Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Menjadi Blogger Bahagia, Blogger KOPI Siap Berbagi

Sekitar tahun 2008, pertamakali saya posting sebuah tulisan di web parenting www.infobunda.com dan langsung menjadi headlines artikel selama seminggu. Begitu juga selanjutnya, setiap postingan tulisan saya selalu menjadi headlines, sehingga membuat saya rajin dan betah menulis lagi dan lagi.
Selain di infobunda.com, saya juga mulai aktif di ngerumpi.com (Sekarang situsnya sudah tutup). Interaksi antara blogger di ngerumpi jauh lebih seru, sehingga dari situs itu saya punya dua sahabat yang akhirnya menulis di buku Berbagi Hati, buku duet pertama saya bersama sahabat Blogger yang membawa berkah dan menjadi juara utama lomba menulis di leutikaprio saat itu.
Jadi, bisa dikatakan awal mula saya menulis buku sejak saya menjadi seorang blogger. Berjalannya waktu kegiatan-kegiatan menulis dan cinta akan hal-hal positif dari Indonesia membawa saya bersama seorang sahabat, Kak Arul membentuk sebuah komunitas blogger yang peduli pada produk-produk dalam negeri, Blogger Pesona Indonesia, yang dik…

Maslamah, Terimalah Maharku 'Surah Al-Waqi'ah"

Banyak wanita yang hadir dalam hidupku, satu, dua, tiga bahkan lebih. Datang lalu pergi, ada yang kembali, ada juga yang tak ingin melihat lagi. Dari semuanya yang pernah datang, tak ada perjuangan yang begitu berarti. Sehari bahkan dalam hitungan jam, bisa langsung jadian, itu pernah ada dalam kisah cinta yang entah apalah namanya saat itu.
Menemukannya, bisa dibilang susah, bukan begitu gampang. Apalagi gampang-gampang susah. Aku harus melewati banyak tahun, banyak kisah tragis, bahkan banyak hati yang terluka (mungkin). Banyak makian, banyak hujatan, bahkan pengusiran, aihhh ini berlebihan sepertinya (heheheh).
Tapi kenyataannya memang begitu, dalam perjalanan hidup manusia ada satu gong, ketika dengung gong itu menggema, perubahan total bisa terjadi. Ada titik balik, ada janji pada diri sendiri, kejujuran yang membawa pada keinginan untuk berbeda dari sebelumnya, perbaikan diri, itu point nya.


Dulu, aku memanggilnya Inong, Maslamah. Wanita yang berbulan-bulan membuatku kehabisan…