Rabu, 23 Desember 2015

Talak 3 di Bulan Cinta, SEGERA!

Talak 3 doc. KOPI



Film Talak 3
Sutradara                               : Hanung Bramantyo, Ismail Basbeth
Story                                       : Salman Aristo
Screenplay                              : Bagus Bramanti
Screenplay Development        : Wahana Penulis


            MD Tower, Rabu 23 Desember 2015, KOPI-Koalisi Online Pesona Indonesia kembali mendapatkan undangan istimewa, mini conference bersama MD Pictures untuk film TALAK 3, sebuah film Comedy Romance hasil besutan Hanung Bramantyo dan Ismail Basbeth yang direncanakan akan tayang di bulan cinta, 4 Februari 2016 nanti.  Diskusi film ini dihadiri oleh aktor Vino G. Bastian, Produser MD Karan Mahtani dan Hanung Bramantyo selaku sutradara.

            Talak 3 produksi MD Pictures ini bergenre romantic comedy, ketika disuguhi trailer Talak 3 sebagai pembuka mini conference, sahabat KOPI langsung penasaran dan memberikan applause yang meriah di akhir trailer. Trailer yang berdurasi kurang dari tiga menit ini benar-benar berhasil membuat penasaran, seperti apa sih kemudian masalah dalam perkawinan ini dihadirkan dalam sisi romantic dan komedi, namun tetap memberikan nilai-nilai baik bagi penonton Indonesia.

            Jika melihat poster Talak 3 yang berwarna kuning terang dengan dinding yang diberi gambar hati  berwarna merah, namun di tengah hati yang besar tersebut tertulis Talak 3, lalu tampak aksi bella yang berdiri di tangga, lalu Vino yang memegangi tangga dan Reza yang berusaha menarik tangga tersebut. Menurut pak Karan, poster ini mewakili sedikit isi dari film ini, ada makna filosofi di sana, ada cinta dan benci, ada cinta dan talak di sana, lalu ada bumbu-bumbu konflik yang terjadi antara Bella, Vino dan Reza. Poster yang sangat menarik.

            Kehadiran Hanung dan berbicara banyak hal dalam mini conference ini benar-benar memperkaya informasi mengenai latar belakang mengapa Talak 3 perlu dihadirkan beserta beberapa hal yang dianggap kontroversi dari film-film yang disutradarai Hanung.

            Berdasarkan dialog film yang saya ikuti bersama pelaku film dan mendikbud 22 Desember yang lalu, setidaknya ada sebuah kenyataan bahwa, agar Film Indonesia menjadi tuan di rumahnya sendiri, perlu adanya film yang nyambung dan dibutuhkan oleh penonton Indonesia.  Jika berbicara film bagus, tentu banyak sekali, namun film yang dibutuhkan dan nyambung dengan penonton Indonesia perlu adanya sebuah formula tersendiri.

Suasana Mini Conference di MD doc KOPI

            Bagi Hanung Bramantyo untuk menjadikan Film Indonesia sebagai tuan di rumahnya sendiri, perlu dihadirkan film yang dekat dengan penontonnya. Ini menjadi point besar, bahwa untuk mendekatkan penonton Indonesia hari ini, tidak cukup hanya dengan film bagus saja, namun dengan membuat film yang mampu mewakili apa yang diinginkan dan diharapkan oleh penonton, jadi penonton butuh atau tidak, bukan pada film bagus atau tidak bagus, karena kenyataannya bagus atau tidak bagus tidak sama dengan butuh atau tidak butuh.

            Ketika ditanyakan mengenai mengapa ada dua sutradara Ismail Basbeth dalam Talak 3, Hanung mengatakan Ismail Basbeth sukses dalam Mencari Hilal, sukses di festival Tokyo dan Hongkong, namun minim penonton. Nah kolaborasi antara Ismail Basbeth dan Hanung sendiri lebih kepada untuk memenuhi kebutuhan dari penonton Indonesia sendiri. Hanung juga mengatakan Talak 3 bukan diadaptasi dari sebuah Novel kemungkinan tidak akan selaris AAC yang mencapai 4 juta penonton. Akuan Hanung, baginya membuat sebuah film yang diadaptasi dari novel lebih sulit dibanding bekerjasama dengan script writer yang sudah ada. 

             Masih menurut Hanung lagi, Talak 3 bukanlah film religi, karena non muslim pun sangat bisa menikmati film garapannya ini. Jika pun tokoh Risa menggunakan  hijab di sana, ini hanya menunjukkan keberagaman dan perwakilan banyaknya komunitas hijab di keseharian di Indonesia.
            Talak 3 lebih menekankan tentang seorang laki-laki yang sudah menalak istrinya hingga 3x dan hanya bisa kembali dengan Muhallil, yaitu mantan istrinya harus menikah lagi, lalu baru kemudian setelah bercerai, baru bisa bersama kembali dengan suami pertama.

