Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

KEMATIANKU YANG KETIGA (belajarlah tentang makna Taqdir)

Anak-anakku...
Ibumu telah mengalami tiga kali kematian dalam hidupnya. Kuingat ketika usiaku beranjak enam tahun, kala Boni kucing belang tiga milikku kehilangan kaki sebelah kanannya karena ulahku. Kesedihan yang panjang akan Boni membuat kematian pertama menyapaku.

Usia remaja tlah memaksaku hanya melihat sebuah jalan dengan pemikiranku sendiri. Seolah-olah hanya ada pemikiranku sendiri. Kenyataannya aku telah bersembunyi pada topeng kepengecutan yang sering kukira sebuah kemuliaan dari kebebasan personal.

Aku mulai memahami makna sebuah takdir setelah kematianku yang kedua. Tragedi terbesar dalam hidupku sampai kuberada pada titik bahwa segala sesuatu bukan semata-mata karena aku, benar anakku..di usiaku yang seumuranmu kini, kematian kedua menyapaku sebelum fatalisme klaustrofobia bertandang.

Hidup seperti sebuah jalanan dengan cabang yang menyempit, meruncing, melebar atau patah. Tatkala di depan sana ada simpangan baru, apa yg kau pilih nak? Bersinggungan, mengabaikan atau mengalam…

SETARA=SEKUFU Dalam Pernikahan, Meminimalisir Masalah Pasca Nikah

Sekufu dalam islam dimaknai dengan kesetaraan, ketika wanita berasal dari keluarga berada dengan tingkat pendidikan yg tinggi, sementara pria dari kelas bawah dg tingkat pendidikan yg tidak tinggi, maka ini seringkali menjadi sumber konflik (jika tidak teratasi) keluarga wanita mungkin akan semakin menuntut banyak hal, dominansi dsb. Sementara pria semakin hari semakin merasakan sakit dalam hubungan tersebut.

Ini pernah terjadi pada pernikahan anak angkat Rasul, Zaid bin Haritsah seorang bekas budak hitam milik Siti Khadijah, menikah dengan Zainab binti Jahsy yang berasal dari keluarga bangsawan. Ketimpangan yang membuahkan perceraian antara keduanya saat itu.

Posisi seorang laki-laki menjadi pemimpin dalam keluarga seringkali dipertanyakan karena perbedaan yg terlalu jauh tersebut. Ini menunjukkan budaya, kebiasaan, tingkat pendidikan, kebangsawanan, menjadi hal yg harus diperhatikan dalam tataran sekufu.



Penyebab lainnya saat biduk pernikahan akan goyah, ketika misi dari pernikahan ini…

Barang Ini Wajib Dibawa Jika Berlibur Ke Ubud Bali

Ke Jepang Tanpa Visa? Bisa dengan E-Passport

Ini saatnya saya memperpanjang passport yang sebentar lagi expired. Ingat saat bertemu kenalan warga negara Amerika di Bandara Charless De Gaulle-Perancis beberapa waktu lalu. Ada yang menarik dari passportnya yang ternyata E-passport.
Selain dari passport biasa, sebenarnya Indonesia sejak 2013 sudah memberikan pelayanan untuk membuat e-pasport atau dikenal juga dengan passport biometric, dimana segala data biometric pemilik passport disimpan dalam chip yang ditanamkan pada e-passport, sehingga jika sekalipun passport hilang, tidak dapat disalahgunakan atau dipalsukan oleh pihak yg tak bertanggung jawab.
Secara kasat mata tidak ada bedanya sih antara passport biasa dengan e-passport, hanya di bagian depan e-passport terdapat tanda chip. Jadi menyimpan e-passport harus lebih hati-hati dibanding passport biasa. Kalo chip nya rusak, tidak dapat dipergunakan lagi. Biaya pembuatan e-passport lebih mahal dari passport biasa, jika passport biasa 48H 355ribu, e-passport 655ribu.
E-passport t…