Kamis, 31 Desember 2015

Do'a Pada Tahun Kedelapan

My Lovely Daughter



Satu Januari, pada delapan tahun doaku Nazira.
Bukan pesta di akhir tahun yang detil kuingat.
Namun pertemuan kita yang sengit sangat kuharap.
Nyawaku tlah dipertaruhkan untuk sebuah tatap
Mahalnya sebuah senyuman dan tangisan.

Pada delapan tahun do’aku Nazira.
Waktu masih bergetar.
Iring-iringan do’a tak kunjung lepas dari lisanku
Sementara matahari pertama telah berganti.
Namun aku masih di ujung gelisah penuh harap.

Delapan tahun, pada munajatku yang pilu
Kurangku kian bertambah…
Sempurnaku semakin jauh…
Tak perlu kukabari nak…Munajatku kian pekat.
Jurang waktu ini semakin angkuh.

Nazira…
Kembali berulang pada tahun-tahun yang ditinggalkan.
Di penghujung tahun ini kalender telah berguguran. 
Waktu jelas menempatkan pada arsiran detik.
Seusia yang berkurang, tapi pelukku selalu melaju dan erat di setiap doa yang menyetubuhi harapanmu.

Nazira, Bunda love you

Delapan tahun sayangku…
Pada setiap kenikmatan di usiamu adalah bahagiaku.
Pada setiap doaku adalah Surgamu. 
Tahun kembali mewangi di nada-nada perjalanan. 

Masih…Pada delapan tahun sujudku
Saat kau lupa memaknai kata-kata “Ibu”
Aku tak akan pernah lupa memanggilmu anakku.
Karena aku….IBUMU

Selamat panjang umur, Nak…
Delapan tahun langkahmu.
Tiupan do’a Bunda tak pernah lekang.

Jakarta, 1 Januari 2008-1 Januari 2016

Aida, M.A- HZ

Senin, 28 Desember 2015

KEMENTRIAN PARIWISATA KERJASAMA DENGAN GOOGLE, INDONESIA NO. 1 DIGITAL MARKETING

  
Sergey Kunjungan ke Kementrian Pariwisata
Jakarta, Selasa 28 Desember. KOPI-Koalisi Online Pesona Indonesia beruntung kali ini diundang langsung ke acara Meet up bersama pendiri Google Sergey Brin di gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata. Kali ini Sergey datang seorang diri tanpa Larry.

         Sergey mengunjungi Indonesia, khususnya Raja Ampat selama 4 hari dan perjalanan ini menggunakan biaya pribadinya. Ia mengaku sangat terkesima dengan pesona under water di Raja Ampat. Itu terlihat saat ia menjawab pertanyaan dari salah satu tim Koalisi KOPI- Puteri Zahra, Miss Tourism 2014 perwakilan dari Jawa Barat, Zahra sempat bertanya pada Sergey, satu kata saja yang menggambarkan Raja Ampat-Indonesia di mata seorang Sergey.

         "One words for Raja Ampat, Stunning, i like it and so amazing, beautiful Raja Ampat, many treasure Indonesia have, i like under water at there for diving and other," ucap Sergey saat itu dengan senyum yang melebar.

Zahra salah sat member KOPI

         Senada dengan itu, Menteri Arief Yahya menyatakan mengenai progress dari kerjasama Pariwisata dengan Google memberikan peningkatan yang sangat pesat hingga 600%, kerjasama dengan google ini menjadi sangat menarik, terbukti kunjungan wisata mancanegara meningkat hingga 6 kali lipat.

         Digital Marketing, menjadi hal yang sangat penting bagi pengembangan wisata Indonesia. Efektitas google sangat baik bagi tourism. Sehingga dengan menggait google, setidaknya Indonesia bisa memperkenalkan top 5, seperti Wakatobi, Danau Toba, Borobodur, Lombok dan Raja Empat yang dihadirkan dalam street view google.

         Menteri Arief Yahya juga menambahkan bahwa lifestyle sudah berubah, customer wisata Indonesia sekitar 70% mulai dari searching hingga payment menggunakan digital, karena itu Indonesia menggunakan digital marketing. Google membantu pemerintah untuk mengimplementasikan program ini.

