Jumat, 11 November 2016

KEMATIANKU YANG KETIGA (belajarlah tentang makna Taqdir)


pexels.com



Anak-anakku...

Ibumu telah mengalami tiga kali kematian dalam hidupnya. Kuingat ketika usiaku beranjak enam tahun, kala Boni kucing belang tiga milikku kehilangan kaki sebelah kanannya karena ulahku. Kesedihan yang panjang akan Boni membuat kematian pertama menyapaku.

Usia remaja tlah memaksaku hanya melihat sebuah jalan dengan pemikiranku sendiri. Seolah-olah hanya ada pemikiranku sendiri. Kenyataannya aku telah bersembunyi pada topeng kepengecutan yang sering kukira sebuah kemuliaan dari kebebasan personal.

Aku mulai memahami makna sebuah takdir setelah kematianku yang kedua. Tragedi terbesar dalam hidupku sampai kuberada pada titik bahwa segala sesuatu bukan semata-mata karena aku, benar anakku..di usiaku yang seumuranmu kini, kematian kedua menyapaku sebelum fatalisme klaustrofobia bertandang.

Hidup seperti sebuah jalanan dengan cabang yang menyempit, meruncing, melebar atau patah. Tatkala di depan sana ada simpangan baru, apa yg kau pilih nak? Bersinggungan, mengabaikan atau mengalami sebuah sentuhan. Dan ada satu hal apapun keputusanmu saat itu, tetap saja ada yang tak akan kau pahami, hidup kita ini sedang bertaruh atau diperjuangkan, ketika sebuah pilihan diputuskan.

Ketika kau telah memahami dan berdamai dengan ide dari sebuah takdir, anakku. Saat itulah aku akan membuka Cerita, bagaimana kematian ketiga merundungku.

#chilhood
#motherhood
#story
#advice
#mykids
#teenager
#ideas #forlife

2 komentar: