Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Tips Menulis Sinopsis Cerita

Begini cara menulis sinopsis cerita Percaya atau tidak bahwa sebuah sinopsis mampu menarik perhatian editor atau rumah produksi. IHAN NURDIN Rabu, 17 April 2013 12:40:00 WIB     menulis sinopsis @ilustrasi MENURUT sebagaian orang menembus sebuah penerbitan atau rumah produksi perfilman agaknya gampang-gampang susah. Namun menurut Arswendo Atmowiloto kunci utamanya justru terletak pada sinopsis cerita yang ingin ditawarkan penulisnya ke penerbit atau production house. Penulis Novel Sunset in Weh Island, Aida M.A, memberikan tips penting bagaimana caranya membuat sinopsis yang bagus dan menarik, sehingga dilirik oleh penerbit. Menurutnya, percaya atau tidak bahwa sebuah sinopsis mampu menarik perhatian editor atau rumah produksi. Ia memberi contoh, beberapa film yang tampil di layar kaca atau novel-novel yang sudah bereda di pasaran, semuanya diawali dengan sinopsis yang keren. Untuk membuat sinopsis yang tidak asal-asalan, menurut Aida ada tujuh pertan

Saatnya Memikat Pembaca Lewat Setting Cerita

Tips Menulis dari saya, bisa dibaca juga di sini Saatnya memikat pembaca lewat setting cerita AIDA MA | Foto : Menulis @ilustrasi | Aida MA @istimewa AKHIR-akhir ini banyak sekali novel-novel di pasaran yang fokus utamanya pada tempat atau setting cerita. Termasuk dua novel remaja yang saya tulis menonjolkan setting yaitu Korea di Looking for Mr. Kim dan PulauWeh, Sabang di Sunset in Weh Island. Memang benar setting punya kontribusi yang sangat penting dalam menciptakan dinamika plot dalam cerita. Bahkan sebuah novel yang memiliki penggambaran setting yang bagus bisa membuat pembaca merasa ada dan mendadak ingin mengunjungi tempat tersebut. Berikut saya bagi beberapa tips, bagaimana mendapatkan info setting serta menampilkannya dalam sebuah cerita pendek atau novel. Niat awal Mungkin ini selalu menjadi cirri khas saya dalam segala hal. Saat kita menentukan sebuah  setting , berarti kita siap dengan komitmen untuk mengeksplorasi kota yang menjadi  setting  tempat

GA-BAW Be A Writer +++

  gambar dari sini                                       “Untuk kritik dan saran, silahkan kirim ke email ini…..” Gambar dari Sinn             Pernah kan ya membaca kalimat bernada demikian? Baik di dalam sebuah buku, acara talkshow atau kegiatan-kegiatan lainnya. Tapi pertanyaannya, apa benar saat kita menuliskan menerima kritik dan saran dalam artian sebenarnya berarti kita menerima sebuah kritik sama dengan kita menerima sebuah pujian?             Baik, saya pending dulu setiap jawaban yang sekarang bercokol di pikiran kita masing-masing.             Semua orang di belahan bumi mana pun menyadari bahwa kontak sosial bukan hanya di dunia nyata, akun-akun lini masa yang bertebaran memaksa siapapun mulai memiliki kontak sosial kedua lewat layar monitor dan keyboard. Tak bertatap muka namun mampu menghadirkan rasa, tak berjabat tangan namun mampu menghadirkan sayang. Lalu apa hubungannya dengan pembuka tulisan ini? Tentu saja ada hubungannya.

GA-KETIKA CINTA HARUS PERGI

“Belajarlah dari Masalalu namun JANGAN hidup di dalamnya” Pernah patah hati? dalam hal apa pun tentunya, baik ditinggalkan oleh orang yang paling disayangi, patah hati gagal dalam pekerjaan, atau patah hati karena seseorang yang paling penting dalam hidup kita ternyata lebih dulu meninggalkan dunia ini. Seperti yang sudah diketahui umum, salah satu obat therapy untuk patah hati adalah dengan “menulis”, therapy menulis ini sebenarnya sudah berkembang sejak tahun 1999, belakangan mulai dipraktekkan oleh Karen Baikie, seorang psikolog dari University of Wales, Australia. Tentu saja   therapy menulis di sini bukan hanya sekedar menulis, therapy menulis bisa meng-healing jika dilakukan dengan ekspresif, menuangkan semua tekanan-tekanan yang dirasakan, hal-hal buruk yang dialami ke dalam tulisan, jika dilakukan dalam jangka panjang, maka therapy menulis mampu menurunkan tingkat depresi, memperbaiki suasana hati. Ini juga sebagian anjuran yang kami cantumkan dalam bab Menu