         Harapan Menteri, Indonesia akan menjadi no. 1 dalam hal digital marketing, dengan kehadiran Sergey ke Raja Ampat, Menteri juga sudah meminta google untuk membuatkan under water street view  Raja Ampat untuk diperkenalkan ke dunia.

KOPI Berpose Bersama Pak Menteri Arief Yahya

     Untuk tahun 2016, promosi wisata akan dilakukan ke banyak Negara, harapannya akan banyak kerjasama lagi di tahun 2016 nanti. tutup Menteri Arief Yahya dengan penuh semangat.

         Koalisi Online Pesona Indonesia dalam hal ini, sangat mendukung semua prestasi baik dan kabar baik Indonesia di mata dunia.

         Mari kabarkan berita baik Indonesia pada dunia.

Penulis

Aida, M.A
KOPI



Kamis, 24 Desember 2015

MENPAR, 101 JURUS PESONA INDONESIA UNTUK WISATA INDONESIA






Akhir tahun yang hectic dengan kegembiraan dan gegap gempita menjelang liburan dan menyambut tahun baru. Ibukota sudah terlalu padat dengan keseharian dan kebisingan selama senin hingga jumat.  sehingga liburan menjadi alternatif lain untuk melepas sejenak kejenuhan yang ada.

Namun liburan kali ini ternyata benar-benar bombastis, semua orang sepertinya berlomba-lomba menikmati indahnya pesona indonesia yang sangat wonderfull. Bayangkan saja jalur Jakarta-Bandung, Jakarta-Bogor, padat merayap, kecepatan nyaris 0 km perjam. Macet itu sudah bisa diduga, long week end bergandengan dengan liburan akhir tahun, ditambah Maulud Nabi dan Natal. Sudah begitu, promosi Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia Kemenpar juga habis-habisan, baik melalui TV, digital, maupun selling dengan below the lines. 

"Weleh sudah stag 4 jam dari Ciawi menuju Gadog," aku Juni Armanto, di status Facebooknya.
Status Aro, panggilan Juni Armanto itu langsung disambar friend di medsosnya, Wiro Ribismo. "Saya Jakarta Garut 9 jam," tulisnya.

"Sejak pagi jam 7 saya berangkat dari Jakarta, arah Bogor sudah mandek. Saya sarankan jangan ke objek wisata dulu deh, daripada akhirnya berwisata di mobil. Besok subuh sudah harus berangkat," kata Armanto, 24 Desember 2015 pukul 12.30 wib.

Panjang dan nyaris tak banyak harapan bisa lancar. Sedangkan tol dalam kota arah Jakarta kosong, bisa digeber sampai 100 km/jam. Jalur JORR dari Pondok Indah sampai Cikunir 5, padat mandek juga. Tiga simpul objek wisata di Jakarta, Ancol di Utara, Kota Lama di pusat dan TMII di Timur sesak dengan antrean panjang sejak pagi.

Pulau Seribu yang menjadi ikon wisata bahari Jakarta juga heboh diserbu pengunjung. Liburan sekolah, libur panjang akhir tahun, memang menjadi musim wisata tahunan yang ditunggu-tunggu anak-anak. Ke arah Barat, akses yang membaik ke Pantai Anyer, Pantai Carita, sampai Tanjung Lesung Banten juga berdampak positif.

Banyak pelat B (Jakarta) yang touring bersama keluarga menyusuri Selat Sunda itu. Suasana pantai memang tidak banyak pilihan bagi warga Jakarta. Ancol bagus, lengkap, cuma perlu variasi baru bagi orang Jakarta untuk membangun cerita adventure bahari yang baru.

Bebas Visa Memudahkan Wisatawan ke Indonesia

Bukan hanya ibu kota yang sesak dengan wisatawan. Andy Fong - GM Batam View Nongsa mengakui, promosi Bebas Visa Kunjungan (BVK) dengan branding Wonderful Indonesia sudah mulai terasa detaknya. "Memang akhir tahun 30-31 Desember sampai 1 Januari 2016, sudah booking 80% dari kapasitas hotel dan resort yg tersedia. Minggu depan saya berharap akan tembus 100 persen," kata Andy Fong.

