Sabtu, 03 November 2018

MUNGKINKAH 12 KAPAL MENGALAHKAN 330 KAPAL?



Sekitar sebulan lalu, saya mendapat pencerahan dalam beberapa hal dari Film Admiral: Roaring Currents, sebuah film sejarah Korea, yang mengangkat sosok Yu Shin Yi (Yi Shun Shin), seorang Laksamana Perang Laut Korea.  Saya bukan Drama Korea  Minded, Drama seri sering kali membuat jadwal kerja jadi terganggu (heheheh) saya hanya akan memilih beberapa film yang saya pikir bagus dan layak untuk direkomendasikan.

Kalau di Aceh, ada Laksamana Keumalahayati yang sejarahnya begitu Heroik, di Korea ternyata ada Laksamana Yu Shun Shin, seorang pahlawan Korea yang hingga hari ini replika patungnya berdiri gagah di tengah kota Seoul. Seorang Admiral yang disegani oleh semua musuhnya, termasuk Jepang yang saat itu ingin menguasai Korea.

Ada kalimat Yu Shun Shin yang fenomenal
“Jika kau mengabaikan laut, maka kau mengabaikan Negara ini”

Kalimat ini ia sampaikan saat Raja meminta Admiral Yu Shin meninggalkan laut dan bergabung dengan pasukan angkatan darat Korea. Kata-kata ini sangat relevan untuk kondisi Indonesia hari ini, Kita negara maritime tapi sayangnya tak begitu peduli dengan kemaritimannya, akhirnya banyak pulau-pulau di perbatasan Negara terjual begitu saja dan menjadi milik orang asing.

Kembali ke Admiral Yu, bayangkan saja kapal perang yang ia miliki saat itu hanya tersisa 12 kapal, sementara pasukan Jepang yang akan menghadang sekitar 330 kapal, secara logika, mana mungkin pasukan Yu bisa menang, ditambah lagi ada Virus ketakutan yang terus mewabah di lingkungan prajuritnya. Pasukan perang Yu takut melawan musuh mereka yang ribuan.

Ini mengingatkan saya pada sejarah Thariq bin Ziyad, saat hendak menaklukkan Andalusia, karena pasukan perangnya mengalami ketakutakan yang luar biasa, Thariq membakar kapalnya di Selat Giblaltar, lalu terdengarlah kalimat Thariq pada pasukannya yang sangat fenomenal.

“Di belakang kita lautan, di depan kita musuh. Kita tidak dapat melarikan diri. Demi Allah Subhanahu Wata’ala, kita datang ke bumi Andalusia untuk menjemput syahid atau meraih kemenangan”

Admiral Yu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Thariq bin Ziyad, bedanya ia bukan membakar kapal kura-kura miliknya, tapi ia membakar semua rumah dan persediaan makanan pasukannya, kalimat Admiral Yu pada pasukannya saat itu sampai membuat saya merinding.

“Yang memalukan adalah banyak dari kalian yang masih hidup tapi takut akan kematian, kita sebagai prajurit, tidak bisa takut akan kematian, apa kalian yakin bisa selamat dari kematian, jika bersembunyi?”

“Camkan ucapanku! Aku bakar tempat ini agar kita bisa gugur di lautan, tidak ada tempat untuk pergi, tidak ada tempat untuk bersembunyi, JANGAN TAKUT MATI, jika kalian ingin hidup maka kalian akan menemukan kematian, jika kalian ingin mati kalian akan menemukan kehidupan,”

“Jika satu orang berjuang, dia bisa mengalahkan ribuan orang. Bukankah itu situasi kita sekarang? Yang sedang menghadapi ribuan musuh?”

Film ini salah satu film Korea terlaris sepanjang sejarah, banyak hal yang bisa dipelajari, termasuk strategi perang dari Admiral Yu yang bisa menaklukkan 330 kapal musuh hanya dengan 12 kapal saja.  Budget pembuatan film sekelas ini saya yakin jumlahnya tidak tanggung-tanggung. Saya pikir Indonesia harus punya film seperti ini, dengan kualitas bagus tentunya. Kita butuh loyalitas, cinta pada negeri ini, daripada saling maki dan adu argumentasi, hanya karena berbeda partai politik atau calon pemimpin negeri.

Happy weekend.