Kamis, 23 Juni 2016

Produktif Menulis Selama Ramadan



Sumber dari sini


Perubahan ritme kegiatan selama bulan puasa seringkali membuat tubuh “kaget” sebuah perubahan baru memang membutuhkan waktu paling tidak selama 3-7hari untuk mampu beradaptasi dan 14-21hari untuk menjadikannya sebuah kebiasaan. Kebiasaan menulis yang selalu dilakukan setiap hari pun akan mengalami perubahan seiring dengan perubahan jam tidur dan makan selama di bulan Ramadhan.

            Namun, tidak perlu khawatir, karena selama bulan Puasa kita justru akan lebih produktif dalam bekerja dan berpikir. Mengapa demikian? Sebelumnya organ tubuh saat tidak berpuasa, seperti usus dan lambung melakukan pencernaan makanan sehingga aliran darah dan tenaga banyak ditumpukan untuk proses pencernaan makanan, sebaliknya ketika dalam kondisi berpuasa, aliran darah dan tenaga berpeluang memberikan tumpuan pada otak untuk berpikir dan meningkatkan daya pikir.

            Menulis selama di bulan puasa juga sangat memungkinkan. Meski perubahan waktu makan dan tidur memaksa kita mengatur kembali ritme kebiasaan menulis yang sudah diadaptasi  pada bulan-bulan sebelumnya. Hal ini sudah dipraktekkan oleh Ahmad Bahjat, penulis buku Nabi-Nabi Allah (bku dengan ketebalan kurang lebih 600 halaman), buku yang dianggap sebagai buku perpaduan sastra dan sejarah dari sudut Qur’ani, penyelesaian penulisan buku tersebut dilakukan selama bulan Ramadhan.  Jadi, sungguh sangat tepat kita meningkatkan produktivitas dalam menulis selama di bulan puasa ini.

Produktif Menulis Selama Ramadan

            Setidaknya ada dua waktu yang bisa dimanfaatkan untuk menulis dan menghasilkan sebuah tulisan yang menarik dan berkualitas.

1.     Setelah sahur, kebiasaan tidur kembali setelah shalat subuh sangat baik diganti dengan menulis, hanya butuh waktu selama 1-2jam menjelang pagi. Pergantian waktu antara gelap ke terang terutama fajar menuju matahari terbit mampu meningkatkan daya ingat dan kerja otak yang integrative. Percayalah ketika menulis dalam kondisi ini, seperti mengawali hari-hari dengan ide-ide baru yang cemerlang.

2.     Ngabuburit menjelang berbuka puasa, kegiatan menunggu saat berbuka puasa bisa dilakukan dengan menulis. Kondisi tubuh yang lapar mampu meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga mampu menganalisis ide-ide baru karena racun-racun di dalam tubuh sedang dinetralisir. Tak terasa selama menunggu waktu berbuka, kita justru sudah menghasilkan berlembar-lembar tulisan.

Ngabuburit dengan Menulis

            Dua waktu yang disarankan di atas jika dilakukan setiap hari setidaknya 1-2 jam saja bisa menghasilkan 2 lembar tulisan, jika dikali dua (Setelah sahur dan Menjelang berbuka) maka akan menghasilkan 4 lembar tulisan, lalu dikali 30 hari akan menghasilkan 120 halaman, dalam artian selama puasa kita sudah menghasilkan satu buku, hasilnya Insya Allah kita tetap produktif menulis di bulan ramadhan.

            Hal yang tak kalah penting dari ini, karena kebiasaan yang dibangun selama bulan puasa ini, akan menjadi gerak tubuh dan otak yang secara perlahan akan menciptakan Habituasi,  dengan kata lain akan menjadi kebiasaan di bulan selanjutnya, dan mampu dilakukan tanpa paksaan apalagi dalam tekanan.

            “Bila seseorang banyak melatih dan mengulang, terpaksa ataupun sukarela, dia pasti akan menguasai keahlian tertentu. Inilah namanya pembentukan kebiasaan alias habits (How To Masters Your Habits)”

            Selamat menulis dan menghasilkan karya selama di bulan Ramadhan.

Aida, M. A
Penulis
Founder Maslamah Foundation
CEO Batavia Publishing.




4 komentar:

  1. Saya nulis. Tapi pindahnya ke blog.

    BalasHapus