Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

Memenangkan Kisah

Bersama Nulisbuku Jakarta, Malam Pengumuman Pemenang Utama                                                     Belitong, sebelum daerah ini booming lewat Novel Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata mungkin tak ada yang begitu tahu, mengenal dengan baik bahkan kemudian penasaran ingin ke Belitong.  Sama halnya dengan saya, setelah kena hypnotis kisah Laskar Pelangi, lalu melihat betapa indahnya wisata bahari di bumi Belitong dalam film Laskar Pelangi, diam-diam saya berharap suatu hari nanti bisa mengunjungi daerah dimana hasil dari sebuah Novel mampu membuat dunia pendidikan Indonesia menjadi sorotan.             Sepertinya doa saya segera didengar yang Maha Mendengar, siapa sangka karena tergiur oleh hadiah jalan-jalan ke Belitong, saya memaksakan diri untuk ikut lomba menulis “Inspiring Teacher ” yang diadakan oleh Biovision dan Nulisbuku.com. Sebuah tulisan berjudul “Lelaki Kampung itu Guruku” mengantarkan saya ke tanah yang dulunya sangat kaya dengan Timah ini. Entahlah,

The Vow, Pembuktian Ikrar (Resensi Film)

                 Judul : The Vow ,  Based on True Story: Mr and Mrs.   Directed  : Michael Sucsy,  Produce: Gary Barber,  Starring:  Rachel McAdams, Channing Tatum, Sam Neill, Scott SpeedmanJessi,  Lange  
 Music :  Michael Brook,  Cinematography:  Rogier Stoffe,   Editing : Melissa Kent ,   Release date(s) :  February 10, 2012 
   
   Gambar dari  sini                                                                                      Kehebohan The Vow sepertinya cukup menarik perhatian para pencinta drama romantis. Memang tidak bisa disangkal saat bicara The Vow mungkin akan terbayang sumpah ikrar sehidup semati sepasang suami istri yang memulai mengikat janji dalam ikatan pernikahan. Sisi keromantisan ini pula yang membuat The Vow menjadi salah satu drama yang ingin ditonton oleh movie lover terutama penggemar film drama. Drama romantis ini merupakan perjalanan kisah cinta yang bisa dikatakan menginspirasi penontonnya. Film drama yang diangkat dari kisah n

Mereka di Mata Saya #Belitong1

           Mudah-mudahan saya tak berlebihan bercerita kali ini. Karena alasan terpenting mengapa tulisan ini muncul karena saya memang sedang merindukan mereka, sahabat-sahabat yang tiba-tiba menjadi dekat dengan saya dalam tempo waktu tiga hari saat jalan-jalan bersama Biovision di Belitong awal Juli lalu.                                     Otw Hopping Island, Jalan-jalan ke Belitong Bersama Biovision                                  Steve, Bu Ermi, Mas Rahmat, Wuri, Mba Ollie dan saya (lihat; dari belakang)                                               Adalah saya, mungkin yang paling cemen di antara orang-orang hebat yang berada di sekitar saya selama tiga hari di Belitong kemaren. Kita mulai saja dengan Mba Ollie , yang banyak dikenal orang sebagai seorang penulis, blogger dan foundernya Nulisbuku.com. Saya sempat ngomong ke diri sendiri, ini orang kok ya ngeborong semuanya ya (heheheh) karena saking kerennya dia di mata saya. Jujur saja, tak banyak

Resensi Looking for Mr.Kim

Pagi tadi saya dapat pesan singkat dari pembaca Novel saya #Looking for Mr.Kim. Sebuah pesan yang menghadiahkan saya sebuah senyuman. isi lengkapnya seperti ini. BARU SELESAI BACA NOVELNYA MBA..HUAA, KEREN ABIS...TAPI SEMPET GEMES DENGAN SIKAP MARIA SAAT MENGAMBIL KEPUTUSAN :D. BANYAK PELAJARAN HIDUP YANG BISA DIPETIK DARI NOVEL INI. JUGA TAMBAH PENGETAHUAN TENTANG SELUK BELUK BUDAYA KOREA. SETTING KOREANYA SANGAT SEMPURNA, MEMBUAT SIAPAPUN YANG MEMBACANYA IKUT MERASAKAN BERTUALANG DI SANA. SELEBIHNYA, HANYA DECAK KAGUM DAN ACUNGAN JEMPOL YANG BISA MENDEFINISIKAN NOVEL INI. Terimakasih banyak Mba Fitri- Sukohardjo untuk review yang indah ini. moga bisa menambah pengetahuan dan kabar-kabari untuk yang lainnya hehehe...

Bicara Atau Menulis?

            Saat Berbagi cerita di Talkshow Buku Inspiring Teacher                      di acara Milad Indofarma, Cibitung                                      “Kalau kamu bisa bicara, pasti kamu bisa menulis” begitu kira-kira kalimat yang diucapkan Mba Ollie, salah seorang founder Nulisbuku.com untuk membangkitkan semangat siapa pun yang ingin sekali menulis, lalu bagaimana dengan kalimat ini “Kalau bisa menulis, bisa ga ngomong di depan?” …Nah, kalau yang ini entar dulu ya jawabannya (heheheh…)             Pernah ngomong di depan audiens yang jumlahnya lebih dari 2 ribu lebih? Kalau pertanyaan ini ditanyakan pada saya sebelum tanggal 15 juli lalu jawaban saya adalah belum pernah, dan mungkin juga saya berusaha untuk menghindari berbicara di depan orang dengan jumlah sebanyak itu.             Berdasarkan hasil observasi saya yang kadang suka sok tahu, kebanyakan penulis aktif itu tidak banyak yang mau berbicara di depan umum, walau pun ada juga yang bisa

Persembahan Untuk Guru

Cover yang sedang kita lihat ini, salah satu dari 3 buku Inspiring Teacher. kesemua naskah yang ada dalam buku ini adalah 60 finalis pemenang di event Biovision Writing Competition. bersyukur menjadi pemenang di antara 300 naskah lebih yang ikut mengadu potensi dalam event ini. LELAKI KAMPUNG ITU GURUKU Itu judul naskah saya di sini dan dinyatakan sebagai salah satu dari tiga PEMENANG UTAMA. penasaran dengan isinya, silahkan pesan di @nulisbuku, sebagai bentuk cinta kita kepada guru, siapapun itu yang telah menginspirasi kita.

Meet and Greet Bersama Tim Bentang Belia

                                          Satu stage bersama penulis Bentang Belia Jum’at lalu tanggal 29 Juni pukul 03.00 sore saya bersama beberapa orang penulis Bentang Belia lainnya mengisi Talkshow parade penulis Bentang Belia di stage utama Jakarta Book Fair. Mungkin ada yang menjadi follower-nya WowKonyol, tentu tahu dengan kicauannya yang konyol. Beruntung kali ini saya satu stage dengan si Onyol yang memang bener-bener konyol (hehehe), saya juga bersebelahan duduk dengan Fei (Penulis Novel Love Storm), Haris (penulis Date Note) catatan galau lelaki yang ditolak cintanya (heheheh) lalu ada Ayu Widya (Penulis Novel Frenemy) yang cantik banget, karena saking cantiknya sempat kedengaran di belakang stage ada yang mengira Mba Ayu salah satu personilnya Cherrybell (heuheuheu).             Ada beberapa hal yang mungkin bisa saya ceritakan di sini. Pertama, bagaimana acara Talkshow dan pertemuan saya dengan teman sesama penulis juga tim Bentang Belia yang kebanyakan perem