diterbitkan oleh @Emirbooks, Erlangga.

Saya dan Umi K Miqdar



Saya cerita sedikit tentang buku YA RABB, AKU GALAU ya. Sebenarnya buku ini adalah keinginan besar saya mengubah sudut pandang makna “Galau” dalam dunia remaja. Galau bukan hal yang harus ditakuti, dihindari atau dimanjakan berlebihan.  Karena terbukti dari kegalauan-kegalauan itu tokoh-tokoh dalam buku YA RABB, AKU GALAU yang kesemuanya adalah para remaja, justru memiliki prestasi yang tidak terduga sebelumnya.

Nah, karena galau ternyata bisa banget membuahkan sebuah prestasi. GA kali ini meminta teman-teman semua untuk menceritakan kisah hidup masing-masing atau kisah hidup orang lain juga boleh, namun esensinya adalah ada sebuah moment dalam hidupmu atau hidup sosok yang kamu ceritakan sesuai dengan tema GA yaitu “Galau Itu Membuahkan Prestasi”

Apa saja sih hadiah-hadiah yang akan teman-teman dapatkan, nahhh :

3 PEMENANG UTAMA BERHAK MENDAPATKAN,

  1. Buku YA RABB, AKU GALAU. Emir Books, Erlangga.


2. Buku 101 Perempuan Berkisah, Women Script and Co

  1. 3. Buku Selimut Debu, Agustinus Wibowo



  1. 4.Buku 2 Juta Keliling Jepang, Claudia Kaunang.



  1. 5.Souvenir cantik dari U-miq Fashion






Berikut teknis give away-nya ya.

  1. Tulis kisahmu atau kisah sosok yang menginspirasimu tentang Galau menjadi prestasi di blog pribadimu, atau boleh di akun Good Reads Indonesia, Kompasiana dan note FB.

  1. Kultwit sebagian isi tulisanmu dalam minimal 5x tweet dengan hastag #GAYaRabbAkuGalau Mention @aida_aie @emirbooks dan satu akun lain yang berbeda di tiap tweet-nya.

  1. Informasikan info GA dan link tulisanmu di twitter, Facebook dan akun linimassa lainnya dan mention twitter saya @aida_aie, @emirbooks, untuk FB silahkan tag ke akun FB Aida.MA, FB Umi K Miqdar.


  1. Setiap tulisan harus menyertakan kalimat “Prestasi”, “Galau atau kegalauan” lalu di hyperlink ke www.aida-ma.blogspot.com

  1. Setiap peserta silahkan follow @aida_aie, @Emirbooks dan Fanpage Emir facebook.com/emirbooksltd
     6. Setiap postingan mencantumkan kaver buku Ya Rabb Aku Galau. silahkan diambil di info ini.


     7.Give away ini berlangsung per tanggal 3 Mei sampai dengan  8 Juni 2014.
    8. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada bulan Juni 2014, 
        saat launching buku YA     RABB, AKU GALAU.


Okeee.. Sahabat semuanya, kami tunggu tulisan terbaikmu, dan menangkan hadiah-hadiah keren di sini.

Salam
Aida,M.A
Umi K. Miqdar.