Andy menyebut bebas visa itu sangat strategis untuk menarik wisman ke Batam dan Bintan, dengan originasi Singapore. Atau wisatawan asing yang ke Negeri Singa Putih itu, baik yang sedang bekerja di sana atau ekspatriat maupun yang sedang berlibur di Singapore. "Untuk perayaan buka tutup tahun sudah sekitar 300 paket yang terjual, dan pasti akan bertambah. Terima kasih support promosi Wonderful Indonesia oleh Kemenpar maupun Dispar Kepri," kata Andy Herman Muchtar, Ketua PHRI Jawa Barat menambahkan, target tingkat hunian hotel di wilayahnya tanggal 24-31 Desember 2015 ini 80 persen.

Tidak berani 100 persen, karena peningkatan jumlah hotel di Jawa Barat, khususnya Bandung, luar biasa pesat. "Sekarang ada 480 hotel dengan jumlah kamar lebih dati 23.500 rooms," jelas Herman Muchtar.

Problem utama Bandung adalah akses. Mecet Jakarta Bandung itu sudah bukan menjadi rahasia umum. Bikin betis kaki kiri lama-lama jadi lebih kekar, karena keseringan menginjak kopling. "Celakanya, kita Bandung sendiri juga macet luar biasa!" aku Herman Muchtar.

Cerita lain datang dari Sidoarjo, sekitar 25 kilometer dari Surabaya, Jawa Timur. Purnomo, Guru SMKN Surabaya, asli Desa Gelang, Tulangan yang menjadi salah satu sentra  penjualan souvenir seperti tas kulit, jaket kulit, sabuk kulit, dompet kulit dan sebagainya.
"Libur  panjang ini, souvenir dari kulit laris manis," katanya

Tokoh Pariwisata yang begitu cinta dengan sosialisasi destinasi wisata dalam negeri dan juga pemilik Pemilihan Puteri Pariwisata, Johnnie Sugiarto sangat bangga dengan program pengenalan Indonesia dengan jargon Wonderful dan Pesona Indonesia dengan menggandeng Nadya Hutagalung dan banyak blogger Asia dalam acara Wondernesia yang ditayangkan TLC dan Internation TV Network Discovery.

"Saya sambut 2016 dengan membangun promosi Pariwisata digital untuk Indonesia thats why semua puteri Pariwisata harus bisa menulis dan punya blog sehingga dari tulisan tersebut orang akan ramai berkunjung ke Indonesia," paparnya lugas diaminkan oleh Zahra, Febri dan Nadira sebagai alumnus Puteri Pariwisata.


101 Jurus Pesona Indonesia, Wonderfull Indonesia


Semua sudah mendengar dua jargon Kementerian Pariwisata untuk menarik jutaan wisman dan wisnus menuju destinasi andalan nusantara.

Untuk itu perlu sekali adanya masukan dari banyak pihak untuk memberikan semangat dan langkah-langkah alternatif untuk menciptakan gebrakan di dunia pariwisata Indonesia. beberapa orang tokoh yang ikut memberikan pendapat dan saran menjadi hal yang patut diperhitungkan dalam pengembangan pariwisata Indonesia.

Tung Desem Waringin, sang motivator menekankan perlu adanya 'Show Jalanan' sebagai acara akhir tahunan yang khas dan rutin melibatkan banyak massa di tiap Kota di Indonesia..

"Masing-masing Pemda bisa gelar kontes ide dulu. Show seperti apa yang akan digelar di masing-masing daerah sehingga acara tersebut menjadi acara tahunan tiap daerah seperti Jember Fashion Carnival atau Solo Batik Carnival, di luar itu khan seru ada perang tomat, ada banteng liar dan sangat fenomenal dengan massa berbagai negara tumpah ruah, ini harus dimiliki oleh Wonderful Indonesia," paparnya lugas.

