Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

JIWA YANG MENYALA

Dua kali kematian di depan mata saya. Kali ini bukan kematian manusia. Namun kematian kucing di pusat kesehatan hewan. Namun dari kematian itu saya menemukan jiwa yang hidup. Jiwa pemilik hewan yang begitu kuat, hidup dan menyala.
Seorang wanita 30 an datang mengendarai motor sembari menggendong kucing kecil yang sudah sekarat. Katanya ditemukan di depan rumah, dalam kondisi sakit.
Tak jauh dari wanita tadi. Seorang bapak-bapak menggendong pula kucingnya yang sebesar bayi manusia. Napas kucing itu tinggal satu-satu. Sembari merapalkan kata-kata "Jangan pergi dulu ya sayang... Jangan pergi dulu ya.." saya menemukan kilatan kaca di kedua bola mata lelaki itu. Ada kabut duka di sana. Sepertinya kucing jantan itu kena penyakit ginjal, karena kelebihan protein dan kurang konsumsi air.
Jauh dari hari ini. Di luar sana entah berapa jarak dari tempat saya berdiri. Jarang sekali saya temukan kepedulian seperti ini. Rela bergegas membawa kucing sekarat ke dokter meski bukan kucingn…

IBADAH TERLAMA

Satu kali saya bertanya-tanya. Apa ibadah terlama di dunia ini? Shalat kah? Zakat kah? Puasa kah? Haji kah?
Namun jawabannya tidak tertuju pada satupun kewajiban di atas. Saya justru mengulik pada hakikat keberadaan diri ini di dunia, dalam perkara tugas ibadah. Jika demikian, bisa jadi pernikahan adalah ibadah terlama yang harus dilalui. Sebuah priode pengorbanan terlama yang harus dijalani.
Jika butuh waktu selama itu. Bukankah seharusnya kita berada pada kondisi menjauhkannya dari keluh kesah yang berkepanjangan, menjauhkannya dari timbunan-timbunan kekacauan dan kebodohan, menjauhkannya dari akhlak-akhlak yang memalukan. Maka Suami melakukan afirmasi bahwa kepergiannya keluar rumah sebagai tugas sebagai imam dari keluarga, tempat ia pulang meluruhkan rindu. Dan istri menjaga rindu agar terus menggebu.
Jika tidak dijauhkan dari hal umpatan, keluh kesah dan kebodohan-kebodohan, duh begitu disayangkan ibadah dan pengorbanan terlama ini, hanya akan membawa diri dan pasangan kita pad…

TERUNTUK LELAKI TERBAIK DI MUKA BUMI

Tulisan ini terinspirasi dari cerita divorce seorang sahabat di INKLUSI. Dia dulunya penuh talenta. Banyak keahliannya, namun seakan bumi berhenti berputar saat ia memutuskan menikah. Satu demi satu kegiatan ditinggalkan, hidupnya hanya seputar rumah petakan dan sekolah anak.

TIDAK. Saya tidak mengatakan Perempuan harus bekerja di luar rumah. Karena posisi saya sendiri bekerja di dalam rumah. Saya lebih menyetujui bukan pada kalimat "Bekerja tapi Berkarya" Banyak sahabat-sahabat saya yang cerdas, selalu juara di sekolah dulu, kemudian mereka redup kabarnya setelah semua potensi yang ia miliki kurang mendapat dukungan dari pasangan.

Mengapa judulnya TERUNTUK LELAKI TERBAIK DI MUKA BUMI. Karena ketika seorang perempuan telah memilihmu menjadi Imamnya, maka kamulah terbaik di muka bumi yang paling layak mendampinginya.

Lalu, adakah salahnya. Jika sedikit kau beri dukungan untuk cita-citanya, jangan tenggelamkan potensi dirinya. Istrimu butuh meraup ilmu, butuh membaca buku, bu…

BELAJAR KEIKHLASAN

Judulnya berat euyy..
Benar, judulnya subhanallah super berat. Tapi bukan berarti tidak mungkin. Dua bulan terakhir ini saya bolak balik Jakarta-Aceh. Karena kondisi Mama yang sedang sakit, Diabetes menggerogoti tubuh sehatnya.
Mama selalu berdua dengan Ayah. Hampir kemanapun dua sejoli ini selalu bersama. Termasuk saat sakit kemaren, Ayah lah yang berulang kali katakan pada Mama.
"Jangan keluhkan sakitmu pada anak-anak. IKHLAS jalani ini. Selagi aku sehat, aku yang akan menjagamu. Anak-anak sejak kecil sudah kita ajarkan untuk merantau meninggalkan rumah, agar mereka mandiri tapi bukan lupa akan rumah, bukan lupa pada kita. Anak-anak juga sudah sangat repot dengan cucu-cucu kita. Kasihan jika kita repotkan lagi dengan penyakit ini. Ikhlaskan saja kita jalani ini bersama. Insya Allah kesembuhan dari Allah"
Terenyuh ya dengar kata-kata begitu. Akhirnya kami 4 bersaudara bergantian menemani Ayah dan Mama di Aceh. Meskipun kakak pertama saya yang paling sering kebagian jatah m…