Rabu, 29 April 2015

#Berani Lebih BERBAGI ITU KEBUTUHAN



            Ketika hidup tanpa gejolak, kreativitas menjadi melempem, ada kecendrungan atau usaha mencari ide untuk melakukan sesuatu, berusaha menyibuk-nyibukkan diri untuk satu hal yang lebih menarik yaitu PASSION. Karena ternyata sesuatu yang bernama Passion ini menghadirkan gairah dalam sekejap. Saya pikir ini menjadi bukti dari teori Abraham Maslow pada teori hirareki kebutuhan dasar manusia. Atau dalam sastra, Andrea Hirata mengatakan “Tragedi terbesar dalam hidup manusia ketika ia berhenti bercita-cita”.

            Sebelum memutuskan untuk menjadi seorang penulis, bagi saya Novelis itu keren sekali, Mengapa? Karena selain ia mampu menoreh kalimat, penulis juga mampu menanamkan nilai dan inspirasi bagi pembacanya. Begitu juga saat saya melihat seorang motivator, betapa menawannya mereka dengan mengerahkan banyak energi saat berbagi dengan pendengarnya. Bagi saya seorang trainer, guru, motivator adalah orang yang mampu berbuat dan mensugesti dirinya sendiri untuk terus termotivasi, yang kemudian disebarkan kepada yang lainnya.

            Karena ingin memberi dan melakukan sesuatu, saya mencari ide bagaimana untuk menjadi pengajar yang berbeda dan memberi manfaat bagi yang lainnya, jadilah saya mengajar anak-anak remaja dalam pemanfaatan barang-barang bekas di sekolah, menanamkan jiwa Go Green dan Cinta bumi. Bersyukur lewat aksi mengajar ini, saya mendapat reaksi dari mereka dalam sisi pemahaman bahwa barang bekas bisa menjadi sesuatu yang berguna.

Tempat Pinsil dari Botol Bekas dan Kartu Ucapan Selamat dari kardus Bekas
(Belajar bersama murid-murid).

            Baik, keinginan saya sebagai pengajar sudah membumi, seperti kata Maslow kebutuhan tertinggi adalah aktualisasi diri, jika tidak maka manusia akan merasa resah. Saya ingin melakukan hal lainnya,saya putuskan untuk mendirikan sebuah penerbitan yang berbasis dengan pola bagi hasil, dan keterbukaan. Akhirnya muncullah program-program menulis di penerbitan saya, salah satunya program yang membantu dua penulis sekaligus, Penulis senior dan Penulis Pemula bekerjasama dalam satu buku yang saya sebut #DearestMyCoach. Program cinta antara mentor dan muridnya, berbagi ilmu dan saling bekerja bukan hanya dari isi naskah, namun juga pada strategi marketing bersama penerbit.

            Lagi-lagi, meski manusia punya ragam rupa, mulai dari cantik, ganteng, kaya dan cerdas, namun hanya manusia yang #BeraniLebih lah yang selalu menarik untuk dikulik. Ada proses pembuktian pada diri sendiri, lalu dijabarkan dalam bentuk memberi pada sekitar. Meskipun, basic saya bukan psikiater, apalagi motivator, namun saya telah menaruh cinta dan  meluangkan banyak waktu untuk membaca buku dan mempelajari dunia psikologi, yang terberat justru saat menerapkannya pada diri sendiri dan keluarga. Keadaan ini mengharuskan saya belajar pada guru-guru motivasi lainnya. Saat murid dan teman bercerita, dengan senang hati, saya menampung semuanya dan memberikan alternatif dalam mengatasi masalah. Finally, Saya menerapkan Self Healing With Writing Therapy untuk remaja, terutama murid-murid saya yang kemudian solve problem mereka saya tulis dalam sebuah buku agar bisa dibaca dan ditemukan manfaatnya bagi orangtua dan remaja lainnya. Insya Allah.

Jumlah Kata: 435 kata
FB : Aida MA
Twitter : @aida_aie


Tulisan pendek ini diikutsertakan pada    #BeraniLebihLight of  Women.


2 komentar:

  1. Belajar sama yang lebih muda itu harus. mak Aida MA emang guru yang kaya ilmu literasi, banyak pengalaman, dan selalu semangat berani lebih lebih lebih untuk mencoba hal baru :) sukses ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sesama Aida harus saling support...hehehhe, terimakasih Amin.

      Hapus