Ia mengaku belum melihat ke'gila'an itu dari kinerja dan berupa gebrakan dari Menpar Arief Yahya, menurutnya perlu kegilaan-kegilaan untuk gelar show jalanan agar dunia datang ke Indonesia apalagi ada program Free Visa yang sudah sangat membantu.

Sementara itu pihak Asita, Asnawi Bahar berpendapat bahwa "Bebas Visa" akan menjadi salah satu pelayanan yang memberi kemudahan bagi wisatawan disamping faktor-faktor lainnya.

Berkenaan dengan Wisata Halal, ada yang menarik dari sosok inspiratif, pengagas ESQ, Ary Ginandjar bahwa liburan panjang akhir tahun ini sangat istimewa untuk bisa menikmati Indonesia yg amat indah mempersona.

"Sekarang bahkan ummat Islam bisa menikmatinya dengan rasa tentram ketika berlibur karena sekarang sudah tersedia berbagai fasililtas Halal Holiday yg terjamin.

Para wisatawan muslim bisa lebih tenang berlibur di daerah tujuan wisata halal holiday bersama seluruh keluarga tanpa ragu lagi.

 Inilah pariwisata yg  bisa membawa berkah yg sudah lama dinanti- nantikan, baik penyelengggara dan wisatawannya juga, saya memuji progres dari pemerintah untuk hal ini," paparnya lugas.

Lanjut Ary sampaikan akan kebahagiaan tiap kali menyambut liburan pergantian tahun, menikmati pesona indah wisata Indonesia, baik yang dekat dengan rumah tinggal atau di luar provinsi.

"Nikmatilah ciptaan Allah SWT yg maha indah ini dan kenali aneka ragam budayanya. Tapi ingatlah, niatkan perjalanan pesona wisata ini karena Perintah Allah, niscaya keberkahan akan kita dapat.

Selamat berlibur panjang, nikmati pesona wisata Indonesia yg indah ini, " pesannya.

So, sebagai Indonesian People, yuk kita dukung bersama wisata Indonesia, kabarkan berita baik pada dunia luar agar travel warning bisa diminimalisir sebaik mungkin.


Rabu, 23 Desember 2015

Talak 3 di Bulan Cinta, SEGERA!

Talak 3 doc. KOPI



Film Talak 3
Sutradara                               : Hanung Bramantyo, Ismail Basbeth
Story                                       : Salman Aristo
Screenplay                              : Bagus Bramanti
Screenplay Development        : Wahana Penulis


            MD Tower, Rabu 23 Desember 2015, KOPI-Koalisi Online Pesona Indonesia kembali mendapatkan undangan istimewa, mini conference bersama MD Pictures untuk film TALAK 3, sebuah film Comedy Romance hasil besutan Hanung Bramantyo dan Ismail Basbeth yang direncanakan akan tayang di bulan cinta, 4 Februari 2016 nanti.  Diskusi film ini dihadiri oleh aktor Vino G. Bastian, Produser MD Karan Mahtani dan Hanung Bramantyo selaku sutradara.

            Talak 3 produksi MD Pictures ini bergenre romantic comedy, ketika disuguhi trailer Talak 3 sebagai pembuka mini conference, sahabat KOPI langsung penasaran dan memberikan applause yang meriah di akhir trailer. Trailer yang berdurasi kurang dari tiga menit ini benar-benar berhasil membuat penasaran, seperti apa sih kemudian masalah dalam perkawinan ini dihadirkan dalam sisi romantic dan komedi, namun tetap memberikan nilai-nilai baik bagi penonton Indonesia.

            Jika melihat poster Talak 3 yang berwarna kuning terang dengan dinding yang diberi gambar hati  berwarna merah, namun di tengah hati yang besar tersebut tertulis Talak 3, lalu tampak aksi bella yang berdiri di tangga, lalu Vino yang memegangi tangga dan Reza yang berusaha menarik tangga tersebut. Menurut pak Karan, poster ini mewakili sedikit isi dari film ini, ada makna filosofi di sana, ada cinta dan benci, ada cinta dan talak di sana, lalu ada bumbu-bumbu konflik yang terjadi antara Bella, Vino dan Reza. Poster yang sangat menarik.

