Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

HADIAH DARI GADIS BERUMUR 10 TAHUN

Selain suka banget dengan nyanyi, teater dan belajar banyak bahasa. Sebenarnya si unyil (10tahun) ini suka banget berjualan.

Awalnya cuma saya modali beli slime ukuran besar. Lalu dia bagi-bagi slime tadi ke beberapa botol yang lebih kecil. Beruntungnya di sekolahnya ada ground yang memboleh anak-anak belajar enterpreneur. Jadilah slime tadi balik modal dan dapat sedikit untung. Dia belajar di situ. Ternyata enak juga ya menghasilkan sesuatu dengan usaha sendiri.

Kemaren saya berulang tahun. Dia ternyata sudah menyiapkan kado ultah tanpa sepengetahuan saya. Dengan bantuan neneknya. Dia belikan saya jilbab ini.
Sambil malu-malu dia ngomong begini.

"Bunda dipakai ya. Ini hasil jualanku. Enggak apa-apa ya baru bisa ngasih hadiah yang kecil begini" Duh..dada saya terasa hangat. Ternyata beberapa bulan terakhir ini. Dia buka usaha stationary kecil-kecilan di ground sekolah. Jualan penghapus kecil, notebook lucu-lucu. Keuntungannya ditabung dan modal diputar lagi.

Ah my girl..me…

STOP BANDINGKAN DIRIMU DENGAN YANG LAIN

Mungkin kita ingat ya kapan terakhir kali ketemu teman SD, atau teman SMP. Kira-kira 5 tahun lalu, 10 tahun lalu bahkan lebih 15 tahun lalu.
Tahu-tahu minggu kemaren, kita nemu instagramnya, facebooknya. Dalam hitungan menit kita langsung berubah takjub.
“Lha, ini si anu yang dulu culun, jadi CEO perusahaan keren!” “Wah, si A udah sukses banget” “Wuih si B kerjanya di luar negeri”
Jujur saja, kadang kita ngerasa dan mulai bertanya nih ke diri sendiri, atau jangan-jangan kita mendadak kepo.
“Kok bisa ya?” “Gimana caranya kok dia bisa tajir melintir begitu?”
Saat teman-teman sekolahku dulu sudah keliling dunia, aku untuk ke Bandung aja kok susah bener.
Saat teman-temanku sudah punya kendaraan yang keren, sementara akuuu cicilan motorku saja belum lunas.
Aku udah bekerja mati-matian puluhan tahun, tapi dia yang baru dua tahun kerja kok udah dipromosikan.
Temanku lulus masuk kampus terkeren di Indonesia, sementara aku ujian nasional aja ngadat.
Tiba-tiba kita menjadi iri, kita jadi semen…

BAHAGIA KOK DIUKUR DARI JUMLAH LIKE, COMMENT DAN SHARE?

Hari ini kita sudah menyiapkan foto terbaik, dengan make up terbaik, pakaian terbaik, bahkan kita sengaja ke tempat yang ter hits, hanya untuk memperoleh foto terkeren, dengan senyum terbaik, untuk kemudian dibagi di sosial media.
Namun, apa yang terjadi. Setelah menyiapkan foto terkeren tadi, bahkan dengan capture yang aduhai, ternyata miskin jumlah like, comment bahkan tidak ada yang share.
Lantas kita kecewa. Ah, kok dia enggak like ya, kok doi enggak komen ya, kok si anu enggak share ya. Hari itu kita kecewa, ternyata foto yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa, wajah yang sudah dimake up agar tampak cantik, senyum dengan gigi berbaris indah ternyata kurang peminat komennya.
Kita merasa kecewa.
Kita merasa tidak bahagia.
Ada apa gerangan? Mengapa kebahagiaan diri diukur dari jumlah like, comment dan share. Mengapa ini menjadi begitu penting buat kita? Padahal kenyataannya jumlah like, comment dan share hanya sebentuk kebahagiaan yang semu.
Sesekali mari kita berjalan ke rumah si…