Kamis, 18 Februari 2016

5 (LIMA) HAL YANG PERLU KAMU TAHU TENTANG GIRING NIDJI


Siappp...1...2...3 flasshh



Tepat pukul 10.45 menit mata saya beralih ke arah lift lantai 12, gedung Sarinah-Thamrin #SarinahisMe, setelah kurang lebih 10 menit saya menunggu tamu kami hari ini di markas KOPI. Tampak dua orang laki-laki keluar dari pintu lift, satu dengan wajah yang sangat familiar meski rambutnya sepertinya tidak begitu familiar buat saya, potongan cepak dan berwarna pirang. Laki-laki itu menggunakan kacamata, jika saya tidak megoogling foto-foto terbarunya, saya nyaris tidak mengenali bahwa laki-laki yang menggunakan boots merah siang itu adalah Giring-Nidji, vocalist Nidji yang nyentrik dengan rambut khasnya yang kriwil hitam, kini ternyata sudah berganti style demi kebutuhan syuting film keduanya.

            Kesan ramah, itu yang terpancar dari tatap mata di balik lensa bening itu, dia menyapa saya dan kak Cut Dewi, sahabat KOPI yang juga jurnalis online, di belakang Giring berjalan seorang laki-laki.

            “Kenalin, ini Fauzan, manager Nidji” ucapnya sambil memperkenalkan saya pada lelaki yang berjalan tenang di belakangnya.

            Markas KOPI mendadak meriah begitu Giring masuk ke ruangan meeting. Sekitar 15 orang sahabat KOPI yang hadir siang ini tampak girang bukan main, karena sebagian besar fans berat dengan lagu-lagu Nidji. Saya sendiri? Yup!.. saya suka lagu Laskar Pelangi dan Hapus Aku.

            Selama berdiskusi, setidaknya Giring bercerita tentang beberapa hal yang menarik tentang dirinya dan Nidji, informasi ini mungkin sangat jarang diketahui oleh fans Giring sendiri.

KOPI bersama Giring

1.    Vocalist, Dubbing, Acting
Ayoo… siapa yang ingat Giring pernah bermain di film apa ya? Yupppp… di Sang Pencerah, ternyata selain jago nyanyi dan bikin lagu, Giring juga bisa berakting loh, buktinya ia baru saja selesai syuting untuk #JilbabTraveler di Korea, wuihhh seru ya, bahkan untuk berakting di film ini, Giring memangkas rambutnya, makanya kalau ketemu Giring sekarang-sekarang ini dan berubah blonde! jangan kaget, itu cara doi untuk memenuhi peran di film keduanya, buat fans nya Giring enggak usah khawatir, masih tetap keliatan kece kok (heheheh).

Kemudian Dubbing? eh, emang Giring pernah jadi pengisi suara ya? Ada dong… Berhubung saya sering nemenin anak saya nonton film Animasi Indonesia, saya ingat dan hapal banget nih dengan suara Giring di film Petualangan Singa Pemberani.

Saat berdiskusi bersama KOPI

2.    Antara Album Kelima VS Theme Song Maker

Mungkin kesannya, Nidji agak vakum ya, padahal kalau mau ditilik lebih dalam, banyak sekali karya-karya Nidji hadir bersama kesuksesan film-film nasional, katakanlah Laskar Pelangi, 5 cm, Tenggelamnya Kapal Van Dewcik, Supernova. 

Darimana aja sih dapat inspirasinya? Banyakk… bahkan Giring mengajak salah satu crew nya untuk mendaki gunung saat ia diminta membuat theme song film 5cm. jadi, naik gunung itu kayak menaklukkan dirimu sendiri, seperti berada di antara awan jelas Giring mengungkapkan perasaanya setelah mendaki gunung. Selain itu, akuan Giring ia mendapat inspirasi di kamar mandi (hihihi).

Selain produktif mengisi theme song, Nidji saat ini juga sedang mempersiapkan album kelima loh. Menurut Giring, tantangannya menyiapkan album kelima ini jauh lebih ribet dibanding membuat theme song, karena harus membuat konsep, sementara theme song untuk film, sudah ada guidens dari novel, skenario dan filmnya sendiri. Semangat kak Giring… para fans menunggu album Nidji.


Suasana Diskusi di markas KOPI

3.    Fatherly, Tegas dan Penyayang.

Kurang apalagi coba seorang Giring Nidji? Jika baca judulnya Fatherly, semakin ngefans pastinya dengan Giring. Giring ini ayah dari tiga anak loh, Ayah dari Zidan (9 tahun), Aisyah (5 tahun) dan Jasmina (1,5).

Saat Giring bercerita tentang ketiga putra putrinya ini, saya bisa menangkap rasa kasih sayang yang terpancar di matanya. Tak ada perbedaan antara anak kandung saya dengan anak bawaan Cynthia ungkap Giring, saat bercerita tentang anak pertamanya Zidan, yang merupakan anak Cynthia.

