Senin, 26 Maret 2018

Pengakuan Anak Positif HIV AIDS


Kata Hati ADHA, ayahnya seorang pecandu narkoba.





Wajahnya cantik, subhanallah. Pertama kali melihatnya siapapun tidak akan menyangka bahwa ia positif HIV AIDS. Gadis malang ini tertular dari orangtuanya yang pemakai narkoba dengan jarum suntik.


Tulisan ini ia tulis, kira-kira sebulan lalu saat saya duduk dengannya bercerita banyak hal tentang perasaannya sebagai seorang ADHA. Malam ini saya baca kembali, hati saya pilu, dada ini terasa ngilu. 


Jika dulu, keluar dari rumah kita selalu dinasehati untuk menjaga nama baik keluarga, maka sekarang saatnya anak-anak kita yang mengatakan kepada ayah ibunya.

Ayah, Bunda, Mama, Papa, Abi, Ummi.
Tolong jangan jadikan kami generasi yang lemah, generasi yang menanggung malu dan aib karena ulah orangtuanya.


Jangan jadikan kami generasi yang mencontoh ulah brengsekmu sebagai karakter kami di masa depan.
Tidakkah kau berpikir, karena prilaku nafsumu, kami lah yang harus menanggung virus, menanggung bayangan kematian sewaktu-waktu. 


Tolong Ayah, Bunda, Mama, Papa, Abi, Ummi.
Jangan jadikan kami generasi yang lemah, bedebah, menanggung penyakit mematikan dan hilang tanpa menggapai cita-cita diri dan negeri ini.


*malam ini di luar hujan, waktu yang tepat merenungkan banyak hal.

0 komentar:

Posting Komentar