Minggu, 06 Januari 2019

SAYA POSITIF





Sebut saja namanya Reni ( bukan nama sebenarnya) semenjak suaminya di PHK ia merasakan ujian datang bertubi-tubi. Suaminya mendadak jarang pulang, nge drugs hingga meninggal dalam kondisi positif HIV.


Dua tahun setelah suami meninggal dunia, Reni sakit parah. TB analisis dari dokter saat itu. Tapi siapa yang sangka, TB yang ia derita, merupakan syndrome dari HIV yang pelan-pelan menggerogoti tubuhnya.


"Saya positif mba Aida, lebih sebulan saya menangis setiap hari. Mungkin saya sanggup menjalaninya, tapi anak saya? hati saya lebih hancur saat Asri (bukan nama sebenarnya) putri saya juga divonis positif HIV"

"Jadi ibu tertular dari suami?"

"Ya. Tapi saya enggak mungkin sampaikan ini ke keluarga alm suami saya. Mereka pasti enggak bisa nerima. Apalagi tahu cucu mereka juga positif. Semuanya saya telan sendiri, saya enggak mau derita saya akan dialami Asri juga. Saya enggak mau Asri dibully dimanapun karena penyakit ini. Katakanlah kalo memamg saya banyak dosa, tapi saya enggak rela Asri menerima semuanya. Tapi sampai saat ini, saya tidak tahu dosa saya yang mana membawa saya pada penderitaan ini?"

Saya menatap Reni lalu berganti Asri. Gadis berumur 12 tahun itu sejak kecil sudah sakit-sakitan karena tubuhnya membawa virus.

" Saya saat itu belum punya BPJS, karena ekonomi, pengobatan Asri saya hentikan. Akhirnya ia resisten obat. Skrg ARV (obat untuk HIV) jadi naik lini dua. Tapi terlambat saraf mata Asri rusak. Dia jadi buta sejak dua bulan ini"

Reni menangis dan saya berulang kali mengelap airmatanya. 

Atas dasar apa manusia yang lain menuduh yang lain kotoran?

Atas dasar apa yang lain menganggap yang lain lebih rendah darinya? Hanya karena Allah belum membuka aibnya. Jadi bisa bersenang dan merasa paling benar dan paling suci.

Hati saya geram. Membuka status diri sebagai ODHA di negeri ini, sama saja dengan membunuh diri. Sakit mereka sudah demikian purna. Ditambah pula dengan stigma dari kita. Iba hati saya melihat keduanya.

Ini cerita Minggu Pertama saya di tahun 2019.