Rabu, 16 September 2015

Unik! Pelatihan Nulis Batavia Publishing di Puncak Gn. Prau






Jakarta, 14 September 2015. Batavia Publishing kembali menggelar event travel writing untuk kedua kalinya. Destinasi perjalanan kali ini ke puncak Gunung Prau Dieng-Wonosobo. Pelatihan travel writing yang diperuntukkan untuk 20 orang ini dimulai pada tanggal 11 hingga 13 September 2015.
            
“Pelatihan Travel Writing kali ini mengusung tema, bagaimana menghadirkan tulisan dengan angle cerita yang unik, segmen pembaca yang menyukai gaya bercerita seperti ini lumayan banyak, jadi pelatihan ini bukan sekedar menulis catatan perjalanan yang menyuguhi nominal budget, apa yang harus dilakukan dsb, karena info sejenis itu, sangat bisa digoogling saja di internet” jelas Aida, coach sekaligus founder dari Batavia Publishing.

           

Pelatihan travel writing ini uniknya pula dilakukan di atas gunung, setelah berlelah-lelah melewati track yang sangat berdebu dan tanjakan yang lumayan curam lalu berakhir dengan wisata sejarah di candi Arjuna-Dieng.
            
“Di situlah menariknya pelatihan ini, pengalaman mendaki, melihat kota dari ketinggian, menikmati kebersamaan, berlelah-lelah bersama kawan baru bahkan kami sempat mengalami saljunya Dieng-embun upas (dalam bahasa jawa) yang menjadi Kristal es di pagi hari dan pesona golden sunrise dari puncak Gn. Prau. Semua pengalaman ini tidak bisa dibeli di manapun selain peserta harus ikut mendaki, lalu belajar teknik menulis yang kemudian menjadi PR untuk dituliskan kembali.” Lanjut Aida lagi menjelaskan keunikan program belajar ini.
           
Event sejenis ini akan diadakan selama 4 kali dalam setahun, dengan harapan pada setiap event ada satu naskah terbaik dan dipilih untuk menjadi bagian dari buku antologi traveling terbitan dari Batavia Publishing.
            
“Travel Writing bersama Batavia Publishing exited! Kita bukan hanya diajak mendaki bersama, tapi ada kebersamaan, kepedulian. Yang keren adalah pelatihan menulisnya, yang sangat membantu kita untuk menyajikan tulisan perjalanan ini menjadi tulisan yang menarik” ungkap Achy, salah satu peserta travel writing Prau.
           
“Pengalaman ini enggak akan bisa kamu beli di manapun, kalau pengen punya pengalaman ini, jangan hanya diam di rumah, kemari nikmati alam Indonesia lalu kita perkenalkan pada yang lain lewat tulisan.” Ungkapan yang sama juga disampaikan oleh Bagus yang pertama kali ikut event mendaki sekaligus menulis ini.


           
“Setiap orang mungkin bisa mendaki gunung, tapi tidak semua orang menuliskan pengalaman itu, semua orang juga mungkin bisa menulis, tapi tidak semua orang bisa menulis dengan baik. Jadi, Batavia travel writing memadukan keduanya, jalan-jalan dan menulis supaya kita lebih menghargai alam, menghargai waktu, memori kita yang terbatas dan pengalaman sebagai sebuah karya yang harus diabadikan.” Tutup Aida dalam penjelasannya.


 Jakarta, 14 September 2015

Aida, M.A