            “Hati-hati wahai laki-laki, ketika kamu menjatuhkan Talak 3” Hanung menyampaikan, film ini sebenarnya warning untuk seorang lelaki. Karena, kenyataannya banyak yang tidak paham mengenai memutuskan talak 1,2 dan 3 di kalangan awam, padahal itu adalah hukum yang sepatutnya dipahami.

            Lalu, bukan hanya untuk lelaki saja, tapi Talak 3 juga untuk melindungi seorang wanita bahwa ada batasan bagi seorang lelaki yang sudah menalak istrinya, agar tidak gampang-gampang saja untuk datang lagi lalu pergi lagi, jadi dalam Islam ada batasan talak, yaitu hingga 3 kali, jika ingin kembali lagi, maka aturannya mantan istri harus menikah lagi, baru kemudian bisa kembali lagi.

             Talak 3 bukan bercerita tentang hukum yang dipermainkan, namun tokoh cerita yangs sedang bermain-main dengan hukum. Ini akan menjadi pelajaran penting bagi penonton Indonesia untuk memahami dan mengambil pelajaran dari situasi seperti ini.

Suasana diskusi KOPI dan Talak 3
            Hanung memang mengakui bahwa film-film yang ia sutradarai sering kali dianggap kontroversi. Namun, ia sangat berharap agar penonton Indonesia bisa menonton sebuah film hingga selesai dan kemudian baru mengambil sebuah kesimpulan.

            Mengenai pemilihan aktor yang berperan dalam Talak 3 ini, yaitu Vino yang memerankan Bagas, menurut Hanung, Vino dipilih bukan berdasarkan untuk dicocokin dengan Bagas, namun karakter Bagaslah yang  justru memilih Vino sendiri. Begitu juga untuk Reza Rahardian dan  Laudya Cynthia Bella, yang ternyata sangat bagus dalam acting komedi romantic, dan melepaskan karakter dramanya yang kuat di  pada film-film drama sebelumnya.

            Senada dengan pernyataan Hanung, menurut Vino G. Bastian sendiri  tidak bisa menolak tawaran dari Hanung, yang ia yakin sangat baik dalam sebuah garapan film. Vino di Talak 3 memerankan tokoh Bagas, Vino menyatakan dengan tegas bahwa film Talak 3 ini bertujuan besar untuk melindungi perempuan dari hal-hal yang ingin mengeksploitasi untuk kebutuhan pribadi atau kepentingan lainnya.




            Sepertinya bulan cinta di Februari nanti akan sangat menarik dan bakal tampil beda lewat Talak 3, segera tayang 4 Februari 2016 untuk belajar asik tentang hukum pernikahan melalui Talak 3. Yeayyyy…

Pose Bersama Sahabat KOPI doc. KOPI


Sinopsis.

            Setelah resmi beberapa bulan bercerai, rumah kredit bersama Bagas (Vino G.Bastian) dan Risa (Laudya C.Bella) terancam akan disita bank. Mereka berdua  dengan terpaksa harus bersama-sama mengerjakan  sebuah project besar yang hasilnya bisa menyelamatkan kondisi keuangan mereka berdua. Masalahnya, pekerjaan mereka berdua menuntut keduanya harus bersama. Dalam proses pengerjaan project tersebut, muncul kembali benih-benih cinta di antara Bagas dan Risa. Akhirnya mereka memutuskan untuk rujuk kembali.

            Tapi persoalan menjadi rumit karena Bagas telah menjatuhkan Talak 3 kepada Risa. Hukum Talak 3 mengharuskan jika pasangan mau rujuk, harus melalui Muhalil, yaitu seorang laki-laki yang menikahi pihak perempuan kemudian bercerai. Untuk memuluskan niat mereka, Bagas mencoba mengakali aturan dengan cara mencari suami kontrak untuk Risa. Dalam proses pencarian suami kontrak untuk Risa, mereka bertemu dengan berbagai macam karakter yang kocak dan otomatis menemui berbagai kejadian lucu.


            Akhirnya pilihan jatuh  pada Bimo (Reza Rahadian), teman masa kecil Bagas dan Risa yang dianggap baik dan bertanggung jawab. Dalam proses merencanakan pernikahan Risa dan Bimo, terungkap kalau Bimo telah menyimpan rasa cinta kepada Risa sejak lama. Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta Bagas, Risa dan Bimo? Saksikan film Talak 3 di bioskop mulai 4 Februari 2016.

1 komentar: