Selasa, 14 Agustus 2018

BAHAGIA KOK DIUKUR DARI JUMLAH LIKE, COMMENT DAN SHARE?








Hari ini kita sudah menyiapkan foto terbaik, dengan make up terbaik, pakaian terbaik, bahkan kita sengaja ke tempat yang ter hits, hanya untuk memperoleh foto terkeren, dengan senyum terbaik, untuk kemudian dibagi di sosial media.

Namun, apa yang terjadi. Setelah menyiapkan foto terkeren tadi, bahkan dengan capture yang aduhai, ternyata miskin jumlah like, comment bahkan tidak ada yang share.

Lantas kita kecewa. Ah, kok dia enggak like ya, kok doi enggak komen ya, kok si anu enggak share ya. Hari itu kita kecewa, ternyata foto yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa, wajah yang sudah dimake up agar tampak cantik, senyum dengan gigi berbaris indah ternyata kurang peminat komennya.

Kita merasa kecewa.
Kita merasa tidak bahagia.

Ada apa gerangan? Mengapa kebahagiaan diri diukur dari jumlah like, comment dan share. Mengapa ini menjadi begitu penting buat kita? Padahal kenyataannya jumlah like, comment dan share hanya sebentuk kebahagiaan yang semu.

Sesekali mari kita berjalan ke rumah singgah, rumah yatim yang papa. Mungkin di sana kita bakal temukan sebuah senyuman yang tulus, senyuman anak-anak yang tanpa orangtua lagi.
Senyuman yang enggak butuh jumlah like, comment. Senyum yang begitu pertama kali kita lihat langsung menularkan kebahagiaan.

Mungkin ada yang salah dengan sudut pandang bahagia di mata kita. Jika bahagia diukur dari jumlah like, comment dan share. Maka apa yang kita hadirkan dari sebuah foto juga sebuah kesemuan.

Foto yang kita pajang agar tampak keren, agar tampak gagah, agar tampak kaya.

Senyuman yang kita hadirkan karena ada apanya bukan karena apa adanya.

Senyuman yang kita hadirkan agar tampak bahagia, bukan sebenar bahagia.

Senyuman yang kita buat-buat bukan senyum yang natural dan tulus.

Ternyata ada yang salah.

Bahagia yang didasarkan atas banyaknya jumlah like, comment atau share, hanya akan menemukan kekecewaan dan kebahagiaan semu yang sesaat.

Tapi...
BAHAGIA diri ini seharusnya dipupuk dari banyaknya RASA SYUKUR sehingga menjalar dalam semua sisi kehidupan.

0 komentar:

Posting Komentar