Sabtu, 09 Januari 2016

PEDULI KANKER LEWAT I am HOPE, Segera Tayang 18 Februari 2016

I am HOPE


Harus diakui film Indonesia semakin berkualitas, baik dari dari materi, kualitas sinematografi dan pesan-pesan yang diselipkan. Salah satu film yang akan tayang 18 Februari mendatang ini berjudul I Am Hope, sebuah film yang mengangkat dinamika perjuangan seorang gadis muda bernama Mia, diperankan oleh Tatjana Saphira yang divonis mengidap kanker, dan peran Maia, diperankan oleh Alessandra Usman, yang menjadi semacam penyangga semangat dan inspirasi Mia untuk melalui tantangan demi tantangan menghadapi penyakit kanker dan memperjuangkan mimpinya berkarya.

            I am Hope diproduseri oleh Alkimia Production ini digawangi oleh Wulan Guritno, Amanda Soekasah dan Janna Soekasah-Joesoef selaku tim produser. “Kami bersyukur bahwa proses produksi I am Hope berjalan lancar, oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih atas dukungan banyak pihak. Harapan kami semoga film ini menjadi inspirasi perjuangan bagi banyak orang, termasuk yang saat ini sedang berjuang melawan kanker.” tutur Wulan Guritno mewakili Alkimia Production.


RAN dengan Nyanyian Harapan


            Agar film ini semakin menarik, Grup Musik RAN dinobatkan sebagai pengisi OST I am Hope,  lagu “Nyanyian Harapan” ini melibatkan 8 Warrior Hope yang bernyanyi bersama RAN.

“Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari I am Hope melalui musik kami. Inspirasi para pejuang-pejuang harapan adalah suatu semangat yang perlu kita dukung dan sebarluaskan lebih lagi. Semoga kisah I am Hope ini menjadi pemicu lebih banyak aksi kebaikan.” Ungkap RAN.

Film yang disutradarai oleh Adilla Dimitri menghadirkan sederetan aktor dan aktris kebanggaan Indonesia seperti Tio Pakusadewo, Fachry Albar, Feby Febiola, Fauzi Baadilah, Kenes Andari, Ariyo Wahab, Ray Sahetapy dan Ine Febriyanti, dan Yudi Datau selaku Director of Photography.

Gerakan Gelang Harapan (Bracelet Of Hope).




Film perdana ini dibuat sebagai satu bentuk kepedulian dan kelanjutan dari Gerakan Gelang Harapan, yaitu sebuah gerakan peduli kanker yg dikemas secara muda, fun dan hip bertujuan untuk membangkitkan semangat akan harapan dan menyebarkannya serta menelurkan budaya dan tradisi solidaritas.

Gelang ini dibuat dari kain perca sisa dari kain nusantara khas dari desainer kondang dan peduli kanker, Ghea Soekasah untuk semua penderita dan warrior kanker se-Indonesia.

Dengan film sebagai salah satu media kelanjutan project dari segmen hiburan yg dekat dengan masyarakat dan sebagai jendela universal yang bisa membawa lebih luas visi dan misi Gerakan guna menyebarkan harapan dan semangat harapan, khususnya bagi para penderita kanker beserta keluarganya, dan umumnya bagi semua lapisan masyarakat tanpa kecuali. Sebagai bentuk integrasi antara perusahaan dengan gerakan sosial, ALKIMIA Production berkomitmen untuk menyumbangkan sebagian profit dari penjualan tiket Film “I am Hope” melalui Gerakan Gelang Harapan kepada penderita kanker dan keluarganya yang tidak mampu.

Penasaran seperti apa dukungan Alkimia Production dalam mendukung penderita Kanker, intip dulu sinopsisnya di sini ya.

Sinopsis

Mia 21 tahun (Tatjana) adalah seorang perempuan yang sangat berkeinginan keras untuk membuat pertunjukan. Namun mimpi tersebut harus terhenti sementara karena ia divonis mengidap kanker, penyakit sama yang pernah merenggut nyawa sang ibunda.

Mia yang berasal dari keluarga serba berkecukupan, kini pun sudah hidup ala kadarnya karena biaya pengobatan ibunya terdahulu. Dan semenjak vonis kanker kembali terdengar di telinganya, di saat itu juga ia merasa seluruh pengalaman kelam yang pernah menimpa keluarganya akan kembali terulang.

Ayahnya (Tio Pakusadewo) akan kembali terpuruk, ekonomi makin merosot, dan yang paling tergaris bawah merah baginya, adalah mimpinya yang perlahan akan sirna. Namun demikian, Mia selalu ditemani oleh Maia, yang terus setia dan bersikap positif disampingnya.

Mia pun tegar berjuang menguatkan dirinya untuk menghadapi beberapa proses kemoterapi, sampai hampir seluruh tabungan yang telah ia persiapkan untuk membuat pertunjukan habis terpakai. Pada suatu hari di antara ronde-ronde pengobatan yang ia jalani, Mia mencoba untuk menghubungi salah seorang produser pertunjukan ternama melalui alamat yang ia miliki.

emua kisah dalam “I am HOPE” the Movie mampu membangkitkan harapan di tengah keterpurukan. Bagaimana Mia menjadi simbol dalam perjuangan untuk menggapai impian di tengah kondisinya yang terpuruk.

Bagaimana akhir dari kisah Mia sebagai simbol harapan?

Jangan sampai ketinggalan, catat jadwalnya 18 Februari 2016 saatnya mendukung dan peduli pada penderita kanker.


           
Penulis

Aida, M.A











0 komentar:

Posting Komentar