Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

BENARKAH IA SOULMATEMU?

Kedekatan ikatan seringkali membawa saya pada keinginan-keinginan di luar dari diri saya sendiri. Misalkan saja, saat menemukan adik yang sedang dimabuk kepayang karena cinta, mendorong saya untuk bertanya. 🎆🎆🎆

Dari angka 1 sampai dengan 10 berapa nilai cintamu untuk si doi? Seperti dugaan saya dia akan menjawab antara 8 dan 9. Sisa 1 mungkin lebih pada pilihan nasib atau takdir yang tak menyatukan. 🎆🎆🎆

Oh oke.. Kamu terlalu cinta sama si doi. Jika saja kalian berpisah. Apa kamu siap? Dia setengah berteriak memberi aba-aba pertanda ia tidak membayangkan sebuah perpisahan. 🎆🎆🎆

Kalau begitu apa yang kalian bicarakan? Sampai-sampai hatimu terpaut begitu dalam padanya? Bahkan membayangkan berpisah saja ogah? 🎆🎆🎆

Apa obrolanmu terselip tentang life plan hidupmu dan life plan hidupnya? Atau kalian berdua memiliki rencana akan cita-cita bersama membangun sebuah kebun bunga mawar, lalu membawa sebagian CSR nya untuk bantuan peduli pada anak-anak yatim terkena HIV AIDS? Atau jangan…

My Book of Many Colors- Annisa Taouil

Annisa Taouil bukan wanita biasa, terlahir sebagai pencampuran Arab Maroko–Spanyol. Karenanya ia memiliki dua kewarganegaraan (Maroko dan Spanyol). Wanita cerdas ini seorang Profesor di bidang Budaya, menguasai 4 Bahasa (Arab, Inggris, Spanyol, Prancis) kini bertambah satu lagi bahasa yang ia pelajari, “ya saya bangga berbahasa Indonesia, katanya.


Tiga tahun lalu saat saya dan Risma melakukan perjalanan kerjasama penulisan buku budaya ke Maroko, Prof. Annisa dengan keikhlasannya menjemput kami di stasiun Mohammediyah, menjadi driver berkeliling Cassablanca, menjamu menu khas Maroko, Chous-chous, Tadzin, Na’Na’ bermalam dengan Taksita (pakaian khas Maroko). Kini Prof. Annisa bertandang ke Jakarta, ia sudah menikmati kemacetan Jakarta, makanan khas Indonesia, bahkan sudah berkunjung ke beberapa kota lainnya. Setelah melewati berbagai hal itu, jawabannya Indonesia selalu di hati (Duh, Foreigner aja segini cintanya sama Indonesia, apa kabar kita ya?)



Profesor satu ini selalu humble, samb…