            Kehadiran Hanung dan berbicara banyak hal dalam mini conference ini benar-benar memperkaya informasi mengenai latar belakang mengapa Talak 3 perlu dihadirkan beserta beberapa hal yang dianggap kontroversi dari film-film yang disutradarai Hanung.

            Berdasarkan dialog film yang saya ikuti bersama pelaku film dan mendikbud 22 Desember yang lalu, setidaknya ada sebuah kenyataan bahwa, agar Film Indonesia menjadi tuan di rumahnya sendiri, perlu adanya film yang nyambung dan dibutuhkan oleh penonton Indonesia.  Jika berbicara film bagus, tentu banyak sekali, namun film yang dibutuhkan dan nyambung dengan penonton Indonesia perlu adanya sebuah formula tersendiri.

Suasana Mini Conference di MD doc KOPI

            Bagi Hanung Bramantyo untuk menjadikan Film Indonesia sebagai tuan di rumahnya sendiri, perlu dihadirkan film yang dekat dengan penontonnya. Ini menjadi point besar, bahwa untuk mendekatkan penonton Indonesia hari ini, tidak cukup hanya dengan film bagus saja, namun dengan membuat film yang mampu mewakili apa yang diinginkan dan diharapkan oleh penonton, jadi penonton butuh atau tidak, bukan pada film bagus atau tidak bagus, karena kenyataannya bagus atau tidak bagus tidak sama dengan butuh atau tidak butuh.

            Ketika ditanyakan mengenai mengapa ada dua sutradara Ismail Basbeth dalam Talak 3, Hanung mengatakan Ismail Basbeth sukses dalam Mencari Hilal, sukses di festival Tokyo dan Hongkong, namun minim penonton. Nah kolaborasi antara Ismail Basbeth dan Hanung sendiri lebih kepada untuk memenuhi kebutuhan dari penonton Indonesia sendiri. Hanung juga mengatakan Talak 3 bukan diadaptasi dari sebuah Novel kemungkinan tidak akan selaris AAC yang mencapai 4 juta penonton. Akuan Hanung, baginya membuat sebuah film yang diadaptasi dari novel lebih sulit dibanding bekerjasama dengan script writer yang sudah ada. 

             Masih menurut Hanung lagi, Talak 3 bukanlah film religi, karena non muslim pun sangat bisa menikmati film garapannya ini. Jika pun tokoh Risa menggunakan  hijab di sana, ini hanya menunjukkan keberagaman dan perwakilan banyaknya komunitas hijab di keseharian di Indonesia.
            Talak 3 lebih menekankan tentang seorang laki-laki yang sudah menalak istrinya hingga 3x dan hanya bisa kembali dengan Muhallil, yaitu mantan istrinya harus menikah lagi, lalu baru kemudian setelah bercerai, baru bisa bersama kembali dengan suami pertama.

            “Hati-hati wahai laki-laki, ketika kamu menjatuhkan Talak 3” Hanung menyampaikan, film ini sebenarnya warning untuk seorang lelaki. Karena, kenyataannya banyak yang tidak paham mengenai memutuskan talak 1,2 dan 3 di kalangan awam, padahal itu adalah hukum yang sepatutnya dipahami.

            Lalu, bukan hanya untuk lelaki saja, tapi Talak 3 juga untuk melindungi seorang wanita bahwa ada batasan bagi seorang lelaki yang sudah menalak istrinya, agar tidak gampang-gampang saja untuk datang lagi lalu pergi lagi, jadi dalam Islam ada batasan talak, yaitu hingga 3 kali, jika ingin kembali lagi, maka aturannya mantan istri harus menikah lagi, baru kemudian bisa kembali lagi.

             Talak 3 bukan bercerita tentang hukum yang dipermainkan, namun tokoh cerita yangs sedang bermain-main dengan hukum. Ini akan menjadi pelajaran penting bagi penonton Indonesia untuk memahami dan mengambil pelajaran dari situasi seperti ini.

