Jumat, 27 Oktober 2017

BENARKAH IA SOULMATEMU?

me and my dear sister


Kedekatan ikatan seringkali membawa saya pada keinginan-keinginan di luar dari diri saya sendiri. Misalkan saja, saat menemukan adik yang sedang dimabuk kepayang karena cinta, mendorong saya untuk bertanya. 🎆🎆🎆


Dari angka 1 sampai dengan 10 berapa nilai cintamu untuk si doi? Seperti dugaan saya dia akan menjawab antara 8 dan 9. Sisa 1 mungkin lebih pada pilihan nasib atau takdir yang tak menyatukan. 🎆🎆🎆


Oh oke.. Kamu terlalu cinta sama si doi. Jika saja kalian berpisah. Apa kamu siap? Dia setengah berteriak memberi aba-aba pertanda ia tidak membayangkan sebuah perpisahan. 🎆🎆🎆


Kalau begitu apa yang kalian bicarakan? Sampai-sampai hatimu terpaut begitu dalam padanya? Bahkan membayangkan berpisah saja ogah? 🎆🎆🎆


Apa obrolanmu terselip tentang life plan hidupmu dan life plan hidupnya? Atau kalian berdua memiliki rencana akan cita-cita bersama membangun sebuah kebun bunga mawar, lalu membawa sebagian CSR nya untuk bantuan peduli pada anak-anak yatim terkena HIV AIDS? Atau jangan-jangan sepanjang hari ketika bangun tidur dan tidur lagi yang diucapkan hanya aku merindukanmu, aku tak bisa hidup tanpamu, aku hanya ingin menikah dan mati bersamamu? Wah. Pilihan terakhir terlalu membosankan jika hanya diisi dengan rayuan semata. 🎆🎆🎆


Adinda, mungkin kamu harus mengecek kembali apa benar ia soulmatemu? ceritakan saja tentang gagasan dan life plan dari hidupmu. Apa dia menanggapinya dengan antusias? Atau jangan-jangan dia tidak bersemangat, atau bisa jadi dia enggak nyambung? So tired!

Cinta bukan segalanya adindaku, tapi cinta perlu ada. Jatuh cinta itu mudah, super mudah. Ketika satu waktu kamu terus-terusan bersama seseorang kemungkinan 80% kamu akan jatuh cinta padanya. Tapi mencintai orang yang juga mencintai life plan dari hidupmu, apa mungkin ia orangnya? 🎆🎆🎆

Jadi, apa obrolanmu saat bersama si doi menentukan kualitas hubungan kalian berdua. Jika hanya mentok pada kata kau lah bulan kaulah jiwaku... Kupastikan, begitu berpisah kau akan mewek satu purnama karena hanya berkubang pada rayuan semata. 🎆🎆🎆


Cinta memang bukanlah segalanya, namun ketika kau mencintai, berikan cinta yang berkualitas, cinta yang membangun, cinta
 yang menebar manfaat.


Jadi, beneran dia soulmatemu? Ahayy..

Kamis, 19 Oktober 2017

My Book of Many Colors- Annisa Taouil












Annisa Taouil bukan wanita biasa, terlahir sebagai pencampuran Arab Maroko–Spanyol. Karenanya ia memiliki dua kewarganegaraan (Maroko dan Spanyol). Wanita cerdas ini seorang Profesor di bidang Budaya, menguasai 4 Bahasa (Arab, Inggris, Spanyol, Prancis) kini bertambah satu lagi bahasa yang ia pelajari, “ya saya bangga berbahasa Indonesia, katanya.



Tiga tahun lalu saat saya dan Risma melakukan perjalanan kerjasama penulisan buku budaya ke Maroko, Prof. Annisa dengan keikhlasannya menjemput kami di stasiun Mohammediyah, menjadi driver berkeliling Cassablanca, menjamu menu khas Maroko, Chous-chous, Tadzin, Na’Na’ bermalam dengan Taksita (pakaian khas Maroko). Kini Prof. Annisa bertandang ke Jakarta, ia sudah menikmati kemacetan Jakarta, makanan khas Indonesia, bahkan sudah berkunjung ke beberapa kota lainnya. Setelah melewati berbagai hal itu, jawabannya Indonesia selalu di hati (Duh, Foreigner aja segini cintanya sama Indonesia, apa kabar kita ya?)




Profesor satu ini selalu humble, sambil tersenyum ia menyerahkan buku puisi yang ia tulis dalam 5 bahasa, saya penasaran, inspirasi darimana menulis buku dengan banyak bahasa seperti ini?



“I am inspiriting people to learn as many foreign languanges as possible because on the one hand, they will be able to discover that equality to their natives one, other languanges are powerful expressive tools, they have rich lexicons, syntactic and semantic uses, in addition to depth and beauty. On the other, easly communicating with people from other countries, they can achieve a balance between representating the self and understanding the other”



So, buku di tangan saya ini berjudul “My Book of Many Colors” by Poetess: Annisa Taouil. Insya Allah akan republish di Maslamah Media Mandiri Bismillah…