Senin, 30 November 2015

SITI, PEMENANG FFI 2015 POTRET WANITA DAN PENGORBANAN

           
SITI



Kompleksitas kehidupan manusia selalu menjadi bagian kisah yang menarik untuk dituangkan, baik dalam bentuk tulisan ataupun visual. Kisah Siti salah satunya, film dengan tokoh utama wanita yang bernama SITI ini, disutradarai oleh Eddie Cahyono, yang juga pernah menyutradarai film “Cewek Saweran” 2011.

            Berbeda dengan film drama yang mengangkat tokoh wanita metropolis, Tokoh Siti justru dihadirkan dari golongan bawah, dengan kesan lebih humanis karena ada sisi-sisi gelap di balik perjuangan istri yang berada dalam lilitan hutang keluarga. Sungguh sebuah realita hidup di kaum marginal.

            Siti semestinya masih bisa mencari lelaki lain dalam hidupnya setelah suaminya, Bagas mengalami kecelakaan saat melaut, sementara kapal yang dibeli suaminya adalah uang pinjaman, hutang-hutang sang suami beralih menjadi tanggung jawab Siti.

            Lengkap sudah penderitaan Siti, suami lumpuh, mendidik anak seorang diri, membiayai hidup mertua dan menjadi kepala keluarga serta tulang punggung ekonomi keluarga.

            Selama film ini berlangsung, mata penonton beberapa kali disuguhi sudut-sudut dari pantai Parangtritis-Jogja. Saya juga banyak sekali menemukan dialog-dialog keseharian yang sangat natural, plot cerita yang tak monoton dan memiliki feel jalinan cerita yang kuat. Ditambah acting dari setiap cast talent sangat melekat dan penuh penjiwaan, saya beri nilai 8 untuk plot dan acting.

            Secara sinematografi, tentu tak bisa diragukan lagi. Suasana gelap, dan hidup yang suram mewarnai sepanjang cerita. Untuk Sinematografi, Siti memperoleh penghargaan sinematografi dan naskah terbaik untuk kategori New Asia Talent Competition, mengalahkan film-film lainnya dari Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan Iran. 


Siti dan Bagas, anaknya.

            Wajar saja, jika kemudian SITI memboyong banyak penghargaan dari festival film di luar dan dalam negeri. Lalu yang terbaru, SITI dinyatakan sebagai film terbaik FFI 2015, mengalahkan beberapa film cerdas lainnya, seperti Guru Bangsa Tjokroaminoto, Toba Dreams, A Copy of Mind dan Mencari Hilal.

            Saya beri nilai 8 untuk film ini, untuk ide cerita dan eksekusinya yang keren. Film ini khusus dan disegeli dengan label dewasa 17+ karena terlalu banyak adegan-adegan seperti minum minuman keras, adegan bersentuhan dan berciuman yang tidak layak ditonton para remaja dan keluarga.

            Selamat untuk SITI. Terimakasih juga untuk #DemiFilmIndonesia yang sudah memberikan saya kesempatan untuk menonton film ini, sebagai informasi saja, SITI belum ditayangkan secara regular di bioskop-bioskop kesayanganmu (hmmm.. mungkin masih menunggu lulus LSF ya). Namun untuk film yang bersaing dengannya di FFI, seperti #TobaDreams #GuruBangsaTjokroaminoto diinformasikan lewat #DemiFilmIndonesia akan tayang ulang di bioskop-bioskop dalam minggu ini, 1 Desember 2015.
           
Info Film.
Produser          : Ifa Isfansyah
Sutradara         : Eddie Cahyono
Penulis             : Eddie Cahyono
Pemeran          : Sekar Sari, Bintang Timur Widodo, Titi Dibyo, Ibnu Widodo, Haidar S
Bahasa utama    : Jawa
Bahasa lainya     : Indonesia
Produksi            : 2014



0 komentar:

Posting Komentar