Suasana diskusi KOPI dan Talak 3
            Hanung memang mengakui bahwa film-film yang ia sutradarai sering kali dianggap kontroversi. Namun, ia sangat berharap agar penonton Indonesia bisa menonton sebuah film hingga selesai dan kemudian baru mengambil sebuah kesimpulan.

            Mengenai pemilihan aktor yang berperan dalam Talak 3 ini, yaitu Vino yang memerankan Bagas, menurut Hanung, Vino dipilih bukan berdasarkan untuk dicocokin dengan Bagas, namun karakter Bagaslah yang  justru memilih Vino sendiri. Begitu juga untuk Reza Rahardian dan  Laudya Cynthia Bella, yang ternyata sangat bagus dalam acting komedi romantic, dan melepaskan karakter dramanya yang kuat di  pada film-film drama sebelumnya.

            Senada dengan pernyataan Hanung, menurut Vino G. Bastian sendiri  tidak bisa menolak tawaran dari Hanung, yang ia yakin sangat baik dalam sebuah garapan film. Vino di Talak 3 memerankan tokoh Bagas, Vino menyatakan dengan tegas bahwa film Talak 3 ini bertujuan besar untuk melindungi perempuan dari hal-hal yang ingin mengeksploitasi untuk kebutuhan pribadi atau kepentingan lainnya.




            Sepertinya bulan cinta di Februari nanti akan sangat menarik dan bakal tampil beda lewat Talak 3, segera tayang 4 Februari 2016 untuk belajar asik tentang hukum pernikahan melalui Talak 3. Yeayyyy…

Pose Bersama Sahabat KOPI doc. KOPI


Sinopsis.

            Setelah resmi beberapa bulan bercerai, rumah kredit bersama Bagas (Vino G.Bastian) dan Risa (Laudya C.Bella) terancam akan disita bank. Mereka berdua  dengan terpaksa harus bersama-sama mengerjakan  sebuah project besar yang hasilnya bisa menyelamatkan kondisi keuangan mereka berdua. Masalahnya, pekerjaan mereka berdua menuntut keduanya harus bersama. Dalam proses pengerjaan project tersebut, muncul kembali benih-benih cinta di antara Bagas dan Risa. Akhirnya mereka memutuskan untuk rujuk kembali.

            Tapi persoalan menjadi rumit karena Bagas telah menjatuhkan Talak 3 kepada Risa. Hukum Talak 3 mengharuskan jika pasangan mau rujuk, harus melalui Muhalil, yaitu seorang laki-laki yang menikahi pihak perempuan kemudian bercerai. Untuk memuluskan niat mereka, Bagas mencoba mengakali aturan dengan cara mencari suami kontrak untuk Risa. Dalam proses pencarian suami kontrak untuk Risa, mereka bertemu dengan berbagai macam karakter yang kocak dan otomatis menemui berbagai kejadian lucu.


            Akhirnya pilihan jatuh  pada Bimo (Reza Rahadian), teman masa kecil Bagas dan Risa yang dianggap baik dan bertanggung jawab. Dalam proses merencanakan pernikahan Risa dan Bimo, terungkap kalau Bimo telah menyimpan rasa cinta kepada Risa sejak lama. Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta Bagas, Risa dan Bimo? Saksikan film Talak 3 di bioskop mulai 4 Februari 2016.

Rabu, 16 Desember 2015

DUNIA TANPA ISLAM, DUNIA TANPA KEDAMAIAN (Review Bulan Terbelah di Langit Amerika)

       





KOPI (Koalisi Online Pesona Indonesia) kembali memenuhi Gala Premier film. Kali ini #BulanTerbelahdiLangitAmerika. Film yang diproduksi oleh Maxima ini disebut-sebut sebagai film termahal sepanjang Maxima memproduksi sebuah film.

            Apakah dunia lebih baik tanpa Islam?”  sejak menonton thrillernya di youtube. Tagline ini berhasil membuat saya penasaran. Tepatnya seperti rasa penasarannya Hanum Rais (Acha Septriasa) saat diberi tugas meliput sebuah keluarga yang terindikasi sebagai pelaku bom WTC dan Pentagon. Lalu artikel tersebut diberi tema sesuai tagline tadi. penasaran ini pula yang kemudian membawa Rangga, suami Hanum untuk bertemu Philips Brown yang diperankan oleh Hans de Krekker, aktor simpatik Belanda, yang ternyata seorang Muallaf. 