Mungkin dulu sempat heboh, karena Giring diberitakan menjalin hubungan dengan seorang single parent, ya..semacam stigma dari banyak pihak, yah..menjadi single parent tak bersahabat ya di Indonesia. Namun Giring berulang kali menegaskan, bahwa yang terpenting itu adalah pribadi seseorang, dan menurut Giring, Cynthia Istrinya yang sudah ia nikahi sejak 2010 lalu seorang wanita yang sangat baik, sampai saat ini, Cynthia enggak pernah sama sekali ngomongin jelek seseorang, puji Giring untuk Cynthia.

Saat saya bertanya mengenai pendidikan karakter yang ditanamkan Giring untuk anak-anaknya, ia mengakui bahwa ia ayah yang tegas di rumah, ayah itu harus menjadi orang yang disegani di rumah, meski saya tetap menjadi sahabat buat mereka, mengajak main play station bareng, dan menetapkan jam penggunaan gadget buat anak-anaknya dengan menggantinya dengan kegiatan kuis-kuisan (duh.. serunya ya kalo punya ayah kayak Giring..hihihi). Giring tetap menjadi sosok yang disegani sekaligus penyayang buat anak-anaknya. Kehadiran Aisyah dan Jasmina seperti melengkapi dirinya sebagai lelaki yang utuh, yaitu menjadi ayah.



4.    Ucapan Baik = Doa.

Ucapan baik itu seringkali menjadi kenyataan dan doa. Banyak sekali kata-kata yang menurut Giring hanya celetukan, ternyata bisa menjadi nyata. Misalnya saja, setelah ia membaca Laskar Pelangi, Giring ngomong ke teman-temannya.

“Kalau Novel ini dijadiin film, kita yang bakal bikin OSTnya” ungkap Giring saat itu, yang diiyakan setengah hati oleh teman-temannya.

Ucapan itu ternyata berbuah nyata, suatu hari mba Mira Lesmana hubungi Giring dan ngomong kalau Miles lagi garap film Laskar Pelangi dan benar saja, Nidji diminta untuk mengisi Theme song nya. Bayangkan, dari omongan itu jadi nyata, padahal Miles enggak tahu, Giring membaca Laskar Pelangi, dan Giring juga enggak tahu kalau Miles lagi menggarap film Laskar Pelangi, seperti ada keterkaitan yang sudah diatur sedemikian rupa dari pemilik hidup.

Selain kejadian ini, Giring juga pernah mengatakan akan menemani Ibunya naik haji, setahun kemudian semuanya terasa lancar, mendapat kuota dan biaya haji, semuanya tanpa hambatan sampai Giring sendiri kaget dan baru menyadari kalau dia bakal naik haji (hahahhaha).

Saat Giring bercerita dua kejadian ini, saya melihat bahwa ia memiliki sisi religious yang dalam, pemahaman dan keyakinannya akan ketentuan pemilik Hidup terbaca dari kalimat yang keluar begitu saja dari bibirnya, meski tanpa harus mengeluarkan ayat, tapi dua cerita ini menunjukkan bahwa ia memahami sebuah kekuatan di balik kekuatan manusia.

5.    Go Internasional
            Ternyata Nidji pernah berniat untuk Go Internasional. Pernah tahu? Belum kan? Yah.. Nidji pernah berencana untuk Go Internasional, namun ternyata untuk urusan satu ini harus hijrah keluar negeri, nah ini dia masalahnya, sebagian besar keluarga Nidji ada di Jakarta, jadi tidak memungkinkan untuk hijrah keluar negeri.

Menurut Giring, mengapa musisi Indonesia agak jarang, bukan berarti tidak ada ya yang bisa tampil dan sukses di panggung Internasional. Bisa jadi karena banyak hal, salah satunya karena style yang sama sudah banyak di luar negeri, bisa nyanyi, acting, nari itu sudah banyak di luar negeri. Tapi begitu yang tampil itu unik, malah bisa tampil di Grammy Award seperti Joey Alexander pianis Indonesia yang baru berusia 12 tahun dengan aliran jazz nya.

Tambahan menurut saya mengenai penampilan Joey di Grammy sempat dipuji oleh media luar, namun sayang sekali justru dijatuhkan oleh media lolkl. Di sinilah yang menjadi sulit, ketika para musisi kita ingin go Internasional namun media kita lebih banyak menghadirkan berita buruk daripada berita  baik (good news).

Akhir obrolan KOPI bersama Giring tentu dengan foto-foto bersama di Sarinah store, karena KOPI juga menjadi bagian dari support #SarinahisMe menjadi jendela kearifan lokal nusantara. Jadi, belum sah jika belum keliling Sarinah dulu ya.

Giring di saran store #SarinahisMe

Yup.. itu tadi 5 hal yang belum kamu tahu tentang Giring. Thanks kak Giring sudah berbagi dengan KOPI, tunggu kiriman novelku kak, semoga bisa dibuatin theme songnya juga (Cihuyy..)









0 komentar:

Posting Komentar