            Bulan Terbelah di Langit Amerika ini seperti memaparkan bahwa Islam selama ini seringkali menjadi populasi yang terpinggirkan dan selalu dijadikan kambing hitam atas beberapa kejadian terror yang terjadi di dunia. Seperti kata Hanum sendiri, bahwa seharusnya dunia tidak mengenal kata Islam Phobia, karena phobia terhadap Islam hanya menjadi bagian dari propaganda, tapi ketakutan dunia saat ini lebih mengarah kepada Extremist Phobia.

            Film garapan Sineas Rizal Mantovani ini ingin mengubah mindset sebagian besar orang yang mengalami Islam Phobia. Rasa ketidakpercayaan dunia terhadap islam yang dianggap radikal dan selalu menyerang apapun yang berbeda dengan Islam. Rizal Mantovani, layak naik kelas dengan hasil garapannya ini.

            Transisi perubahan mindset itu terlihat jelas dalam alur cerita yang cenderung mulus ini. Rangga (Abimana), suami Hanum secara bersamaan mendapatkan tugas dari Profesornya, interview dan riset mengenai Philips Brown, seorang milyarder yang berubah menjadi sangat dermawan pasca kejadian 9/11 di New York.

Cast luar

            Tokoh-tokoh yang dihadirkan dalam film ini juga memiliki peran yang mampu membangun cerita. Mulai dari Sarah Collins, anak dari Ibrahim Hussein yang mengunduh video dirinya dengan judul “Do you know my dad?” di youtube, lalu Julia Collins (Rianti catwright) yang terpaksa melepas hijabnya karena kejadian 9/11 menyudutkannya sebagai seorang muslim.

            “Saya cinta Islam, tapi saya kehilangan kebanggaan sebagai seorang muslim”

            Yulia Collins, merasa bahwa Islam justru membuat hidupnya menjadi kacau, pasca suaminya ikut menjadi korban di WTC, Sarah anaknya pun tidak bisa bersekolah karena dianggap anak dari teroris.

            Kondisi seperti ini, mungkin banyak terjadi di sisi dunia lainnya, sub ordinasi banyak kalangan di luar islam yang semakin menyudutkan. Bulan Terbelah di Langit Amerika sepertinya punya tugas penting untuk mengubah pemikiran orang-orang luar islam yang anti terhadap islam.

            Hanum sebagai penulis Novel sekaligus penulis scenario sepertinya sangat paham bagaimana menghadirkan sisi yang renyah di tengah-tengah tema yang sangat serius, yaitu tentang idealisme dan pola pikir orang-orang di luar.

            Kehadiran tokoh Stefan (Nino Fernandez) seorang Atheis menambah menarik kisah ini. Pemahaman-pemahaman Stefan yang merasa bahwa sebenarnya agamalah yang telah mengkotak-kotakkan manusia dibantah oleh Rangga, karena peperangan sesungguhnya terjadi karena harta dan kekuasaan.

            Banyak kejutan-kejutan dan nuansa drama yang ditampilkan dalam beberapa scene. Acting Acha, Abimana benar-benar patut diacungi jempol, saya akan beri angka 8 untuk acting keduanya, bahkan saya juga jatuh cinta pada acting Nino Fernandez dan Rianti. Semuanya sangat natural, meski beberapa cast lainnya terlihat masih kaku, dan beberapa scene dengan sinematografi yang kurang dan ada scene yang sedikit bocor menghadirkan produk sponsor tampak kurang smooth.

            Overall, Bulan Terbelah di Langit Amerika ini, saya beri score 8,5 bintang. Penonton menangkap benang merah yang sangat tegas di akhir cerita. Dunia Tanpa Islam, Dunia Tanpa Kedamaian. Segera ke Bioskop terdekat, catat tanggal tayangnya 17 Desember 2015. Cinta film Indonesia, dukung film Indonesia.